Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Dalam dunia usaha, keberhasilan besar hampir selalu memiliki perjalanan panjang di belakangnya. Tidak ada perusahaan besar yang lahir hanya dalam satu malam. Ada proses belajar, keberanian mengambil keputusan, pengalaman menghadapi kegagalan, kemampuan membaca peluang, serta konsistensi membangun usaha dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Perjalanan James Riady menjadi salah satu contoh menarik. Ia lahir di Jakarta pada 7 Januari 1957 sebagai putra Mochtar Riady dan Suryawati. Perjalanan keluarga Riady dalam dunia usaha tidak langsung dimulai dari perusahaan besar. Jejak bisnis keluarga berawal dari usaha sederhana, termasuk toko sepeda di Malang, sebelum kemudian berkembang memasuki dunia perbankan dan berbagai sektor lainnya.
Kesuksesan Besar Memiliki Awal yang Sederhana
Sering kali kita melihat sebuah kelompok usaha ketika sudah memiliki gedung tinggi, pusat perbelanjaan, rumah sakit, lembaga pendidikan, dan berbagai perusahaan. Namun yang jarang terlihat adalah bagaimana semuanya dimulai. Kisah keluarga Riady mengajarkan bahwa ukuran sebuah usaha pada hari ini tidak menentukan seberapa besar usaha tersebut dapat berkembang di masa depan. Usaha kecil dapat menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar apabila dikelola dengan serius, memiliki visi, dan terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
Bagi pelaku UMKM, pelajaran ini sangat penting. Jangan pernah meremehkan usaha hanya karena hari ini masih kecil. Warung, toko, usaha jasa, bisnis rumahan, maupun usaha keluarga dapat menjadi fondasi yang kuat apabila memiliki pengelolaan yang baik. Yang terpenting bukan hanya dari mana kita memulai, tetapi ke mana kita ingin membawa usaha tersebut.
Hidup Mandiri Membentuk Karakter
Meskipun berasal dari keluarga pengusaha, proses pembentukan seorang penerus bisnis tetap membutuhkan kedisiplinan dan pengalaman. James Riady menjalani proses pendidikan dan kehidupan yang mengajarkannya untuk mandiri serta mengenal dunia usaha secara langsung. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi keluarga yang memiliki usaha. Anak tidak cukup hanya menerima bisnis yang sudah dibangun orang tua. Generasi penerus harus dipersiapkan agar memahami kerja keras, tanggung jawab, risiko, dan bagaimana sebuah perusahaan dijalankan.
Kekayaan dapat diwariskan, tetapi kemampuan memimpin harus dibentuk melalui pengalaman. Karena itu, pendidikan tidak hanya berbicara tentang gelar. Pendidikan juga berbicara tentang pengalaman hidup, kemampuan beradaptasi, keberanian mengambil keputusan, serta kesediaan belajar dari orang lain.
Belajar dari Dunia yang Lebih Luas
Pengalaman James Riady di luar negeri memperluas pemahamannya mengenai dunia bisnis dan perbankan. Berada di lingkungan yang berbeda membuat seseorang melihat cara kerja, budaya bisnis, manajemen, dan peluang dari sudut pandang yang lebih luas. Dalam dunia usaha sekarang, kemampuan belajar dari luar lingkungan kita sendiri menjadi semakin penting. Pelaku usaha tidak boleh merasa cukup dengan cara yang selama ini dilakukan. Kita harus melihat perkembangan teknologi, perubahan perilaku konsumen, strategi pesaing, dan model bisnis baru.
Menurut saya, pengusaha yang berhenti belajar sebenarnya sedang mempersiapkan usahanya untuk tertinggal. Belajar bukan berarti selalu harus pergi ke luar negeri. Hari ini pengetahuan dapat diperoleh melalui pendidikan, teknologi, komunitas usaha, seminar, pengalaman orang lain, hingga hubungan dengan pelanggan.
Jangan Hanya Bergantung pada Satu Sektor
Perjalanan Lippo Group juga menunjukkan bagaimana sebuah kelompok usaha dapat berkembang melampaui satu bidang. Perjalanan yang kuat di sektor perbankan kemudian berkembang ke berbagai sektor seperti properti, pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan kawasan. Kita mengenal berbagai aktivitas usaha yang berkaitan dengan nama Lippo, mulai dari pusat perbelanjaan, pengembangan kawasan, hingga jaringan pelayanan kesehatan seperti Siloam.
