Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Ketua DPD PSI Kota Depok, Anggota DPRD Kota Depok Komisi A, dan Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Partai Solidaritas Indonesia sejak awal tidak dibangun untuk sekadar menjadi partai politik yang sama dengan partai-partai lainnya. PSI hadir dengan cita-cita membawa warna baru dalam kehidupan politik Indonesia. Pesan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo kepada seluruh kader PSI sangat jelas. PSI harus memiliki diferensiasi, karakter, dan cara kerja yang membedakannya dari partai politik lain. Menjadi partai pembeda bukan berarti hanya tampil dengan simbol, slogan, atau gaya komunikasi yang berbeda. Perbedaan harus terlihat melalui sikap politik, keterbukaan, transparansi, keberanian menjaga integritas, serta konsistensi dalam bekerja untuk masyarakat. Menurut saya, PSI harus terus membangun politik yang lebih dekat dengan rakyat. Kader tidak boleh hanya hadir menjelang pemilu, tetapi harus berada di tengah masyarakat ketika warga menghadapi persoalan. Politik harus diwujudkan melalui kerja nyata, seperti mendengar aspirasi, mendampingi masyarakat, membantu menyelesaikan persoalan pelayanan publik, serta memperjuangkan kepentingan rakyat melalui kewenangan yang dimiliki.
PSI juga harus terus memberikan ruang yang luas bagi anak muda untuk terlibat dalam politik. Generasi muda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pelengkap atau pengumpul suara. Mereka harus diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan, mengambil keputusan, dan memimpin perubahan. Keberagaman juga harus menjadi kekuatan utama PSI. Indonesia dibangun oleh masyarakat yang memiliki perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang. Karena itu, keberagaman tidak boleh berhenti menjadi slogan, tetapi harus tercermin dalam sikap, kebijakan, dan susunan kepemimpinan partai. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, semangat menjadi partai pembeda harus terus dijaga. PSI harus fokus menghadirkan solusi, mempertahankan integritas, dan membuktikan keberpihakan kepada masyarakat melalui kerja yang nyata. Politik tidak seharusnya hanya menjadi panggung bagi siapa yang paling keras berbicara atau paling sering tampil di hadapan publik. Politik harus dinilai dari siapa yang paling konsisten bekerja, mendengar rakyat, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Apabila semua partai memilih berjalan dengan cara yang sama, masyarakat akan kesulitan melihat alternatif dan harapan baru dalam politik.
Karena itu, PSI harus berani memilih jalan yang berbeda. Bukan sekadar berbeda untuk menarik perhatian, tetapi berbeda dalam keberanian menjaga prinsip, melayani rakyat, dan menghadirkan politik yang lebih terbuka, transparan, serta berintegritas. Indonesia membutuhkan partai politik yang tidak hanya pandai berbicara tentang perubahan, tetapi juga mampu membuktikan perubahan tersebut melalui tindakan. PSI memilih menjadi partai pembeda. Tantangan selanjutnya adalah membuktikan bahwa perbedaan itu benar-benar dapat dirasakan oleh rakyat.
