Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 Tahun Pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Membangun perusahaan besar membutuhkan kerja keras, ketekunan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan menghadapi perubahan ekonomi. Namun, mempertahankan perusahaan ketika menghadapi krisis sering kali jauh lebih sulit dibandingkan membangunnya. Salah satu tokoh pengusaha Indonesia yang perjalanan bisnisnya memberikan pelajaran berharga adalah Anthoni Salim, pemimpin Salim Group dan Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk, yang berhasil mempertahankan serta mengembangkan kelompok usaha keluarga menjadi kekuatan penting dalam industri makanan, agribisnis, ritel, dan investasi.
Di bawah kepemimpinannya, bisnis keluarga Salim terus berkembang melalui berbagai perusahaan, termasuk Indofood yang menghasilkan produk makanan dengan jangkauan pasar internasional. Salah satu contoh keberhasilan merek Indonesia tersebut adalah Indomie, yang kini tersedia di lebih dari 100 negara. Perjalanan Anthoni Salim memberikan pelajaran penting bahwa kesuksesan bisnis bukan hanya ditentukan oleh kemampuan memperoleh keuntungan, tetapi juga oleh kemampuan menghadapi krisis, menjaga keberlangsungan usaha, dan melihat peluang pertumbuhan pada masa depan. Menurut saya, pengusaha hebat bukanlah mereka yang tidak pernah menghadapi kegagalan atau kesulitan, melainkan mereka yang mampu mengambil keputusan tepat ketika keadaan sedang tidak menguntungkan.
Ada tiga pelajaran penting yang dapat kita petik dari perjalanan bisnis Anthoni Salim.
Kepemimpinan Sejati Terlihat Ketika Menghadapi Krisis
Anthoni Salim merupakan putra Sudono Salim atau Liem Sioe Liong, pendiri Salim Group yang membangun kelompok usaha besar di Indonesia. Salah satu ujian terberat dalam perjalanan bisnis keluarga Salim terjadi ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi dan moneter pada tahun 1997–1998.
Pada masa tersebut, berbagai perusahaan menghadapi tekanan keuangan, meningkatnya beban utang, serta ketidakpastian ekonomi. Salim Group juga menghadapi persoalan besar yang mengharuskan dilakukannya restrukturisasi dan pelepasan sejumlah aset usaha. Dalam situasi sulit tersebut, Anthoni Salim mengambil peran penting dalam melakukan penataan kembali bisnis keluarga, mempertahankan usaha strategis, serta membangun kembali kekuatan perusahaan.
Perjalanan tersebut memberikan pelajaran bahwa setiap pengusaha harus memiliki kemampuan mengelola risiko dan mengambil keputusan ketika menghadapi keadaan yang tidak sesuai harapan. Banyak orang mampu memimpin ketika perusahaan berkembang dan keuntungan meningkat. Namun, tidak semua mampu mempertahankan ketenangan dan mengambil keputusan sulit ketika perusahaan menghadapi ancaman.
Menurut saya, kualitas seorang pemimpin tidak hanya terlihat ketika ia berhasil membawa perusahaan mencapai keuntungan besar, tetapi juga ketika ia mampu menyelamatkan dan mempertahankan usaha dalam keadaan sulit. Pelajaran ini sangat relevan bagi pelaku UMKM. Ketika penjualan menurun, biaya produksi meningkat, atau persaingan semakin ketat, jangan langsung menyerah. Evaluasi pengeluaran, perbaiki strategi, jaga arus kas, dan cari peluang untuk mempertahankan keberlangsungan usaha.
Membangun Produk Berkualitas agar Mampu Bersaing di Pasar Internasional
Salah satu kekuatan bisnis yang berada dalam kelompok usaha Salim adalah industri makanan melalui Indofood. Perusahaan ini mengembangkan berbagai produk makanan dan minuman yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu merek yang dikenal luas adalah Indomie, produk mi instan Indonesia yang berhasil menjangkau pasar internasional, termasuk kawasan Asia, Afrika, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar dunia apabila didukung kualitas produk, inovasi, jaringan distribusi, serta strategi pemasaran yang tepat. Menurut saya, pelaku usaha Indonesia tidak boleh merasa rendah diri terhadap produk luar negeri. Kita memiliki potensi besar untuk menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas serta mampu diterima masyarakat internasional.
Bagi pelaku UMKM, pelajaran ini sangat penting. Jangan hanya memikirkan bagaimana produk dapat terjual hari ini, tetapi pikirkan bagaimana membangun merek yang dipercaya konsumen dalam jangka panjang. Mulailah dengan menjaga kualitas, memperbaiki kemasan, mengembangkan pemasaran digital, meningkatkan pelayanan, dan membangun identitas produk yang mudah dikenal masyarakat.
