Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Dalam kehidupan sosial, dunia kerja, bisnis, maupun kepemimpinan, penampilan sering menjadi salah satu hal pertama yang diperhatikan ketika seseorang bertemu dengan orang lain. Namun menurut saya, penampilan yang baik bukan berarti harus mengenakan pakaian mahal, barang bermerek, atau mengikuti setiap perkembangan mode. Penampilan yang baik adalah kemampuan menempatkan diri secara pantas, rapi, percaya diri, dan sesuai dengan situasi yang dihadapi.
Kesan pertama dapat terbentuk dalam waktu singkat, bahkan sebelum seseorang menunjukkan kemampuan atau menyampaikan gagasannya. Karena itu, cara berpakaian, kebersihan, bahasa tubuh, dan sikap dapat membantu membangun citra profesional. Namun penampilan tetap harus didukung kemampuan dan karakter agar kepercayaan yang terbentuk dapat bertahan. Ada tiga hal penting yang menurut saya perlu menjadi perhatian.
Penampilan yang Baik Tidak Harus Mahal
Banyak orang beranggapan bahwa untuk terlihat profesional seseorang harus menggunakan pakaian mahal atau barang bermerek. Padahal, kerapian, kesesuaian warna, pemilihan bahan, kebersihan, serta kemampuan menyesuaikan pakaian dengan situasi sering kali jauh lebih penting daripada harga. Menurut saya, berkelas bukan berarti mewah. Berkelas adalah kemampuan menampilkan diri dengan pantas, sederhana, dan penuh rasa percaya diri. Penampilan yang tepat juga mencerminkan kesiapan seseorang dalam menghargai lingkungan dan orang-orang yang ditemuinya.
Citra Profesional Harus Didukung Kompetensi
Penampilan dapat membantu menciptakan kesan awal yang positif, tetapi kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui penampilan. Seseorang harus memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan berkomunikasi, serta tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dipercayakan kepadanya. Dalam dunia bisnis maupun pelayanan publik, masyarakat membutuhkan orang yang bukan hanya terlihat meyakinkan, tetapi juga mampu memberikan solusi dan menunjukkan hasil kerja. Menurut saya, penampilan dapat membuka pintu kesempatan, tetapi kompetensi dan kualitas pekerjaanlah yang membantu menjaga kepercayaan. Karena itu, membangun citra diri harus berjalan bersama peningkatan kemampuan dan profesionalisme.
Karakter dan Integritas Menentukan Nilai Seseorang
Penampilan dapat diperbaiki dalam waktu singkat, tetapi karakter dibentuk melalui proses yang panjang. Kejujuran, kedisiplinan, kesopanan, empati, dan kemampuan menghargai orang lain merupakan bagian penting dari kualitas pribadi. Jangan sampai seseorang terlalu sibuk membangun citra yang menarik, tetapi mengabaikan tanggung jawab dan integritasnya. Menurut saya, citra yang baik seharusnya merupakan cerminan dari karakter yang sesungguhnya, bukan sekadar penampilan yang dibuat untuk memperoleh pengakuan. Semakin tinggi pendidikan, jabatan, dan tanggung jawab seseorang, semakin penting pula kemampuannya menjaga keselarasan antara penampilan, perkataan, dan tindakan.
Pesan untuk Masyarakat
Masyarakat perlu memahami bahwa membangun penampilan profesional bukan tentang kemewahan atau persaingan status sosial. Setiap orang dapat meningkatkan kualitas penampilannya sesuai kemampuan, kebutuhan, dan lingkungan masing-masing. Biasakan berpakaian rapi, menjaga kebersihan, berkomunikasi dengan santun, meningkatkan keterampilan, serta membangun rasa percaya diri tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain. Pada saat yang sama, jangan mudah menilai kualitas seseorang hanya berdasarkan pakaian, kondisi ekonomi, atau penampilan luarnya. Setiap manusia tetap harus dihargai berdasarkan martabat, perilaku, dan tindakannya. Menurut saya, penampilan yang baik akan membantu seseorang memperoleh perhatian, kemampuan yang baik akan membangun kepercayaan, dan karakter yang baik akan membuat seseorang dihormati.
Pada akhirnya, menjadi pribadi yang berkelas bukan tentang seberapa mahal apa yang kita kenakan, tetapi tentang bagaimana kita membawa diri, menggunakan kemampuan, menjaga integritas, dan memperlakukan orang lain dengan penuh penghormatan.(BN)
