Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Penetua Gereja | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah lebih dari 30 tahun pengabdian sebagai Pelayan Nasabah | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau.” — Yesaya 41:10
Dalam kehidupan, ada masa ketika manusia merasa takut menghadapi hari esok. Kita memikirkan pekerjaan, usaha, kebutuhan keluarga, kesehatan, pendidikan anak, ekonomi, bahkan persoalan yang belum menemukan jalan keluar. Semakin banyak dipikirkan, terkadang semakin besar pula kekhawatiran yang muncul. Namun firman Tuhan dalam Yesaya 41:10 mengingatkan bahwa kita tidak berjalan sendirian. Tuhan tidak menjanjikan bahwa kehidupan selalu mudah, tetapi Tuhan memberikan keyakinan bahwa dalam setiap perjalanan, kita dapat tetap berharap kepada-Nya. Menurut saya, keberanian bukan berarti seseorang tidak mempunyai rasa takut. Keberanian adalah tetap melangkah sekalipun kita sedang takut, karena percaya Tuhan menyertai kita.
Lebih dari 30 tahun saya mengabdi di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai pelayan nasabah di wilayah Depok. Saya bertemu dengan ribuan masyarakat dengan berbagai perjuangan kehidupan. Ada yang sedang membangun usaha, mengalami kesulitan ekonomi, pernah gagal, kemudian mencoba kembali. Dari perjalanan tersebut saya belajar bahwa keadaan hari ini tidak selalu menentukan keadaan kita selamanya. Ada orang yang pernah jatuh, tetapi kemudian bangkit. Ada usaha yang pernah mengalami kesulitan, tetapi kemudian berkembang. Karena itu, ketika menghadapi masalah, jangan terlalu cepat menyerah. Berdoalah, tetapi tetap bekerja. Percayalah kepada Tuhan, tetapi tetap lakukan bagian kita dengan sungguh-sungguh.
Dalam perjalanan hidup saya, pelayanan juga menjadi pelajaran penting. Ketika bekerja di Bank BRI, saya belajar menjadi pelayan nasabah. Ketika dipercaya sebagai penetua gereja, saya belajar melayani Tuhan dan sesama. Dan ketika diberikan kepercayaan menjadi Anggota DPRD Kota Depok, saya kembali belajar menjadi pelayan masyarakat. Tempat pelayanan dapat berubah, tetapi hidup harus tetap memberikan manfaat. Jangan pula membiarkan ketakutan membuat kita berhenti berbuat baik. Kalau kita mempunyai kesempatan membantu orang lain, bantulah. Kalau mempunyai ilmu, bagikanlah. Kalau mempunyai jaringan, bukalah kesempatan. Kalau mempunyai jabatan, gunakanlah untuk melayani.
Terkadang kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok. Namun kita masih dapat menentukan bagaimana menjalani hari ini: dengan iman, kejujuran, kerja keras, kepedulian, dan pengharapan. Kalau hari ini kehidupan terasa berat, jangan langsung menganggap semuanya telah berakhir. Masih ada hari esok. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Masih ada jalan untuk mencoba kembali.
Jangan takut menghadapi hari esok. Tetaplah berdoa, tetaplah berusaha, dan tetaplah menjadi berkat. Sebab ketika kita belum mengetahui bagaimana jalan di depan, Tuhan tetap mengetahui ke mana Dia sedang menuntun kehidupan kita.(BN)