Pelajarannya bukan berarti setiap pengusaha harus memiliki banyak perusahaan. Tetapi ketika sebuah usaha sudah memiliki fondasi yang kuat, diversifikasi dapat menjadi salah satu cara memperluas peluang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu sumber pendapatan. Prinsip sederhana ini juga dapat diterapkan pada UMKM. Seorang pelaku kuliner misalnya tidak harus hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung. Ia dapat mengembangkan penjualan daring, katering, produk kemasan, kemitraan, atau saluran penjualan lainnya. Bisnis yang mampu beradaptasi akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertahan.
Membangun Bisnis Membutuhkan Visi Jangka Panjang
Pengusaha besar tidak hanya memikirkan keuntungan hari ini. Mereka melihat kebutuhan masyarakat lima, sepuluh, bahkan puluhan tahun ke depan. Ketika sebuah perusahaan masuk ke sektor pendidikan, kesehatan, properti, atau pengembangan kota, keputusan tersebut membutuhkan investasi besar dan pandangan jangka panjang. Hasilnya tidak selalu dapat dinikmati dalam waktu singkat.
Inilah perbedaan antara sekadar berdagang dan membangun bisnis. Berdagang dapat berorientasi pada transaksi hari ini. Sedangkan membangun bisnis membutuhkan sistem, sumber daya manusia, investasi, reputasi, jaringan, serta strategi agar perusahaan dapat bertahan dalam jangka panjang. Pelaku UMKM juga perlu mulai memiliki pola pikir seperti ini. Jangan hanya bertanya berapa omzet hari ini. Mulailah bertanya bagaimana usaha ini dapat bertahan lima atau sepuluh tahun lagi.
Generasi Penerus Harus Memperluas, Bukan Hanya Menikmati
Salah satu tantangan terbesar sebuah bisnis keluarga adalah regenerasi. Banyak usaha berhasil dibangun oleh generasi pertama, tetapi kemudian melemah ketika berpindah kepada generasi berikutnya. Generasi penerus seharusnya tidak hanya menikmati hasil yang sudah dibangun. Mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga, memperbaiki, memperluas, dan menyesuaikan perusahaan dengan zamannya.
Warisan terbaik dalam bisnis bukan hanya aset, tetapi budaya kerja, disiplin, integritas, jaringan, dan keberanian untuk terus berkembang. Prinsip ini berlaku bukan hanya bagi perusahaan besar. Bahkan warung keluarga atau usaha kecil perlu memikirkan regenerasi apabila ingin bertahan lintas generasi.
Dari Usaha Kecil Menuju Visi Besar
Perjalanan James Riady dan perkembangan usaha keluarganya memberikan pelajaran bahwa sebuah bisnis dapat bertumbuh sangat jauh dari titik awalnya. Dari sebuah perjalanan usaha sederhana, berkembang menjadi aktivitas bisnis di berbagai sektor dan wilayah. Namun di balik pertumbuhan tersebut terdapat satu hal yang tidak boleh dilupakan: setiap bisnis membutuhkan proses.
Ada masa belajar. Ada masa bekerja keras. Ada keputusan yang berhasil dan ada pula keputusan yang harus dievaluasi. Ada perubahan ekonomi, persaingan, dan perkembangan teknologi yang harus dihadapi. Karena itu, jangan hanya melihat besar kecilnya perusahaan seseorang hari ini. Lihat juga perjalanan panjang yang membentuknya.
Bagi generasi muda dan pelaku UMKM, jangan minder memulai dari kecil. Bangun usaha dengan serius, pelajari bisnis dengan sungguh-sungguh, perluas wawasan, bentuk sistem yang kuat, dan miliki visi jangka panjang. Sebuah toko kecil hari ini mungkin saja menjadi perusahaan besar di masa depan. Semua bergantung pada bagaimana usaha tersebut dikelola, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bisnis besar tidak selalu dimulai dengan modal yang besar. Sering kali, bisnis besar dimulai dari keberanian untuk memulai, kemauan untuk belajar, dan visi untuk terus bertumbuh.
