Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 Tahun Pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Membangun usaha hingga menjadi perusahaan besar bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan ketekunan, keberanian mengambil keputusan, kemampuan membaca peluang, serta visi jangka panjang agar bisnis mampu bertahan menghadapi perubahan zaman. Salah satu tokoh pengusaha Indonesia yang perjalanan bisnisnya memberikan inspirasi adalah Robert Budi Hartono, tokoh penting Grup Djarum dan pemegang saham pengendali terakhir Bank Central Asia (BCA), yang bersama keluarganya berhasil mengembangkan investasi di berbagai sektor strategis, mulai dari perbankan, manufaktur, elektronik, hingga teknologi digital.
Perjalanan bisnisnya membuktikan bahwa keberhasilan tidak cukup hanya dengan membangun perusahaan yang menguntungkan. Lebih dari itu, diperlukan kemampuan mengembangkan usaha, menjaga kesinambungan investasi, dan mempersiapkan bisnis menghadapi tantangan masa depan. Menurut saya, pengusaha besar bukan hanya mereka yang mampu menghasilkan kekayaan, tetapi juga mereka yang memiliki visi membangun usaha agar dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
Ada tiga pelajaran penting yang dapat kita petik dari perjalanan bisnis Robert Budi Hartono.
Kesuksesan Dibangun Melalui Ketekunan dan Kemampuan Menjaga Usaha
Robert Budi Hartono merupakan putra Oei Wie Gwan, pendiri Djarum yang memulai usahanya di Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 1951. Setelah ayahnya meninggal dunia pada tahun 1963, Robert bersama kakaknya, Michael Bambang Hartono, melanjutkan usaha keluarga yang ketika itu juga menghadapi tantangan berat akibat kebakaran pabrik. Melalui kerja keras dan pengembangan usaha secara bertahap, Djarum berkembang menjadi salah satu perusahaan besar di Indonesia.
Perjalanan tersebut mengajarkan bahwa membangun bisnis tidak selalu dimulai dari keadaan yang mudah. Bahkan, perusahaan yang sudah berjalan pun dapat menghadapi berbagai kesulitan yang mengancam keberlangsungannya. Menurut saya, keberhasilan seorang pengusaha bukan diukur dari seberapa cepat ia mendapatkan keuntungan, tetapi dari seberapa kuat ia mempertahankan usaha ketika menghadapi kesulitan.
Pelajaran ini sangat relevan bagi pelaku UMKM. Jangan mudah menyerah ketika penjualan menurun, persaingan meningkat, atau kondisi ekonomi berubah. Jadikan setiap tantangan sebagai kesempatan memperbaiki kualitas usaha.
Berani Melihat Peluang dan Tidak Bergantung pada Satu Bidang Usaha
Salah satu keputusan bisnis penting keluarga Hartono adalah melakukan diversifikasi investasi ke berbagai sektor ekonomi. Setelah krisis ekonomi Asia 1997–1998, keluarga Hartono mengambil peluang investasi di Bank Central Asia (BCA), yang kemudian berkembang menjadi salah satu aset utama dalam kelompok bisnis mereka. Melalui investasi dan pengembangan usaha, keluarga Hartono juga memiliki kepentingan bisnis pada perusahaan elektronik Polytron, platform perdagangan digital Blibli, serta berbagai sektor lainnya.
Perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan membaca perubahan kebutuhan masyarakat dan arah perkembangan ekonomi. Dalam dunia usaha, keberhasilan hari ini tidak menjamin keberhasilan hari esok apabila kita berhenti belajar, berinovasi, dan melihat peluang baru. Bagi pelaku UMKM, pelajaran ini bukan berarti harus langsung membuka banyak usaha. Sebaliknya, mulailah dengan memperkuat bisnis utama, memperbaiki manajemen, membangun jaringan, meningkatkan kualitas produk, serta memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Jangan hanya berpikir bagaimana usaha menghasilkan uang hari ini, tetapi pikirkan bagaimana usaha tersebut dapat terus menghasilkan nilai pada masa depan.
Membangun Bisnis yang Berkelanjutan dan Memberikan Manfaat bagi Masyarakat
Keberhasilan Robert Budi Hartono juga memberikan pelajaran mengenai pentingnya kesinambungan usaha dan investasi jangka panjang. Perusahaan besar membutuhkan sistem pengelolaan, sumber daya manusia, tata kelola, dan strategi bisnis yang mampu menjaga keberlangsungan perusahaan melampaui satu generasi. Dalam perkembangan bisnis keluarga Hartono, keberhasilan memperluas investasi menunjukkan bahwa pertumbuhan membutuhkan perencanaan dan kemampuan mengelola risiko.
Namun, keberhasilan perusahaan juga harus dilihat dari tanggung jawab terhadap masyarakat, termasuk penciptaan lapangan pekerjaan, kontribusi ekonomi, tata kelola yang baik, dan kepedulian terhadap dampak sosial maupun lingkungan. Menurut saya, kesuksesan bisnis yang sesungguhnya bukan hanya ketika perusahaan menjadi besar, tetapi ketika pertumbuhannya mampu membuka kesempatan bagi orang lain untuk ikut berkembang.
Indonesia membutuhkan semakin banyak pengusaha yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga membangun perusahaan yang berintegritas, inovatif, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
Robert Budi Hartono sebagai Inspirasi Kepemimpinan Bisnis Nasional
Dengan pengalaman panjang dalam pengembangan bisnis keluarga, investasi di berbagai sektor strategis, serta kemampuan menjaga keberlangsungan kelompok usaha, Robert Budi Hartono layak dipertimbangkan sebagai kandidat WINTOBA AWARD 2027 dalam kategori WINTOBA Excellence in Business Leadership Award.
Penghargaan tersebut dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap tokoh pengusaha yang memiliki rekam jejak kepemimpinan bisnis, visi investasi jangka panjang, kemampuan melakukan transformasi usaha, dan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Penetapan penerima penghargaan tentunya harus dilakukan melalui proses penilaian yang objektif dan independen. Bagi generasi muda dan pelaku UMKM, perjalanan Robert Budi Hartono memberikan pesan penting bahwa tidak ada alasan untuk berhenti bermimpi membangun usaha yang lebih besar.
Mulailah dari kemampuan yang dimiliki, bangun kepercayaan, pelajari pengelolaan keuangan, tingkatkan kualitas produk, dan jangan takut melakukan perubahan ketika keadaan menuntut kita untuk berkembang. Kesuksesan bukan hanya tentang seberapa besar kekayaan yang berhasil dikumpulkan, tetapi tentang seberapa kuat fondasi usaha yang dibangun dan seberapa panjang manfaat yang dapat diwariskan.
Pada akhirnya, kita dapat belajar bahwa ketekunan membangun kekuatan, keberanian membuka peluang, visi menentukan arah, dan integritas menjaga keberlangsungan usaha. Semoga perjalanan Robert Budi Hartono menjadi inspirasi bagi lahirnya semakin banyak pengusaha Indonesia yang tangguh, mandiri, inovatif, serta mampu membangun bisnis yang tidak hanya berhasil secara ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.(BN)
