Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Dalam kehidupan, banyak orang mengukur keberhasilan dari tingginya jabatan, gelar akademik, kekayaan, atau besarnya kekuasaan yang dimiliki. Namun menurut saya, kebesaran seseorang tidak ditentukan oleh seberapa tinggi kedudukannya, tetapi oleh bagaimana ia menggunakan kelebihan, kewenangan, dan kesempatan yang dimilikinya untuk memperlakukan orang lain.
Seseorang dapat memiliki pendidikan tinggi, kekayaan melimpah, dan pengaruh besar, tetapi semua itu kehilangan makna apabila digunakan untuk merendahkan martabat sesama. Kualitas manusia yang sesungguhnya justru terlihat ketika ia mampu menghargai orang lain, terutama mereka yang sedang berada dalam keadaan sulit.
Ada tiga prinsip penting yang menurut saya perlu menjadi pegangan dalam kehidupan.
Gunakan Kelebihan untuk Mengangkat, Bukan Merendahkan
Setiap orang memiliki kelebihan yang berbeda, baik dalam pengetahuan, kemampuan, pengalaman, maupun kedudukan sosial. Namun kelebihan tersebut bukan alasan untuk merasa lebih berharga daripada orang lain. Menurut saya, orang yang benar-benar memiliki kemampuan tidak membutuhkan kelemahan orang lain untuk menunjukkan kehebatannya. Justru semakin tinggi pengetahuan dan pengalaman seseorang, semakin besar tanggung jawabnya untuk membimbing, membantu, serta memberikan kesempatan kepada mereka yang masih membutuhkan dukungan.
Kekuasaan Harus Digunakan untuk Melindungi, Bukan Menindas
Kekuasaan dan jabatan merupakan bentuk kepercayaan yang membawa tanggung jawab moral, sosial, dan hukum. Kewenangan tidak boleh menjadi alat untuk mempermalukan, menekan, atau memperlakukan orang lain secara sewenang-wenang. Menurut saya, pemimpin yang berintegritas bukanlah mereka yang membuat orang lain merasa takut, tetapi mereka yang mampu menggunakan kewenangannya secara adil, bertanggung jawab, dan menghormati martabat manusia. Semakin besar kekuasaan yang dimiliki, semakin besar pula kewajiban untuk menjaganya agar tidak disalahgunakan.
Kualitas Karakter Terlihat dari Cara Memperlakukan Orang yang Sedang Kesulitan
Pakaian mahal, barang bermerek, gelar akademik, maupun jabatan tinggi tidak selalu mencerminkan kualitas karakter seseorang. Nilai kemanusiaan justru dapat terlihat dari bagaimana seseorang memperlakukan mereka yang tidak memiliki kekuasaan, sedang mengalami kegagalan, menghadapi kesulitan ekonomi, atau berada pada titik terendah kehidupannya. Menurut saya, orang yang benar-benar memiliki kebesaran jiwa tidak perlu membuat orang lain merasa kecil agar dirinya terlihat tinggi. Menghargai manusia tanpa memandang status sosial merupakan cerminan kedewasaan, empati, dan integritas.
Pesan untuk Masyarakat
Mari membangun kehidupan sosial yang lebih beradab dengan membiasakan diri menghormati setiap orang, tanpa membedakan jabatan, kekayaan, pendidikan, maupun latar belakang kehidupannya. Jika memiliki kelebihan, gunakan untuk membantu. Jika memiliki kekuasaan, gunakan untuk melindungi. Jika memiliki kesempatan membuat seseorang merasa dihargai, jangan pernah menyia-nyiakannya. Jangan mudah merendahkan orang yang sedang mengalami kesulitan, karena keadaan hidup manusia dapat berubah. Mereka yang hari ini membutuhkan pertolongan tetap memiliki martabat dan hak untuk diperlakukan dengan hormat.
Menurut saya, semakin tinggi pendidikan dan kedudukan seseorang, seharusnya semakin besar pula kerendahan hati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab sosial yang dimilikinya. Pada akhirnya, nilai manusia bukan ditentukan oleh seberapa banyak orang yang berada di bawah kekuasaannya, tetapi oleh seberapa banyak orang yang tetap merasa dihargai ketika berada di dekatnya. Karena manusia yang benar-benar besar tidak perlu mengecilkan orang lain untuk menunjukkan kebesarannya.(BN)
