Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Setiap usaha besar memiliki titik awal. Ada yang dimulai dari sebuah toko sederhana, usaha rumahan, keterampilan pribadi, bahkan dari ruang yang sangat terbatas. Perjalanan Martha Tilaar menjadi salah satu contoh bagaimana langkah sederhana, ketika dijalankan dengan ketekunan dan visi yang jelas, dapat berkembang menjadi perjalanan bisnis yang jauh lebih besar. Martha Tilaar memulai usahanya dari sebuah salon kecil. Berbekal ilmu, keterampilan, dan ketertarikan yang mendalam pada dunia kecantikan, ia melihat bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam dan tradisi perawatan kecantikan yang sangat besar. Dari pemikiran tersebut kemudian berkembang gagasan untuk menghadirkan produk kecantikan yang tidak hanya mengikuti perkembangan industri, tetapi juga membawa identitas dan kekayaan budaya Indonesia. Dari perjalanan tersebut lahir Sariayu, yang kemudian menjadi bagian penting dalam perkembangan bisnis kecantikan yang dibangunnya.
Usaha Besar Sering Dimulai dari Tempat yang Sederhana
Ketika melihat sebuah merek yang sudah dikenal luas, masyarakat sering kali hanya melihat hasil akhirnya. Kita melihat produk di berbagai toko, jaringan distribusi yang luas, perusahaan besar, dan nama yang sudah dikenal masyarakat. Namun perjalanan menuju posisi tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Ada proses panjang yang harus dilewati: melayani pelanggan, membangun kepercayaan, memahami kebutuhan pasar, memperbaiki produk, menghadapi persaingan, hingga mengambil keputusan untuk mengembangkan usaha. Kisah Martha Tilaar memberikan pelajaran bahwa besar kecilnya tempat kita memulai tidak menentukan seberapa jauh usaha dapat berkembang. Yang lebih menentukan adalah bagaimana seseorang mengelola kesempatan, meningkatkan kemampuan, dan terus memperbaiki usahanya. Bagi pelaku UMKM, pelajaran ini sangat relevan. Jangan merasa rendah hanya karena usaha masih berjalan dari rumah, kios kecil, atau dengan jumlah pelanggan yang terbatas. Banyak usaha besar memiliki perjalanan yang dimulai dari kondisi sederhana.
Pengetahuan Menjadi Modal yang Sangat Penting
Modal dalam membangun usaha bukan hanya uang. Pengetahuan, keterampilan, pengalaman, jaringan, dan kemampuan memahami pelanggan juga merupakan modal yang sangat berharga. Martha Tilaar membangun perjalanan usahanya dengan pengetahuan mengenai dunia kecantikan. Dari keterampilan tersebut, ia kemudian mampu melihat peluang yang lebih besar. Hal ini penting bagi pelaku usaha. Sebelum memperbesar bisnis, perbesar terlebih dahulu kemampuan kita. Pelajari produk, pahami pelanggan, perhatikan perkembangan pasar, tingkatkan kualitas pelayanan, dan jangan berhenti belajar. Semakin berkembang kemampuan seorang pengusaha, semakin besar pula peluang usahanya untuk berkembang. Karena itu, pelaku UMKM tidak boleh hanya sibuk berjualan. Mereka juga harus terus menambah pengetahuan mengenai keuangan, pemasaran, teknologi, pengelolaan pelanggan, kualitas produk, dan strategi bisnis.
Kekayaan Indonesia Dapat Menjadi Kekuatan Bisnis
Salah satu hal menarik dari perjalanan Martha Tilaar adalah kemampuannya melihat potensi dari kekayaan alam dan tradisi kecantikan Nusantara. Indonesia memiliki begitu banyak pengetahuan tradisional, bahan alami, budaya, makanan, kerajinan, tekstil, hingga berbagai produk lokal yang dapat dikembangkan menjadi usaha bernilai ekonomi tinggi. Persoalannya adalah bagaimana potensi tersebut diolah, dikemas, diberikan identitas, dijaga kualitasnya, dan diperkenalkan kepada pasar. Sebuah produk lokal tidak harus kehilangan identitasnya untuk menjadi modern. Justru kekuatan sebuah produk dapat muncul dari keunikan yang tidak dimiliki produk lain. Inilah yang perlu dipahami pelaku UMKM. Jangan selalu merasa produk dari luar lebih baik. Indonesia memiliki kekayaan yang sangat besar. Tugas pengusaha adalah mengubah kekayaan tersebut menjadi produk yang berkualitas, menarik, dan memiliki nilai tambah.
