Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah bukan hanya kegiatan ekonomi dalam skala kecil. Menurut saya, UMKM merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi masyarakat karena di dalamnya ada keberanian memulai usaha, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan lingkungan sekitar, dan membangun kemandirian keluarga. Namun tantangan UMKM hari ini semakin kompleks. Persaingan tidak hanya terjadi di pasar tradisional atau lingkungan sekitar, tetapi juga di ruang digital. Karena itu, UMKM tidak cukup hanya bertahan. UMKM harus mampu naik kelas, memperbaiki sistem usaha, meningkatkan kualitas produk, serta beradaptasi dengan perubahan pasar.
UMKM Harus Memiliki Sistem, Bukan Hanya Mengandalkan Semangat
Banyak usaha lahir dari keberanian dan kerja keras. Itu penting. Tetapi ketika usaha mulai berkembang, semangat saja tidak cukup. Pelaku UMKM perlu mulai membangun pencatatan keuangan, memisahkan uang usaha dan uang pribadi, menghitung biaya produksi, mengelola stok, serta mengetahui dengan jelas apakah usahanya benar-benar menghasilkan keuntungan. Menurut saya, usaha yang memiliki sistem akan lebih mudah bertahan ketika menghadapi perubahan pasar maupun persoalan internal.
Kualitas Produk Harus Diikuti Kepercayaan Konsumen
Harga murah bukan satu-satunya cara untuk memenangkan persaingan. Konsumen hari ini semakin memperhatikan kualitas, pelayanan, kebersihan, kemasan, kecepatan, dan konsistensi. Karena itu, pelaku UMKM perlu menjaga standar produknya. Jangan sampai kualitas hari ini bagus, tetapi besok berubah karena tidak memiliki prosedur yang jelas. Kepercayaan konsumen adalah aset. Sekali kepercayaan tersebut rusak, tidak mudah untuk membangunnya kembali.
Digitalisasi Harus Menjadi Alat untuk Memperluas Pasar
Teknologi telah mengubah cara masyarakat membeli barang dan jasa. Media sosial, marketplace, pembayaran digital, dan berbagai platform pemasaran memberikan peluang besar kepada pelaku usaha. Namun digitalisasi bukan sekadar membuat akun media sosial. Pelaku UMKM perlu belajar bagaimana membuat foto produk yang baik, menulis informasi yang jelas, merespons konsumen dengan cepat, membangun reputasi, serta memahami pasar yang ingin dituju. Menurut saya, teknologi harus dipakai untuk memperbesar peluang, bukan hanya mengikuti tren.
Legalitas dan Administrasi Jangan Dianggap Beban
Ketika usaha ingin berkembang lebih besar, legalitas menjadi semakin penting. Identitas usaha, perizinan, pencatatan, perpajakan, merek, serta dokumen pendukung lainnya dapat membantu UMKM membangun kredibilitas dan membuka akses yang lebih luas. Usaha yang tertib secara administrasi akan lebih siap ketika ingin bekerja sama, mendapatkan pembiayaan, mengikuti pengadaan, atau memperluas jaringan pemasaran. Karena itu, pelaku usaha perlu melihat legalitas bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai fondasi untuk membangun usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Naik Kelas Berarti Mau Terus Belajar
Dalam bisnis, pengalaman memang penting. Namun pengalaman tanpa evaluasi dapat membuat seseorang mengulangi kesalahan yang sama. Pelaku UMKM perlu terus belajar tentang pemasaran, pelayanan, keuangan, teknologi, manajemen, hingga perubahan perilaku konsumen. Menurut saya, usaha yang berkembang adalah usaha yang pemiliknya juga terus berkembang.
Pesan untuk Pelaku UMKM
Jangan merasa kecil hanya karena usaha dimulai dari rumah, gerobak, kios sederhana, atau modal yang terbatas. Banyak usaha besar juga berawal dari langkah kecil. Yang terpenting adalah memiliki keberanian memulai, disiplin mengelola usaha, terbuka terhadap perubahan, menjaga kepercayaan konsumen, dan terus meningkatkan kualitas. UMKM tidak boleh hanya bertanya, “Bagaimana agar usaha saya tetap hidup?” Pelaku usaha juga perlu mulai bertanya, “Apa yang harus saya perbaiki agar usaha ini bisa tumbuh, lebih profesional, dan memiliki masa depan?” Pada akhirnya, UMKM yang kuat bukan hanya UMKM yang mampu menjual banyak, tetapi UMKM yang mempunyai sistem, menjaga kualitas, memahami pasar, tertib administrasi, dan mampu bertahan menghadapi perubahan.
Menurut saya, ketika UMKM naik kelas, yang tumbuh bukan hanya satu usaha. Lapangan kerja bertambah, keluarga semakin mandiri, dan ekonomi masyarakat ikut menjadi lebih kuat.(BN)
