Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Dalam dunia usaha, perubahan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Teknologi berkembang, perilaku konsumen berubah, persaingan semakin kuat, dan model bisnis yang berhasil hari ini belum tentu tetap relevan beberapa tahun kemudian. Karena itu, salah satu kemampuan penting seorang pengusaha adalah membaca perubahan dan berani menyesuaikan arah bisnis. Perjalanan Eddy Kusnadi Sariaatmadja menjadi salah satu contoh menarik. Perjalanannya dimulai dari bisnis komputer melalui Elang Mahkota Komputer pada 1983. Dari bidang teknologi tersebut, usaha kemudian berkembang semakin luas hingga memasuki industri media dan membentuk perjalanan bisnis yang dikenal melalui EMTEK.
Bisnis Besar Tidak Dibangun dalam Semalam
Ketika melihat sebuah kelompok usaha besar, masyarakat biasanya melihat hasil akhirnya, perusahaan besar, jaringan bisnis yang luas, berbagai lini usaha, serta aset yang terus berkembang. Namun di balik semua itu terdapat proses panjang yang dibangun selama bertahun-tahun. Perjalanan Eddy menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis membutuhkan waktu, keberanian, ketekunan, dan kemampuan membaca peluang. Bisnis komputer yang menjadi titik awal tidak berhenti hanya pada satu bidang. Ketika perubahan industri dan kebutuhan pasar membuka peluang baru, usaha tersebut terus berkembang. Besarnya sebuah usaha hari ini sering kali merupakan hasil dari keberanian mengambil keputusan pada masa lalu. Pelajaran ini penting bagi pelaku UMKM. Jangan menilai masa depan usaha hanya dari ukurannya hari ini. Usaha kecil dapat tumbuh apabila pengelolanya terus belajar, memperbaiki sistem, membaca pasar, dan berani berkembang.
Berani Berpindah Mengikuti Perubahan Zaman
Salah satu hal penting dari perjalanan tersebut adalah kemampuan untuk tidak terpaku pada satu bidang usaha. Dunia komputer pada era 1980-an menawarkan peluang yang besar. Namun perkembangan zaman terus bergerak. EMTEK kemudian memperluas bisnis ke industri media, termasuk melalui SCTV, dan selanjutnya berkembang dengan Indosiar. Langkah seperti ini menunjukkan bahwa pengusaha harus mampu melihat perubahan tidak hanya sebagai ancaman, tetapi juga sebagai kesempatan. Banyak usaha mengalami kesulitan bukan karena produknya buruk, tetapi karena terlambat melihat perubahan. Konsumen sudah berubah, teknologi sudah berkembang, tetapi cara menjalankan usaha masih sama. Bisnis yang ingin bertahan harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi tanpa kehilangan arah.
Media Juga Mengalami Transformasi
Industri media merupakan salah satu sektor yang mengalami perubahan sangat cepat. Dahulu masyarakat sangat bergantung pada televisi untuk memperoleh berita dan hiburan. Kemudian internet, media sosial, layanan streaming, dan perangkat seluler mengubah pola konsumsi masyarakat. Perusahaan media tidak lagi cukup hanya mengandalkan satu saluran. Mereka harus memahami bagaimana masyarakat menikmati informasi dan hiburan di berbagai platform. Perjalanan EMTEK yang terus berkembang di era digital memperlihatkan pentingnya mengikuti perubahan tersebut. Ketika kebiasaan masyarakat berpindah, perusahaan juga harus mampu bergerak. Hal yang sama berlaku bagi UMKM. Pelaku usaha yang dahulu hanya mengandalkan toko fisik kini perlu mempertimbangkan media sosial, marketplace, layanan pesan antar, pembayaran digital, dan berbagai saluran lainnya.
Jangan Takut Memasuki Bidang Baru
Mengembangkan usaha ke bidang baru tentu mengandung risiko. Pengusaha harus mempelajari pasar baru, membangun sumber daya manusia, menyiapkan investasi, dan menghadapi kompetitor yang mungkin sudah lebih dahulu berada di sana. Namun tanpa keberanian mengambil langkah baru, sebuah usaha juga dapat kehilangan kesempatan. Keberanian dalam bisnis bukan berarti mengambil keputusan tanpa perhitungan. Justru keberanian yang baik selalu disertai riset, perencanaan, pengelolaan risiko, dan pemahaman terhadap kemampuan perusahaan. Berani berkembang bukan berarti meninggalkan kehati-hatian. Berani berkembang berarti mengetahui risiko, tetapi tetap mengambil langkah ketika peluang memang layak diperjuangkan.