Usaha kecil tidak harus selamanya menjadi kecil. Dengan manajemen yang baik, inovasi, dan konsistensi menjaga kualitas, usaha sederhana dapat berkembang menjadi perusahaan yang memiliki pasar lebih luas.
Membangun Sistem Bisnis agar Usaha Mampu Bertahan dan Berkembang
Pelajaran penting lainnya dari perjalanan Anthoni Salim adalah kemampuan mengembangkan bisnis melalui berbagai sektor usaha dan investasi jangka panjang. Salim Group tidak hanya dikenal melalui industri makanan, tetapi juga memiliki kepentingan bisnis dalam sektor agribisnis, perdagangan ritel, distribusi, dan investasi.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan besar membutuhkan kemampuan membangun organisasi, mengelola sumber daya manusia, mengembangkan jaringan usaha, serta menerapkan sistem manajemen yang berkesinambungan. Tidak mungkin perusahaan besar dapat berkembang hanya dengan mengandalkan satu orang yang mengatur seluruh pekerjaan.
Menurut saya, salah satu kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha adalah terlalu sibuk menjalankan pekerjaan sehari-hari sehingga tidak memiliki waktu untuk membangun sistem yang membuat usahanya berkembang. Banyak pelaku UMKM bekerja dari pagi hingga malam, melayani pelanggan, membeli bahan baku, mengatur persediaan, mencatat keuangan, hingga mengurus pemasaran sendiri. Akibatnya, ketika pemilik usaha tidak bekerja, kegiatan bisnis juga ikut berhenti.
Padahal, tujuan membangun usaha seharusnya bukan hanya menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri, tetapi juga membangun organisasi yang mampu berjalan secara profesional. Karena itu, pelaku UMKM perlu mulai membiasakan diri membuat pencatatan keuangan, membagi tugas, menyusun standar operasional, meningkatkan kemampuan karyawan, dan memanfaatkan teknologi.
Keberhasilan seorang pengusaha bukan hanya ketika ia mampu menjalankan usahanya sendiri, tetapi ketika ia berhasil membangun sistem yang memungkinkan usahanya terus berjalan dan berkembang.
Anthoni Salim sebagai Inspirasi Kepemimpinan Industri Nasional
Dengan pengalaman panjang dalam memimpin dan mengembangkan kelompok usaha, kemampuan menghadapi krisis ekonomi, serta kontribusinya dalam pengembangan industri makanan dan investasi, Anthoni Salim layak dipertimbangkan sebagai kandidat WINTOBA AWARD 2027 dalam kategori WINTOBA National Industry Leadership Award. Penghargaan tersebut dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap tokoh pengusaha yang memiliki kepemimpinan industri, kemampuan menghadapi perubahan ekonomi, keberhasilan mengembangkan perusahaan, serta kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Tentunya, penetapan penerima penghargaan harus melalui proses penilaian yang objektif, independen, dan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk tata kelola perusahaan, keberlanjutan usaha, dan tanggung jawab sosial. Bagi generasi muda dan pelaku UMKM, perjalanan Anthoni Salim memberikan pesan bahwa tantangan dan kesulitan bukan alasan untuk berhenti membangun masa depan.
Krisis dapat menjadi momentum untuk memperbaiki sistem, mengevaluasi strategi, memperkuat manajemen, dan menemukan peluang baru. Jangan hanya bercita-cita menjadi pengusaha yang memiliki omzet besar, tetapi bercita-citalah membangun perusahaan yang kuat, mampu menciptakan lapangan pekerjaan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Indonesia membutuhkan semakin banyak pengusaha yang berani membangun industri, meningkatkan kualitas produk dalam negeri, memperluas kesempatan kerja, serta membawa merek Indonesia bersaing di pasar internasional.
Pada akhirnya, kita dapat belajar bahwa ketekunan membangun fondasi, keberanian menghadapi krisis memperkuat kepemimpinan, inovasi membuka peluang pertumbuhan, dan sistem manajemen menjaga keberlangsungan usaha. Kesuksesan bukan hanya tentang seberapa besar perusahaan yang kita bangun hari ini, tetapi tentang seberapa kuat perusahaan tersebut mampu bertahan menghadapi perubahan dan seberapa besar manfaat yang dapat diberikan bagi generasi mendatang.
Semoga perjalanan Anthoni Salim menjadi inspirasi bagi lahirnya semakin banyak pengusaha Indonesia yang tangguh, mandiri, inovatif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri serta perekonomian bangsa.(BN)
