Ada hal-hal kecil dalam kehidupan yang mungkin terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Salah satunya adalah bagaimana kita menyambut orang lain. Saya tertarik dengan pandangan Helmy Yahya, MPAcc., Akt., CPMA, CA, seorang broadcaster senior, pembicara, motivator, serta kreator kanal YouTube Helmy Yahya Bicara. Saya sependapat dengan pemikiran beliau bahwa kesuksesan seseorang tidak cukup hanya dibangun dengan kepintaran, pendidikan, gelar akademik, jabatan, ataupun kekayaan. Ada sesuatu yang jauh lebih mendasar, yaitu adab, attitude, dan etika. Bagi saya, tiga hal ini merupakan “pakaian” yang kita kenakan setiap hari. Tidak terlihat oleh mata, tetapi sangat mudah dirasakan oleh orang lain.
Berdirilah Ketika Menyambut
Salah satu contoh yang sangat sederhana adalah ketika kita sedang duduk, kemudian seseorang datang menghampiri dan mengulurkan tangan untuk bersalaman. Berdirilah. Walaupun kita sedang lelah, sepanjang kondisi fisik memungkinkan, bangkitlah dari tempat duduk. Tatap orang tersebut dengan baik, berikan senyum, ulurkan tangan, dan sambutlah dengan sikap yang menghargai. Helmy Yahya juga pernah menekankan agar seseorang jangan menerima salam dalam keadaan duduk, terlebih ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua. Pesan sederhana ini sesungguhnya berbicara sangat dalam tentang kesopanan. Menurut saya, berdiri ketika menyambut dan bersalaman dengan tamu sepatutnya menjadi kebiasaan yang kita tanamkan dalam etika pergaulan. Bukan karena orang yang datang mempunyai jabatan tinggi. Bukan karena dia kaya. Bukan pula karena kita sedang membutuhkan sesuatu darinya. Kita berdiri karena kita menghormati manusia. Di situlah nilai sebuah attitude.
Hormati Orang Tanpa Melihat Status
Jangan hanya berdiri ketika yang datang adalah pejabat, pimpinan, orang kaya, atau orang yang dianggap penting. Kalau kita mampu berdiri menyambut seorang pejabat, seharusnya kita juga mampu berdiri menyambut orang biasa, orang tua, sahabat, tetangga, bawahan, bahkan orang yang sedang membutuhkan pertolongan kita. Adab yang sesungguhnya terlihat ketika kita memperlakukan orang dengan hormat tanpa terlebih dahulu melihat status sosialnya. Saya semakin percaya bahwa gelar akademik dapat menunjukkan bahwa seseorang pernah belajar. Jabatan dapat menunjukkan bahwa seseorang pernah dipercaya. Kekayaan dapat menunjukkan keberhasilan ekonomi. Tetapi sikap dan perilaku menunjukkan bagaimana seseorang dibentuk sebagai manusia.
Kecerdasan Harus Berjalan Bersama Etika
Dalam kehidupan bermasyarakat, dunia kerja, pelayanan publik, politik, maupun profesi hukum, kecerdasan tanpa etika dapat menjadi berbahaya. Kekuasaan tanpa adab dapat melahirkan kesombongan. Ilmu tanpa attitude dapat membuat seseorang merasa dirinya lebih tinggi daripada orang lain. Sebaliknya, seseorang yang memiliki adab akan mengetahui kapan harus berbicara dan kapan harus mendengar; kapan harus duduk dan kapan harus berdiri memberikan penghormatan. Saya menyukai pesan sederhana ini karena mengingatkan kita bahwa untuk menjadi manusia yang dihormati, mulailah dengan belajar menghormati orang lain. Jangan pernah merasa terlalu tinggi untuk berdiri menyambut seseorang. Jangan merasa terlalu penting untuk tersenyum. Jangan merasa terlalu sibuk untuk mengucapkan salam. Dan jangan membiarkan jabatan membuat kita kehilangan kerendahan hati.
Jabatan Akan Berlalu, Sikap Akan Diingat
Karena suatu hari jabatan akan selesai, gelar mungkin tidak lagi disebut, kekuasaan akan berganti, dan kekayaan dapat datang serta pergi. Namun orang akan tetap mengingat: bagaimana kita memperlakukan mereka. Mari kita mulai dari hal sederhana: Ada tamu datang — berdirilah. Ada yang mengulurkan tangan — sambutlah. Ada yang berbicara — dengarkanlah. Ada yang lebih tua — hormatilah. Ada yang lebih muda — hargailah.
Itulah ADAB. Itulah ATTITUDE. Itulah ETIKA. Dan menurut saya, ketiganya merupakan bagian penting dari keberhasilan seseorang dalam kehidupan.
Penulis: Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Ketua DPD PSI Kota Depok | Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Mahasiswa Program Doktor Hukum Bisnis Universitas Kristen Indonesia | Purnabakti BRI | Pelaku dan Pemerhati UMKM
