Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 Tahun Pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Kesuksesan dalam dunia usaha bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Dibutuhkan kerja keras, ketekunan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan melihat peluang di tengah perubahan zaman. Salah satu tokoh pengusaha Indonesia yang perjalanan hidupnya dapat menjadi inspirasi adalah Prajogo Pangestu, pendiri Barito Pacific Group, yang berhasil mengembangkan bisnis dari sektor perkayuan menjadi kelompok usaha besar di bidang petrokimia, energi, dan industri.
Lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 13 Mei 1944, Prajogo Pangestu memulai perjalanan kariernya dari dunia usaha perkayuan. Dengan pengalaman, ketekunan, dan keberanian mengambil peluang, ia kemudian membangun Barito Pacific yang berkembang menjadi salah satu kelompok usaha besar di Indonesia. Perjalanan bisnisnya memberikan pelajaran penting bahwa kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh besarnya modal yang dimiliki, tetapi juga oleh pola pikir, kemampuan beradaptasi, dan keberanian membangun masa depan.
Ada tiga pelajaran penting yang dapat kita petik dari perjalanan usaha Prajogo Pangestu.
1. Kesuksesan Besar Dimulai dari Proses Panjang dan Ketekunan
Prajogo Pangestu tidak langsung membangun perusahaan besar. Ia memulai perjalanan dari sektor perkayuan, mempelajari dunia usaha, membangun pengalaman, dan mengembangkan jaringan bisnis. Melalui Barito Pacific, yang dirintis pada 1979, ia terus memperluas kegiatan usaha hingga perusahaan tersebut berkembang dan tercatat di pasar modal Indonesia.
Hal ini mengajarkan bahwa tidak ada keberhasilan besar tanpa proses. Banyak orang ingin cepat sukses, tetapi tidak semua bersedia menjalani perjalanan panjang yang penuh tantangan. Menurut saya, pengusaha yang berhasil bukanlah mereka yang tidak pernah mengalami kesulitan, melainkan mereka yang mampu bertahan, terus belajar, dan tidak berhenti ketika menghadapi hambatan.
2. Berani Berubah dan Melihat Peluang Masa Depan
Salah satu langkah penting Prajogo Pangestu adalah mengembangkan Barito Pacific dari industri perkayuan menuju sektor petrokimia melalui investasi strategis pada Chandra Asri. Kelompok usahanya kemudian memperluas investasi ke sektor energi, termasuk panas bumi melalui Barito Renewables dan Star Energy Geothermal, serta berbagai kegiatan industri dan infrastruktur.
Transformasi tersebut menunjukkan bahwa pengusaha harus memiliki kemampuan membaca perkembangan ekonomi dan kebutuhan pasar. Dalam dunia bisnis, keberhasilan masa lalu tidak selalu menjamin keberhasilan masa depan. Perubahan teknologi, persaingan, dan kebutuhan masyarakat menuntut pelaku usaha untuk terus berinovasi.
Jangan hanya mempertahankan usaha yang sudah berjalan, tetapi pikirkan bagaimana usaha tersebut dapat terus berkembang dan memiliki daya saing pada masa depan. Prinsip ini sangat relevan bagi pelaku UMKM Indonesia. Usaha kecil sekalipun harus mulai membangun sistem, meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, dan memanfaatkan teknologi.
3. Keberhasilan Usaha Harus Memberikan Manfaat bagi Masyarakat
Perjalanan bisnis Prajogo Pangestu juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan perusahaan dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan industri, investasi, dan penciptaan kesempatan kerja. Selain aktivitas bisnis, melalui Bakti Barito Foundation yang didirikan bersama istrinya, Harlina Tjandinegara, terdapat berbagai kegiatan sosial yang berfokus pada pendidikan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat.
Hal ini mengingatkan kita bahwa ukuran keberhasilan seorang pengusaha tidak semata-mata terletak pada besarnya kekayaan atau jumlah perusahaan yang dimiliki. Keberhasilan yang lebih bermakna adalah ketika usaha yang dibangun mampu menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan, dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Menurut saya, Indonesia membutuhkan semakin banyak pengusaha yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial, integritas, dan kepedulian terhadap pembangunan bangsa.
Prajogo Pangestu sebagai Inspirasi Pengusaha Nasional
Dengan perjalanan usaha selama puluhan tahun, Prajogo Pangestu menjadi salah satu tokoh yang patut dipertimbangkan sebagai kandidat WINTOBA AWARD 2027 dalam kategori Lifetime Business Achievement Award. Penghargaan tersebut dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap tokoh pengusaha yang memiliki rekam jejak panjang, kepemimpinan bisnis, kemampuan melakukan transformasi usaha, serta kontribusi terhadap perekonomian nasional. Tentunya, penetapan penerima penghargaan harus melalui proses penilaian yang objektif dan independen. Bagi generasi muda dan pelaku UMKM, perjalanan Prajogo Pangestu memberikan pesan bahwa jangan pernah meremehkan usaha yang dimulai dari kecil. Bangun pengetahuan, perluas pengalaman, jaga kepercayaan, dan terus kembangkan kemampuan untuk menghadapi perubahan.
Kesuksesan bukan hanya tentang seberapa besar usaha yang kita miliki hari ini, tetapi tentang seberapa kuat fondasi yang kita bangun untuk masa depan. Pada akhirnya, kita dapat belajar bahwa ketekunan membangun fondasi, keberanian membuka peluang, inovasi menciptakan pertumbuhan, dan kepedulian menjadikan keberhasilan lebih bermakna. Semoga perjalanan Prajogo Pangestu menjadi inspirasi bagi lahirnya semakin banyak pengusaha Indonesia yang tangguh, mandiri, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.(BN)
