Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Jajaran DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok melakukan kunjungan ke Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 12 September 2026. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD PSI Kota Depok, St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H., yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A. Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPD PSI Kota Depok turut menyaksikan suasana kedatangan Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Jokowi hadir untuk menghadiri acara syukuran atau walimatul khitan putra bungsu Ustadz Ujang Bustomi di Padepokan Anti Galau.
Kedatangan Jokowi mendapatkan perhatian besar dari masyarakat. Ribuan warga memadati ruas jalan di sekitar lokasi untuk melihat langsung mantan Presiden RI tersebut. Warga berdiri di sepanjang jalan, mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen, serta berusaha menyapa ketika rombongan melintas.
Jokowi Memilih Berjalan di Tengah Warga
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Jokowi memilih berjalan kaki dari titik penyambutan menuju Padepokan Anti Galau dengan jarak sekitar 500 meter. Padahal, sebuah kereta kencana Paksi Naga Liman telah dipersiapkan untuk prosesi penyambutan. Keputusan berjalan kaki tersebut membuat interaksi dengan masyarakat menjadi lebih dekat. Sepanjang perjalanan, Jokowi beberapa kali menyapa dan bersalaman dengan warga yang berada di tepi jalan. Putranya, Kaesang Pangarep, juga terlihat mendampingi dalam rombongan. Kehadiran Kaesang menjadi perhatian tersendiri bagi jajaran PSI yang hadir mengingat posisinya dalam perjalanan dan perkembangan Partai Solidaritas Indonesia.

Binton Nadapdap: Politik Harus Tetap Dekat dengan Masyarakat
Binton Nadapdap menilai antusiasme masyarakat memberikan gambaran bahwa kedekatan antara tokoh publik dan masyarakat memiliki arti penting. Menurut Binton, politik tidak seharusnya hanya berlangsung di ruang rapat, panggung, atau menjelang pemilu. Politik juga harus hadir melalui komunikasi, interaksi, dan kedekatan dengan masyarakat. “Ketika seorang tokoh memilih berjalan di tengah masyarakat, menyapa, bersalaman, dan mendengarkan warga, di situlah masyarakat dapat merasakan kedekatan secara langsung. Bagi kami di PSI, hal seperti ini menjadi pengingat bahwa politik harus tetap membumi dan dekat dengan rakyat,” ujar Binton. Ia menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat tidak dapat dibangun hanya melalui slogan. Kepercayaan membutuhkan konsistensi, kehadiran, dan kerja nyata.

Kunjungan Menjadi Ruang Belajar bagi PSI Kota Depok
Bagi jajaran DPD PSI Kota Depok, kunjungan ke Cirebon bukan hanya menjadi kesempatan menghadiri sebuah kegiatan, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat langsung bagaimana komunikasi dengan masyarakat dibangun di lapangan. Binton menilai pengalaman seperti ini penting bagi pengurus partai. Struktur partai harus terus belajar memahami masyarakat, membangun jaringan, memperluas komunikasi, dan tidak kehilangan hubungan dengan warga di tingkat akar rumput. Partai politik akan semakin kuat apabila kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya terlihat melalui baliho, media sosial, atau kegiatan seremonial. Karena itu, DPD PSI Kota Depok terus mendorong seluruh jajaran pengurus untuk aktif turun ke masyarakat, mendengar persoalan warga, membangun komunikasi dengan berbagai kelompok, serta menghadirkan kegiatan yang mempunyai manfaat nyata.

Silaturahmi Harus Memperkuat Persaudaraan
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari silaturahmi antardaerah dan kesempatan untuk bertemu dengan berbagai tokoh serta masyarakat. Binton menilai bahwa perbedaan daerah, latar belakang, maupun pilihan politik tidak seharusnya menghalangi komunikasi dan persaudaraan. Politik yang sehat justru harus membuka ruang perjumpaan yang lebih luas. “Indonesia dibangun dari keberagaman. Kita boleh berbeda pilihan dan pandangan, tetapi persaudaraan, toleransi, serta kepentingan masyarakat harus tetap menjadi yang utama,” kata Binton. Suasana di Cirebon hari itu memperlihatkan bagaimana sebuah kunjungan dapat menghadirkan interaksi langsung antara tokoh nasional dan masyarakat. Ribuan warga yang memadati jalan menunjukkan antusiasme untuk melihat dari dekat sosok yang selama ini lebih sering mereka saksikan melalui televisi dan media sosial. Bagi DPD PSI Kota Depok, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa politik yang kuat adalah politik yang hadir di tengah masyarakat, mendengar, berinteraksi, dan membangun kepercayaan melalui kerja nyata.
“Kita harus terus belajar hadir bersama masyarakat. Jabatan dan organisasi hanyalah sarana. Tujuan akhirnya tetap sama: bagaimana keberadaan kita dapat memberikan manfaat bagi rakyat.” — St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
