Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Dalam kehidupan modern, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat bukan hanya bagaimana memperoleh penghasilan yang besar, tetapi bagaimana mengendalikan gaya hidup agar tidak melampaui kemampuan keuangan yang dimiliki. Menurut saya, banyak orang sebenarnya memiliki penghasilan yang cukup baik, tetapi menghadapi kesulitan finansial bukan semata-mata karena kurangnya pendapatan, melainkan karena pengeluaran yang terus meningkat mengikuti keinginan dan tuntutan gaya hidup.
Seseorang dapat memiliki pekerjaan yang baik, usaha yang berkembang, bahkan aset yang cukup besar. Namun semua itu dapat menghadapi tekanan ketika gaya hidup sudah terlalu tinggi dan sulit disesuaikan saat kondisi ekonomi berubah. Terlebih dalam dunia usaha, keuntungan tidak selalu meningkat. Ada masa ketika bisnis berkembang pesat, tetapi ada pula saat penjualan menurun, biaya meningkat, dan pendapatan tidak sesuai harapan.
Karena itu, keberhasilan finansial bukan hanya ditentukan oleh seberapa besar uang yang dihasilkan, tetapi juga oleh kemampuan mengendalikan pengeluaran dan menjaga keseimbangan kehidupan.
Ada tiga hal penting yang menurut saya perlu menjadi perhatian bersama.
Gaya Hidup Harus Disesuaikan dengan Kemampuan Finansial
Menurut saya, salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah membangun gaya hidup berdasarkan penghasilan tertinggi yang pernah diperoleh, seolah-olah kondisi tersebut akan berlangsung selamanya. Ketika pendapatan meningkat, keinginan untuk memiliki rumah lebih besar, kendaraan lebih mahal, atau menikmati berbagai fasilitas kehidupan memang dapat muncul. Namun setiap keputusan harus tetap mempertimbangkan kemampuan dan keberlanjutan keuangan.
Jangan sampai kenaikan penghasilan selalu diikuti kenaikan pengeluaran yang sama besarnya, sehingga tidak ada ruang untuk menabung, berinvestasi, atau mempersiapkan keadaan darurat. Dalam kehidupan, kita tidak selalu dapat mengendalikan kondisi ekonomi, tetapi kita dapat berusaha mengendalikan keputusan konsumsi. Menurut saya, hidup sederhana bukan berarti tidak mampu menikmati keberhasilan, melainkan memahami batas antara kebutuhan, kemampuan, dan keinginan.
Jangan Sampai Gaya Hidup Memaksa Kita Terjebak Utang
Dunia usaha memiliki risiko dan ketidakpastian. Ada masa ketika bisnis menghasilkan keuntungan besar, tetapi ada pula masa penurunan yang membutuhkan penyesuaian. Masalah dapat muncul ketika seseorang sudah terbiasa dengan pengeluaran tinggi dan tidak bersedia mengubah kebiasaannya saat pendapatan menurun. Akibatnya, sebagian orang berusaha mempertahankan gaya hidup melalui pinjaman, bahkan dengan bunga yang memberatkan. Jika keadaan tersebut berlangsung terus-menerus, tekanan keuangan dapat semakin besar.
Menurut saya, utang yang digunakan secara produktif dan diperhitungkan dengan matang berbeda dengan utang yang diambil semata-mata untuk mempertahankan penampilan atau pengakuan sosial. Jangan sampai seseorang yang sebenarnya memiliki kemampuan dan usaha yang baik kehilangan kestabilan keuangan hanya karena tidak mampu menyesuaikan gaya hidupnya. Kemampuan menurunkan pengeluaran ketika keadaan berubah merupakan bentuk kedewasaan finansial, bukan tanda kegagalan.
Lingkungan Pergaulan Dapat Memengaruhi Keputusan dan Masa Depan
Menurut saya, lingkungan pergaulan mempunyai pengaruh besar terhadap cara seseorang berpikir, mengambil keputusan, dan menentukan gaya hidup. Berada dalam lingkungan yang selalu mengukur keberhasilan melalui kemewahan, barang mahal, atau status sosial dapat mendorong seseorang mengikuti standar kehidupan yang sebenarnya tidak sesuai dengan kemampuannya. Sebaliknya, lingkungan yang sehat dapat memberikan dukungan, mengingatkan ketika kita melakukan kesalahan, dan membantu kita tetap berpikir rasional saat menghadapi kesulitan.
Pilihlah lingkungan yang mendorong kita menjadi lebih bijaksana, bukan lingkungan yang membuat kita terus merasa harus membuktikan kekayaan atau keberhasilan kepada orang lain. Hal ini penting bukan hanya bagi generasi muda, tetapi juga bagi mereka yang sudah dewasa, memiliki pekerjaan mapan, menjalankan usaha, bahkan telah mencapai keberhasilan ekonomi. Menurut saya, kedewasaan usia tidak selalu menjamin kedewasaan dalam mengelola keuangan. Kebijaksanaan justru terlihat dari kemampuan mengendalikan diri, memahami risiko, dan mengambil keputusan sesuai keadaan.
Pesan untuk Masyarakat
Saya mengajak masyarakat, terutama generasi muda, pekerja, pengusaha, dan pelaku UMKM, untuk semakin memahami pentingnya mengelola gaya hidup secara bijaksana. Jangan membangun kehidupan hanya untuk mendapatkan pengakuan orang lain. Jangan memaksakan kemewahan ketika kemampuan belum mencukupi. Dan jangan mempertahankan gaya hidup dengan utang yang justru mengancam masa depan. Biasakan menyusun anggaran, membangun dana darurat, mengendalikan pengeluaran, menjaga aset, serta memilih lingkungan pergaulan yang memberikan pengaruh positif.
Ketika penghasilan meningkat, jangan hanya memikirkan apa yang dapat dibeli, tetapi pikirkan pula apa yang dapat disimpan, dikembangkan, dan dipersiapkan untuk masa depan keluarga. Menurut saya, orang yang benar-benar berhasil bukanlah orang yang mampu mempertahankan kemewahan dalam segala keadaan, tetapi orang yang mampu menjaga keseimbangan hidup dan menyesuaikan diri ketika situasi berubah. Pada akhirnya, kekayaan dapat dibangun melalui kerja keras dan kesempatan, tetapi mempertahankannya membutuhkan disiplin, pengendalian diri, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.
Jangan sampai kita terlihat kaya di hadapan orang lain, tetapi diam-diam kehilangan ketenangan karena beban keuangan yang terus meningkat. Karena kehidupan yang berkualitas bukan tentang seberapa mewah kita hidup, melainkan seberapa bijaksana kita menggunakan apa yang kita miliki, tanpa mengorbankan ketenangan dan masa depan.(BN)
