Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Pendidikan menurut saya tidak boleh hanya dipahami sebagai proses memperoleh nilai, menghafal pelajaran, mendapatkan ijazah, atau menguasai sebanyak mungkin pengetahuan. Pendidikan yang sesungguhnya harus membentuk cara berpikir, watak, akal budi, integritas, dan kemampuan seseorang menggunakan ilmu secara bertanggung jawab.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, informasi kini dapat diperoleh dalam hitungan detik. Kecerdasan buatan bahkan mampu membantu manusia mencari informasi, menulis, menghitung, dan menganalisis berbagai persoalan. Karena itu, tantangan pendidikan hari ini bukan lagi sekadar bagaimana membuat seseorang mengetahui banyak hal, tetapi bagaimana membentuk manusia yang mampu menilai informasi, berpikir kritis, mengambil keputusan, dan menggunakan pengetahuannya dengan bijaksana.
Pendidikan Harus Mengajarkan Cara Berpikir
Menurut saya, sekolah dan perguruan tinggi tidak seharusnya hanya menjadi tempat memindahkan pengetahuan dari guru kepada peserta didik. Anak-anak dan generasi muda harus diberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, mencoba, melakukan kesalahan, serta menemukan jawaban melalui proses berpikir. Kemampuan berpikir jauh lebih penting daripada sekadar kemampuan menghafal. Pengetahuan dapat terus berubah, tetapi kemampuan memahami persoalan, membedakan informasi yang benar dan keliru, serta mengambil keputusan secara rasional akan digunakan sepanjang kehidupan. Guru bukan hanya pemberi jawaban. Guru mempunyai peran besar dalam membangkitkan rasa ingin tahu dan membentuk keberanian untuk berpikir.
Ilmu Harus Berjalan Bersama Watak dan Akal Budi
Seseorang dapat memiliki pendidikan tinggi dan kemampuan luar biasa, tetapi belum tentu memiliki kebijaksanaan. Pengetahuan tanpa integritas bahkan dapat digunakan dengan cara yang merugikan masyarakat. Karena itu, pendidikan harus memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter. Kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, kerja sama, keberanian mengakui kesalahan, dan penghormatan terhadap sesama harus menjadi bagian dari pendidikan. Menurut saya, keberhasilan pendidikan tidak cukup dinilai dari tingginya angka kelulusan atau banyaknya prestasi akademik. Kita juga perlu melihat manusia seperti apa yang dihasilkan oleh proses pendidikan tersebut.
Kemajuan Jangan Menghilangkan Kearifan
Modernisasi dan teknologi memberikan banyak peluang bagi generasi muda. Namun kemajuan tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan identitas, akar budaya, serta kearifan yang tumbuh di tengah masyarakat. Indonesia memiliki kekayaan budaya, tradisi, pengetahuan lokal, semangat gotong royong, serta berbagai nilai sosial yang telah hidup selama bertahun-tahun. Menurut saya, pendidikan modern dan kearifan lokal tidak perlu dipertentangkan. Generasi muda harus mampu menguasai teknologi dan memahami dunia global, tetapi tetap mengenal masyarakat, lingkungan, serta nilai-nilai yang membentuk identitasnya.
Pesan untuk Masyarakat
Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah dan guru. Keluarga, masyarakat, pemerintah, dan lingkungan sosial semuanya mempunyai peran dalam membentuk generasi berikutnya. Kita perlu memberikan anak-anak ruang untuk bertanya, kesempatan untuk berpikir, keberanian untuk mencoba, serta nilai-nilai yang dapat menjadi pegangan ketika mereka harus mengambil keputusan. Jangan hanya bertanya kepada anak, “Berapa nilaimu?” Tanyakan juga, “Apa yang kamu pelajari? Apa yang kamu pahami? Dan bagaimana ilmu itu dapat bermanfaat bagi orang lain?”
Menurut saya, pendidikan yang berhasil bukan hanya menghasilkan orang pintar, tetapi menghasilkan manusia yang memiliki karakter, akal budi, integritas, rasa kemanusiaan, dan kemampuan menggunakan ilmu untuk memberikan manfaat.
Karena tujuan tertinggi pendidikan bukan sekadar membuat manusia mengetahui lebih banyak, tetapi membentuk manusia yang semakin bijaksana dan semakin berguna bagi sesama.(BN)
