Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Ketika melihat seseorang lahir dari keluarga berada, memiliki pendidikan yang baik, jaringan luas, modal, dan berbagai kemudahan dalam hidup, terkadang muncul perasaan minder. Kita merasa perjalanan mereka jauh lebih mudah dibandingkan perjalanan kita. Menurut saya, jangan terlalu sibuk membandingkan titik awal kehidupan kita dengan kehidupan orang lain.
Kekayaan Keluarga Pasti Pernah Dimulai
Orang yang hari ini menikmati kehidupan yang lebih baik bisa saja merupakan generasi penerus dari perjuangan panjang keluarganya. Kekayaan, usaha, aset, maupun jaringan yang mereka miliki tidak selalu muncul begitu saja. Di dalam perjalanan sebuah keluarga, biasanya pernah ada seseorang yang berani memulai dari bawah, bekerja keras, mengambil risiko, dan membangun kepercayaan sedikit demi sedikit.
Pewaris Memang Memiliki Privilege
Kita tidak perlu menyangkal bahwa seseorang yang lahir dari keluarga berada dapat memiliki berbagai keuntungan. Mereka mungkin memperoleh modal, pendidikan, jaringan, atau kesempatan yang lebih besar. Namun jauh sebelum privilege itu ada, bisa jadi ada generasi sebelumnya yang harus berjuang membangunnya.
Karena itu, daripada terus memikirkan apa yang dimiliki orang lain, lebih baik kita bertanya kepada diri sendiri: apa yang dapat saya mulai hari ini agar kehidupan keluarga saya menjadi lebih baik di masa depan?
Jangan Terus Meratapi Titik Awal
Tidak semua orang mendapatkan titik awal yang sama. Ada yang memulai dengan modal besar, ada yang memulai dengan kemampuan terbatas, bahkan ada yang harus memulai sambil menyelesaikan berbagai persoalan hidup. Namun titik awal tidak harus menentukan bagaimana perjalanan kita berakhir.
Menurut saya, keadaan hari ini boleh menjadi kenyataan, tetapi tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berusaha. Keterampilan dapat dipelajari, kepercayaan dapat dibangun, pengalaman dapat dikumpulkan, dan kesempatan dapat dicari.
Kerja Keras, Berani Mengambil Risiko, dan Bangun Kepercayaan
Perubahan kehidupan membutuhkan proses. Tidak cukup hanya mempunyai keinginan untuk menjadi lebih baik. Kita harus mempunyai kemauan untuk bekerja, belajar dari kegagalan, mengambil risiko secara terukur, menjaga nama baik, dan membangun kepercayaan.
Kepercayaan sangat penting dalam pekerjaan maupun dunia usaha. Ketika seseorang dikenal jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, kesempatan baru akan semakin terbuka.
Jadilah Orang Pertama yang Mengubah Nasib Keluarga
Jika kita tidak lahir dari keluarga kaya, jangan menjadikannya alasan untuk merasa rendah diri. Justru kita mempunyai kesempatan untuk menjadi orang yang memulai perubahan dalam keluarga.
Mungkin hasilnya tidak langsung terlihat hari ini. Mungkin perjuangan membutuhkan waktu bertahun-tahun. Tetapi kerja keras yang dilakukan sekarang dapat menjadi pondasi bagi kehidupan anak dan generasi berikutnya.
Menurut saya, jangan sibuk meratapi bahwa kita tidak memiliki privilege. Jadilah orang yang mulai membangun privilege itu untuk generasi setelah kita.
Jangan minder melihat keberhasilan keluarga orang lain. Bisa jadi dahulu ada seseorang dalam keluarga mereka yang memulai semuanya dari nol. Sekarang, jadilah orang pertama yang bekerja keras, membangun kepercayaan, dan mengubah nasib keluarga kita sendiri.
