Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 Tahun Pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya hidup bahagia, berhasil, dan memiliki masa depan yang baik. Namun, kita perlu menyadari bahwa orang tua tidak selamanya dapat mendampingi anak-anaknya. Karena itu, warisan terbaik bukan hanya harta, melainkan nilai kehidupan, karakter, dan nasihat yang menjadi pedoman sepanjang hidup.
Ada tujuh nasihat penting yang perlu ditanamkan seorang ayah kepada anak-anaknya.
Pertama, jangan membiasakan diri berbohong. Kejujuran merupakan dasar kepercayaan dan kehormatan. Sekali kepercayaan rusak, tidak mudah untuk membangunnya kembali.
Kedua, jangan mudah percaya tanpa pertimbangan. Bersikap baiklah kepada siapa pun, tetapi tetap berhati-hati. Kenali karakter seseorang melalui sikap, tindakan, dan konsistensinya.
Ketiga, jangan meremehkan ilmu dan pendidikan. Harta dapat habis, tetapi ilmu dan keterampilan dapat menjadi bekal menghadapi perubahan. Jangan pernah berhenti belajar.
Keempat, jangan memilih jalan yang salah demi keuntungan. Keberhasilan yang diperoleh dengan mengorbankan kejujuran dan integritas dapat membawa penyesalan. Lebih baik berhasil secara bertahap melalui jalan yang benar.
Kelima, jangan melupakan keluarga dan orang tua. Sesibuk apa pun mengejar keberhasilan, luangkan waktu untuk keluarga. Jangan menunggu kehilangan untuk menghargai kasih sayang dan pengorbanan orang tua.
Keenam, jangan menyerah menghadapi kegagalan. Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Jadikan kegagalan sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri, bangkit, dan terus berusaha.
Ketujuh, jangan meninggalkan nilai-nilai kebaikan. Jagalah ucapan, sikap, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama. Keberhasilan akan lebih bermakna apabila disertai karakter yang baik.
Menurut saya, keberhasilan orang tua bukan hanya diukur dari seberapa banyak harta yang diwariskan, tetapi dari bagaimana anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang jujur, berilmu, mandiri, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi sesama. Harta dapat habis dan jabatan dapat berakhir, tetapi nilai kehidupan yang ditanamkan sejak kecil dapat menjadi bekal sepanjang perjalanan hidup.
Jangan hanya mempersiapkan anak menjadi orang sukses. Persiapkan mereka menjadi manusia yang baik, beriman, berintegritas, dan mampu menghadapi kehidupan dengan bijaksana. Karena kebahagiaan terbesar seorang ayah adalah melihat anak-anaknya tetap berjalan di jalan yang benar, bahkan ketika orang tuanya tidak lagi berada di samping mereka.(BN)
