Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Politik merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui politik, berbagai keputusan mengenai ekonomi, pendidikan, kesehatan, hukum, pembangunan, pelayanan publik, hingga kesejahteraan masyarakat ditentukan. Menurut saya, politik seharusnya bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi jalan pengabdian kepada masyarakat. Jabatan politik bukan tujuan akhir. Jabatan adalah amanah yang harus digunakan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
Indonesia adalah negara besar dengan masyarakat yang sangat beragam. Karena itu, politik Indonesia membutuhkan pemimpin dan kader politik yang mampu menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Politik juga tidak boleh hanya ramai menjelang pemilu. Masyarakat membutuhkan kehadiran politik setiap hari, terutama ketika mereka menghadapi persoalan ekonomi, UMKM, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan hukum.
Menurut saya, politik yang baik adalah politik yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Politisi harus mau turun ke tengah masyarakat, mendengar keluhan, memahami persoalan, lalu memperjuangkan solusi melalui kebijakan dan pengawasan yang tepat.
Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk berbeda pilihan dan pandangan politik. Namun perbedaan tersebut jangan sampai memecah persaudaraan. Pemilu datang dan pergi, jabatan juga memiliki batas waktu, tetapi persatuan Indonesia harus terus dijaga. Karena itu, politik seharusnya dibangun melalui gagasan, program, dan kompetisi yang sehat, bukan melalui kebencian, fitnah, atau upaya memecah masyarakat demi kepentingan sesaat.
Politik juga membutuhkan integritas. Masyarakat sekarang semakin kritis dan tidak hanya melihat janji, tetapi juga rekam jejak, perilaku, serta hasil kerja seorang pemimpin. Menurut saya, integritas merupakan modal utama seorang politisi. Kekuasaan harus dijalankan secara bertanggung jawab, transparan, dan sesuai hukum. Politik tanpa integritas hanya akan melahirkan kekecewaan, sedangkan politik yang dijalankan dengan kejujuran akan membangun kepercayaan masyarakat.
Generasi muda juga harus berani masuk dan terlibat dalam politik. Mereka jangan hanya menjadi penonton. Mereka perlu belajar, berorganisasi, menyampaikan gagasan, serta mengambil bagian dalam kehidupan politik. Namun politik bukan semata-mata mengejar jabatan. Generasi muda harus dibekali etika, pengetahuan, kemampuan kepemimpinan, pemahaman hukum, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Menurut saya, masyarakat tidak membutuhkan terlalu banyak slogan. Masyarakat membutuhkan hasil. Mereka ingin lapangan pekerjaan tersedia, UMKM berkembang, pelayanan publik semakin mudah, hukum ditegakkan secara adil, pendidikan semakin baik, serta ekonomi keluarga semakin kuat. Karena itu, keberhasilan politik tidak cukup hanya diukur dari kemenangan dalam pemilu, tetapi dari seberapa besar perubahan positif yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Pada akhirnya, politik harus kembali kepada tujuan dasarnya, yaitu memperjuangkan kehidupan rakyat yang lebih baik. Bagi saya, politik adalah pengabdian. Kekuasaan hanyalah alat untuk bekerja, bukan tujuan yang harus dipertahankan dengan segala cara.
Indonesia membutuhkan politik yang lebih berintegritas, lebih manusiawi, lebih dekat dengan rakyat, dan berani menghadirkan kerja nyata. Karena politik yang baik bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi tentang berapa banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari kemenangan tersebut.
