Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Sekolah memberikan banyak ilmu penting untuk masa depan. Kita belajar membaca, berhitung, memahami ilmu pengetahuan, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Namun menurut saya, ada satu pengetahuan yang juga sangat penting untuk diperkenalkan sejak dini, yaitu bagaimana memahami dan mengelola uang dengan bijak. Banyak orang bekerja keras dan memiliki penghasilan, tetapi tetap mengalami kesulitan keuangan. Persoalannya tidak selalu karena penghasilan terlalu kecil, tetapi terkadang karena tidak memahami cara mengatur pemasukan, pengeluaran, utang, tabungan, dan aset.
Penghasilan Bukan Satu-satunya Kunci
Memiliki penghasilan besar belum tentu membuat seseorang memiliki kondisi keuangan yang sehat. Jika seluruh pendapatan selalu habis untuk memenuhi gaya hidup dan konsumsi, seseorang akan terus bergantung pada penghasilan berikutnya. Karena itu, penting membiasakan diri membedakan kebutuhan dan keinginan, mencatat pengeluaran, memiliki dana cadangan, serta menghindari utang yang tidak produktif.
Uang Harus Dikelola, Bukan Hanya Dihabiskan
Menurut saya, pendidikan keuangan seharusnya mengajarkan bahwa uang bukan sekadar alat untuk membeli sesuatu. Uang juga dapat digunakan untuk membangun masa depan melalui tabungan, pengembangan keterampilan, usaha, dan investasi yang dipahami risikonya. Kita juga harus terus meningkatkan kemampuan agar sumber penghasilan dapat berkembang. Jangan hanya bertanya, “Berapa uang yang saya dapatkan?”, tetapi mulai bertanya, “Bagaimana saya mengelola uang yang saya dapatkan?” Pendidikan formal tetap sangat penting. Namun pendidikan mengenai kehidupan nyata, termasuk literasi keuangan, juga perlu terus diperkuat melalui keluarga, sekolah, lingkungan, dan pengalaman pribadi.
Menurut saya, semakin cepat seseorang memahami cara kerja uang, semakin besar kesempatan baginya untuk membuat keputusan keuangan yang lebih baik dan membangun kehidupan yang lebih mandiri di masa depan.
