Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Penetua Gereja | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah lebih dari 30 tahun pengabdian sebagai Pelayan Nasabah | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” — Mazmur 46:2
Dalam kehidupan, ada masa ketika persoalan datang hampir bersamaan. Pekerjaan terasa berat, usaha menghadapi tantangan, keluarga membutuhkan perhatian, kondisi ekonomi menekan, atau hati sedang membawa beban yang tidak mudah diceritakan kepada orang lain. Pada saat seperti itu, manusia bisa merasa lelah dan seolah harus menghadapi semuanya sendiri.
Namun Mazmur 46:2 mengingatkan bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan dan sumber kekuatan. Menurut saya, iman bukan berarti kita tidak pernah mempunyai masalah. Iman berarti kita mengetahui kepada siapa kita harus datang ketika kekuatan kita mulai terbatas.
Lebih dari 30 tahun saya mengabdi di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai pelayan nasabah di Depok. Saya bertemu dengan ribuan masyarakat dengan berbagai perjalanan kehidupan. Ada yang sedang membangun usaha, menghadapi kesulitan, mengalami kegagalan, kemudian mencoba kembali. Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa orang yang sedang menghadapi kesulitan tidak selalu membutuhkan penghakiman; sering kali mereka membutuhkan dukungan, kesempatan, dan seseorang yang mau membantu.
Karena itu, ketika persoalan datang, jangan hanya memendam semuanya sendiri. Berdoalah kepada Tuhan, tetapi tetaplah melakukan bagian kita. Kalau usaha sedang sulit, evaluasi dan perbaiki. Kalau hubungan dengan keluarga terganggu, bangun kembali komunikasi. Kalau pernah salah mengambil keputusan, beranilah mengakuinya dan belajar darinya.
Dalam perjalanan hidup saya, pelayanan menjadi nilai yang terus saya pegang. Ketika bekerja di Bank BRI, saya belajar menjadi pelayan nasabah. Ketika dipercaya menjadi penetua gereja, saya belajar melayani Tuhan dan sesama. Dan ketika masyarakat memberikan kepercayaan kepada saya menjadi Anggota DPRD Kota Depok, saya kembali belajar menjadi pelayan masyarakat. Di mana pun kita ditempatkan, hidup seharusnya memberikan manfaat.
Kita juga jangan berhenti menjadi berkat hanya karena diri kita sedang menghadapi persoalan. Terkadang perhatian sederhana, sebuah doa, informasi, kesempatan, atau kata-kata yang menguatkan dapat sangat berarti bagi seseorang yang sedang berada dalam kesulitan.
Ada saatnya Tuhan belum langsung menghilangkan masalah, tetapi Dia memberikan kekuatan agar kita mampu melewatinya. Ada persoalan yang tidak langsung selesai, tetapi melalui proses itu kita dapat menjadi lebih sabar, lebih rendah hati, lebih bijaksana, dan semakin dekat kepada Tuhan.
Karena itu, ketika hidup terasa berat, jangan menyerah dan jangan merasa berjalan sendirian. Tetaplah berdoa, tetaplah berusaha, tetaplah memperbaiki diri, dan jangan berhenti berbuat baik.
Tuhan mungkin tidak selalu langsung mengangkat beban kita, tetapi Dia sanggup memberikan kekuatan agar kita tetap berdiri di bawah beban itu sampai jalan keluar datang. Ketika kekuatan kita terasa habis, ingatlah Tuhan tetap menjadi tempat perlindungan, sumber kekuatan, dan penolong dalam setiap kesesakan.(BN)