Merek Harus Memiliki Identitas
Dalam dunia usaha, produk yang baik saja belum tentu cukup. Konsumen juga membutuhkan alasan untuk mengingat sebuah merek. Sariayu menunjukkan pentingnya identitas dalam membangun bisnis. Sebuah merek akan lebih kuat apabila memiliki cerita, karakter, kualitas, dan nilai yang mudah dikenali masyarakat. Pelaku UMKM juga perlu mulai memikirkan hal yang sama. Nama usaha, kemasan, pelayanan, kualitas produk, cara berkomunikasi dengan pelanggan, hingga tampilan di media sosial harus memiliki arah yang jelas. Bisnis yang memiliki identitas akan lebih mudah dikenali, dipercaya, dan diingat pelanggan. Jangan sampai usaha sudah berjalan bertahun-tahun tetapi masyarakat masih sulit membedakan produk kita dengan produk pesaing.
Jangan Takut Mengembangkan Usaha
Banyak pelaku usaha mampu memulai, tetapi takut berkembang. Ketika pelanggan mulai bertambah, mereka justru ragu menambah kapasitas produksi, memperluas pemasaran, meningkatkan kualitas kemasan, atau menggunakan teknologi. Padahal setiap fase pertumbuhan membutuhkan keberanian baru. Apa yang berhasil ketika usaha masih kecil belum tentu cukup ketika usaha mulai berkembang. Sistem harus diperbaiki. Pengelolaan keuangan harus semakin tertib. Tim harus dibangun. Standar kualitas harus dijaga. Perjalanan dari salon kecil hingga berkembang menjadi bisnis kecantikan memberikan pelajaran bahwa seorang pengusaha harus berani naik ke tahap berikutnya ketika kesempatan datang. Keberanian tersebut tentu harus disertai perhitungan. Berkembang bukan berarti terburu-buru. Berkembang berarti mempersiapkan diri agar usaha mampu menangkap peluang yang lebih besar.
Ketekunan Lebih Penting daripada Hasil Instan
Era digital membuat kita sering melihat keberhasilan orang lain secara cepat. Kita melihat bisnis viral, produk laris, atau pengusaha yang terlihat sukses. Namun kita tidak selalu melihat berapa lama proses yang mereka jalani sebelumnya. Membangun usaha membutuhkan ketekunan. Ada hari ketika penjualan tinggi dan ada saat ketika penjualan turun. Ada produk yang berhasil dan ada yang harus diperbaiki. Ada keputusan yang menghasilkan keuntungan dan ada keputusan yang menjadi pelajaran. Pengusaha yang bertahan adalah mereka yang mampu belajar dari setiap keadaan. Kesuksesan bukan hanya tentang siapa yang paling cepat tumbuh, tetapi siapa yang mampu terus bertahan, belajar, dan memperbaiki diri.
Perempuan Memiliki Peran Besar dalam Dunia Usaha
Perjalanan Martha Tilaar juga menunjukkan besarnya kemampuan perempuan dalam membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan produk, dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian. Saat ini semakin banyak perempuan menjalankan UMKM, usaha kuliner, fesyen, kecantikan, jasa, perdagangan, hingga bisnis berbasis digital. Ketika perempuan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan ekonominya, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Dampaknya juga dapat dirasakan oleh keluarga, tenaga kerja, pemasok, dan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, perempuan pelaku usaha perlu terus mendapatkan akses terhadap pendidikan, teknologi, pasar, pendampingan, dan pembiayaan yang sehat agar semakin banyak usaha perempuan yang mampu naik kelas.
Dari Langkah Sederhana Menuju Perjalanan Besar
Perjalanan Martha Tilaar memberikan satu pesan yang sederhana tetapi penting: jangan meremehkan sebuah awal. Sebuah salon kecil dapat menjadi tempat lahirnya gagasan besar. Sebuah keterampilan dapat berkembang menjadi usaha. Sebuah pengetahuan mengenai tradisi dapat berkembang menjadi produk. Dan sebuah keberanian untuk memulai dapat membuka perjalanan panjang yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Bagi generasi muda dan pelaku UMKM, jangan menunggu semuanya sempurna untuk memulai. Gunakan kemampuan yang ada, pelajari pasar, jaga kualitas, bangun identitas, dan terus tingkatkan kemampuan. Usaha yang hari ini masih sederhana tidak harus selamanya kecil. Perjalanan besar sering kali dimulai dari langkah yang sederhana. Yang menentukan adalah keberanian untuk memulai, ketekunan menjalani proses, kemampuan membaca peluang, dan keyakinan terhadap potensi yang kita miliki.
