Oleh: Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Semakin bertambah usia, kehidupan seharusnya tidak hanya mengajarkan kita untuk menjadi lebih kuat, tetapi juga lebih hati-hati dalam berpikir dan berbicara. Menurut saya, apa yang terus-menerus kita ucapkan dapat memengaruhi cara kita melihat kehidupan. Karena itu, jangan sampai keluhan yang diulang setiap hari membuat kita kehilangan rasa syukur dan harapan. Ketika hidup terasa berat, jangan mudah berkata bahwa diri kita sudah tidak berguna, hidup terlalu susah, atau tidak ada lagi yang peduli. Berhentilah sejenak, tenangkan hati, dan lihat kembali bahwa masih ada banyak hal yang patut disyukuri.
Jangan Merendahkan Diri Sendiri
Usia boleh bertambah, tenaga mungkin tidak lagi seperti dahulu, tetapi bukan berarti seseorang kehilangan nilai dan arti dalam kehidupan. Selama masih diberi kesehatan, kesempatan, keluarga, dan waktu, selalu ada alasan untuk melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. Anak-anak mungkin sibuk dengan kehidupan mereka. Orang-orang di sekitar kita juga mempunyai kesibukan masing-masing. Jangan terburu-buru menganggap diri tidak diperhatikan atau dilupakan.
Ubah Keluhan Menjadi Doa
Daripada terus berkata tentang kesulitan, cobalah mengubah ucapan menjadi doa. Bukan hanya mengeluhkan keadaan, tetapi mengatakan, “Tuhan, tenangkan hatiku, sehatkan tubuhku, cukupkan rezekiku, dan jagalah anak-anakku.” Menurut saya, kalimat sederhana seperti ini dapat membantu kita menjaga harapan dan melihat kehidupan dengan pikiran yang lebih positif.
Tidak Semua Hal Harus Dilawan
Semakin dewasa, kita juga perlu memahami bahwa tidak semua persoalan harus dijawab, tidak semua perkataan harus dibalas, dan tidak semua orang harus dilawan. Terkadang beristirahat, diam sejenak, dan menjaga ketenangan jauh lebih baik daripada terus membawa beban di dalam hati. Jika beban terasa sangat berat atau sampai muncul keinginan untuk mengakhiri hidup, jangan dipendam sendiri. Berbicaralah dengan keluarga, orang yang dipercaya, atau tenaga profesional yang dapat membantu. Pada akhirnya, jagalah pikiran, jagalah hati, dan terutama jagalah ucapan. Jangan sampai ucapan menjadi sumber keputusasaan. Jadikanlah setiap kalimat yang keluar dari mulut kita sebagai doa baik untuk kehidupan hari ini dan hari-hari yang akan datang.(BN)