UMKM Harus Belajar Membaca Peluang
Pelajaran dari perjalanan bisnis besar sebenarnya dapat diterapkan dalam skala yang lebih sederhana. Seorang pedagang makanan tidak harus selamanya hanya menjual langsung kepada pelanggan di satu tempat. Ia dapat mengembangkan produk kemasan, menerima pesanan daring, membuka layanan katering, membangun merek, atau bekerja sama dengan reseller. Pengusaha pakaian dapat memanfaatkan marketplace. Pelaku jasa dapat menggunakan media sosial. Usaha rumahan dapat memperluas pasar melalui teknologi. Yang perlu dibangun adalah kebiasaan untuk terus bertanya: apa yang berubah di pasar? Apa yang dibutuhkan pelanggan? Teknologi apa yang dapat membantu usaha? Apa peluang berikutnya yang dapat dikembangkan? Pertanyaan seperti itu akan menjaga sebuah usaha tetap hidup dan relevan.
Teknologi Harus Dilihat sebagai Peluang
Perjalanan dari komputer menuju media hingga memasuki era digital juga memberikan satu pesan penting: teknologi tidak seharusnya hanya dilihat sebagai alat, tetapi sebagai peluang untuk membangun model usaha baru. Saat ini perubahan teknologi bahkan berjalan lebih cepat. Kecerdasan buatan, perdagangan digital, pembayaran elektronik, analisis data, dan berbagai platform baru terus mengubah dunia bisnis. Pelaku usaha yang memahami teknologi memiliki kesempatan untuk bekerja lebih efisien, menjangkau pasar lebih luas, memahami pelanggan lebih baik, serta menciptakan produk yang lebih relevan. Namun teknologi tetap membutuhkan manusia yang memiliki visi dan kemampuan mengambil keputusan. Teknologi dapat berubah setiap saat, tetapi kemampuan membaca peluang, membangun kepercayaan, dan menjalankan bisnis dengan disiplin tetap menjadi fondasi utama.
Membangun Bisnis Membutuhkan Visi Jangka Panjang
Perjalanan bisnis yang berlangsung selama puluhan tahun menunjukkan bahwa pengusaha tidak dapat hanya berpikir mengenai keuntungan hari ini. Ada keputusan yang hasilnya mungkin baru terlihat beberapa tahun kemudian. Ada investasi yang membutuhkan waktu. Ada perubahan bisnis yang membutuhkan kesabaran sebelum memberikan hasil. Karena itu, pengusaha perlu memiliki visi. Visi membuat seseorang memahami ke mana bisnis akan diarahkan. Tanpa visi, perusahaan mudah hanya mengikuti keadaan. Dengan visi, perusahaan dapat mempersiapkan diri sebelum perubahan benar-benar terjadi. Bagi UMKM, visi tidak harus rumit. Mulailah dengan pertanyaan sederhana: usaha ini ingin menjadi seperti apa lima tahun mendatang?
Dari Komputer Menuju Ekosistem Bisnis yang Lebih Luas
Perjalanan Eddy Kusnadi Sariaatmadja memberikan pelajaran bahwa titik awal sebuah usaha tidak selalu menentukan batas akhirnya. Sebuah bisnis yang dimulai dari komputer dapat berkembang menuju media dan kemudian terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital. Yang membuat perjalanan seperti ini menarik bukan hanya besarnya perusahaan yang terbentuk, tetapi kemampuan untuk terus berubah mengikuti zaman. Bagi generasi muda dan pelaku UMKM, jangan takut apabila usaha hari ini masih sederhana. Bangun fondasinya dengan baik, pelajari pasar, gunakan teknologi, perkuat jaringan, dan jangan berhenti melihat peluang baru. Bisnis yang bertahan bukan selalu bisnis yang paling besar sejak awal, tetapi bisnis yang mampu belajar, beradaptasi, dan berani bergerak ketika zaman berubah. Dari bisnis komputer hingga membangun kelompok media dan teknologi, perjalanan tersebut mengingatkan kita bahwa pertumbuhan besar sering dimulai dari satu langkah, lalu dilanjutkan dengan keberanian untuk mengambil langkah berikutnya.
