Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Dalam dunia kerja, pendidikan tinggi dan lulusan perguruan tinggi ternama sering dianggap sebagai ukuran utama kemampuan seseorang. Padahal menurut saya, gelar akademik dan nama besar kampus bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Karakter, keuletan, integritas, dan kemampuan bekerja sama justru memiliki peran besar dalam menentukan kualitas seseorang.
Pendidikan memang penting, tetapi pengetahuan harus diwujudkan melalui sikap, tanggung jawab, dan hasil pekerjaan. Dunia kerja membutuhkan orang yang bukan hanya pandai menjawab pertanyaan, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan dan dapat dipercaya.
Keuletan Lebih Penting daripada Sekadar Prestasi Akademik
Nilai akademik yang tinggi merupakan pencapaian yang baik, tetapi dunia kerja juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menghadapi kesulitan. Orang yang ulet tidak mudah menyerah, mau belajar, menerima kritik, dan berusaha menemukan solusi ketika menghadapi tantangan. Menurut saya, kemampuan terus berkembang sering kali lebih berharga daripada merasa sudah mengetahui segalanya.
Karakter Menentukan Kualitas Profesional
Kecerdasan dapat dikembangkan dan keterampilan dapat dilatih, tetapi karakter memerlukan pembiasaan serta komitmen. Disiplin, tanggung jawab, kerendahan hati, kemampuan bekerja sama, dan sikap menghargai orang lain merupakan fondasi profesionalisme. Dalam dunia kerja maupun kepemimpinan, kemampuan yang tinggi harus berjalan bersama kedewasaan dalam bersikap.
Integritas Adalah Modal Utama Kepercayaan
Seseorang dapat memiliki gelar tinggi dan pengalaman luas, tetapi semuanya kehilangan nilai apabila tidak disertai kejujuran. Menurut saya, integritas terlihat dari kesesuaian antara perkataan, tindakan, dan tanggung jawab. Perusahaan dan organisasi membutuhkan orang yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan serta mengambil keputusan secara etis.
Pesan untuk Masyarakat
Saya mengajak generasi muda, mahasiswa, pencari kerja, dan para profesional untuk tidak hanya mengejar ijazah atau nama besar perguruan tinggi, tetapi juga terus membangun keterampilan, karakter, dan integritas. Jangan merasa rendah diri karena bukan lulusan kampus ternama. Sebaliknya, jangan merasa lebih unggul hanya karena memiliki gelar akademik yang tinggi. Setiap orang mempunyai kesempatan untuk berkembang melalui pendidikan, pengalaman, kerja keras, dan kemauan memperbaiki diri.
Dunia usaha juga perlu memberikan kesempatan yang adil dengan menilai calon pekerja berdasarkan kompetensi, potensi, karakter, dan kesesuaian dengan tanggung jawab pekerjaan. Menurut saya, pendidikan membuka kesempatan, keuletan membangun kemampuan, karakter membentuk profesionalisme, dan integritas menjaga kepercayaan.
Pada akhirnya, kualitas seseorang bukan hanya ditentukan oleh dari mana ia memperoleh pendidikan, tetapi juga bagaimana ia menggunakan ilmu, menghadapi tantangan, dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya. Karena gelar dapat menjadi bukti pendidikan, tetapi keuletan, karakter, dan integritaslah yang menunjukkan kualitas diri dalam kehidupan nyata.(BN)
