Oleh Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H. Anggota DPRD Kota Depok Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Mahasiswa Program Doktor Hukum UKI | Purnabakti BRI 31 Tahun | Pelaku UMKM
Ungkapan Bestari Barus, Ketua Bidang Politik DPP PSI, “lebih baik hampir kalah daripada hampir menang”, Kata itu terdengar sederhana, tetapi mengandung pelajaran penting dalam politik, diacara pelantikan DPRt di DPC Sukma Jaya dan DPC Cimanggis, DPD PSI Kota Depok yang di ketuai Binton Jhonson Nadapdap, yang juga anggota DPRD Kota Depok, masing masing DPC terdiri dari 6 DPRt Total ada 12 DPRt Pengurus yang hadir, hari sabtu tanggal 19 September 2026 di Dapur Ngacir Cimanggis milik Mandra Si Doel anak Sekolahan. Acara dimulai dengan makan siang bersama di jam 12:00 WIB.
Kata Hampir kalah berarti akhirnya masih menang, sedangkan hampir menang berarti akhirnya tetap kalah. Politik pada akhirnya mengenal hasil. Selisih besar atau kecil tetap menentukan siapa yang memperoleh mandat setelah seluruh proses demokrasi dan mekanisme hukum selesai.
Namun, kemenangan tidak boleh membuat seseorang merasa telah memenangkan segalanya. Menang tipis justru merupakan peringatan bahwa kepercayaan masyarakat belum sepenuhnya berada di satu pihak. Ada suara masyarakat yang berbeda dan tetap harus dihormati. Demikian pula kekalahan tipis bukan alasan untuk kehilangan harapan, apalagi menyangkal kenyataan. Kekalahan seharusnya menjadi bahan evaluasi. Jika jaraknya begitu dekat, berarti masih ada modal kepercayaan masyarakat yang dapat diperkuat melalui kerja nyata, konsolidasi organisasi, dan keberanian memperbaiki kekurangan. Di sinilah kedewasaan politik diuji. Menang tanpa kesombongan dan kalah tanpa kehilangan rasionalitas. Demokrasi membutuhkan keduanya. Pemenang tidak memperoleh hak untuk merendahkan pihak yang kalah, sementara pihak yang kalah tidak kehilangan hak untuk melakukan kritik, pengawasan, dan memperjuangkan gagasannya secara konstitusional.Banyak Pengalaman yang beliau yang dibagi kepada seluruh peserta pengurus DPD, KSB DPC dan seluruh pengurus DPRt 2 DPC.Ilmu dan pengalamannya dibagikan bagi kita dan sangat menginspirasi.
Enam Usulan Penulis Binton Nadapdap :
Pertama, jadikan kemenangan dan kekalahan sebagai bahan evaluasi. Jangan hanya mencari pembenaran ketika gagal atau terlena ketika berhasil.
Kedua, bangun keputusan politik berdasarkan data dan fakta. Pemimpin memerlukan informasi yang benar, termasuk informasi yang mungkin tidak menyenangkan.
Ketiga, perkuat kerja sampai akar rumput. Partai politik seharusnya hadir bukan hanya menjelang pemilu, tetapi ketika masyarakat menghadapi persoalan sehari-hari.
Keempat, kedepankan politik gagasan dan solusi. Masyarakat membutuhkan program yang dapat dirasakan, bukan sekadar pertarungan narasi dan serangan antartokoh.
Kelima, hormati hasil demokrasi dan mekanisme hukum. Jika terdapat keberatan, perjuangkan dengan data, bukti, dan jalur yang tersedia secara konstitusional.
Keenam, setelah kontestasi selesai, kepentingan rakyat harus kembali menjadi tujuan utama. Jabatan politik bukan hadiah bagi pemenang, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Pada akhirnya, “lebih baik hampir kalah daripada hampir menang” bukan sekadar permainan kata. Ungkapan tersebut mengingatkan bahwa dalam politik hasil memang penting, tetapi karakter jauh lebih menentukan perjalanan seorang pemimpin. Jangan mabuk ketika menang dan jangan runtuh ketika kalah. Belajarlah dari keduanya. Sebab kemenangan memberikan kesempatan untuk memimpin, sedangkan kekalahan memberikan kesempatan untuk berbenah. Dan pada akhirnya, politik bukan hanya tentang bagaimana merebut kepercayaan rakyat, tetapi bagaimana mempertahankannya setelah kekuasaan berada di tangan.(BN)
