Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Masa muda merupakan salah satu fase penting dalam menentukan arah kehidupan. Namun di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, tidak sedikit generasi muda yang lebih sibuk mengikuti tren, mengejar popularitas, dan mencari pengakuan daripada mempersiapkan masa depannya.
Menurut saya, masa muda bukan hanya waktu untuk menikmati kehidupan, tetapi juga kesempatan terbaik untuk membangun pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemandirian ekonomi. Jangan sampai usia terus bertambah, tetapi kemampuan dan kualitas diri tidak ikut berkembang.
Kejar Ilmu dan Kemampuan, Bukan Sekadar Pengakuan
Popularitas dan tren dapat berubah dengan cepat, tetapi pengetahuan serta keterampilan yang terus dikembangkan dapat menjadi bekal jangka panjang. Generasi muda harus berani belajar, menguasai teknologi, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta membangun keterampilan yang bermanfaat. Menurut saya, lebih baik sibuk meningkatkan kualitas diri daripada menghabiskan waktu hanya untuk terlihat berhasil di hadapan orang lain.
Bangun Kemandirian Ekonomi Sejak Muda
Memiliki penghasilan bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga mempersiapkan kehidupan masa depan. Belajarlah bekerja, berwirausaha, mengelola keuangan, menabung, dan membangun aset sesuai kemampuan. Jangan sampai keinginan mengikuti gaya hidup membuat seseorang mengabaikan kondisi keuangannya. Kemandirian ekonomi dibangun melalui kedisiplinan, tanggung jawab, dan keputusan yang bijaksana.
Jangan Takut Gagal dan Memulai dari Nol
Tidak semua orang memiliki kesempatan dan titik awal kehidupan yang sama. Ada yang harus bekerja sambil belajar, menghadapi keterbatasan ekonomi, atau mengalami kegagalan sebelum menemukan jalan keberhasilannya. Menurut saya, kegagalan bukan akhir perjalanan selama seseorang masih memiliki kemauan untuk belajar, memperbaiki diri, dan mencoba kembali. Jangan menunda langkah hanya karena merasa belum siap atau takut dibandingkan dengan orang lain.
Pesan untuk Masyarakat dan Generasi Muda
Saya mengajak generasi muda untuk menggunakan waktunya secara lebih bijaksana. Nikmati masa muda, tetapi jangan mengorbankan masa depan hanya demi tren, gaya hidup, dan pengakuan sesaat. Bangun kemampuan, jaga kesehatan, perluas pengalaman, pilih lingkungan yang positif, dan mulailah mempersiapkan kemandirian ekonomi. Orang tua, pendidik, dan masyarakat juga perlu memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, mencoba, dan mengembangkan potensinya.
Menurut saya, keberhasilan masa muda bukan diukur dari seberapa mewah gaya hidup yang ditampilkan, tetapi dari seberapa kuat fondasi kehidupan yang mulai dibangun. Pada akhirnya, masa depan tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita impikan, tetapi juga oleh keputusan, kebiasaan, dan tindakan yang kita lakukan sejak hari ini.
Jangan sampai umur bertambah, tetapi kemampuan tidak berkembang. Jangan hanya mengejar penampilan sukses, tetapi bangunlah kemampuan untuk benar-benar berhasil. Karena suatu hari nanti, kita akan berterima kasih kepada diri sendiri yang pernah memilih untuk belajar, bekerja, dan berjuang ketika masih memiliki banyak kesempatan.(BN)
