Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 Tahun Pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Dalam dunia kerja, bisnis, organisasi, maupun politik, kita sering melihat seseorang yang memiliki kemampuan dan pengalaman baik, tetapi perkembangan kariernya tidak selalu berjalan sesuai harapan. Sementara itu, ada orang lain yang mampu berkembang lebih cepat karena memiliki kemampuan menyampaikan gagasan, membangun hubungan, dan memperoleh kepercayaan dari orang lain. Hal ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuannya mengomunikasikan pengetahuan tersebut secara jelas, tepat, dan meyakinkan.
Kemampuan berkomunikasi bukan sekadar pandai berbicara di hadapan banyak orang. Komunikasi yang baik mencakup kemampuan mendengarkan, memahami lawan bicara, menyampaikan pendapat dengan terstruktur, serta membangun hubungan yang saling menghargai. Ide yang hebat akan sulit memberikan manfaat apabila tidak mampu disampaikan dengan cara yang dapat dipahami orang lain. Dalam dunia profesional, seseorang yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik akan lebih mudah menjelaskan gagasan, memimpin diskusi, menyelesaikan perbedaan pendapat, dan membangun kerja sama dalam tim.
Begitu pula dalam dunia usaha. Seorang pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk berkualitas. Ia juga perlu mampu memperkenalkan produknya, menjelaskan keunggulannya, membangun kepercayaan pelanggan, serta menjalin hubungan baik dengan mitra usaha. Dalam organisasi dan politik, kemampuan komunikasi bahkan menjadi bagian penting dari kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mampu menyampaikan visi, memberikan arahan, mendengarkan aspirasi, dan mengajak orang lain bergerak menuju tujuan bersama.
Namun, komunikasi yang efektif bukan tentang siapa yang paling banyak berbicara, melainkan siapa yang mampu membuat orang lain memahami, percaya, dan bersedia bekerja sama. Ada satu hal penting yang perlu kita pahami, yaitu kemampuan berkomunikasi bukan hanya bakat yang dimiliki sejak lahir. Kemampuan tersebut dapat dipelajari, dilatih, dan terus dikembangkan melalui pengalaman. Membaca, memperluas wawasan, mengikuti pelatihan, membiasakan diri berdiskusi, serta berani berbicara di hadapan orang lain merupakan langkah sederhana untuk meningkatkan kualitas komunikasi.
Kita juga perlu membangun keberanian untuk menerima masukan dan memperbaiki kekurangan. Tidak ada orang yang langsung menjadi pembicara hebat tanpa melalui proses belajar dan latihan. Menurut saya, semakin tinggi tanggung jawab seseorang, semakin penting kemampuannya membangun komunikasi yang baik. Pengetahuan dan pengalaman merupakan modal penting, tetapi cara menyampaikan keduanya turut menentukan apakah gagasan tersebut dapat diterima dan dilaksanakan.
Pengalaman panjang dalam dunia perbankan, organisasi, dan kegiatan usaha memberikan pelajaran bahwa keberhasilan sering kali lahir dari kemampuan membangun kepercayaan serta menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak. Namun, komunikasi juga harus dilandasi kejujuran dan integritas. Kemampuan berbicara yang hebat tidak akan memiliki nilai apabila hanya digunakan untuk memanipulasi, memberikan janji kosong, atau menyesatkan orang lain.
Pada akhirnya, komunikasi bukan hanya keterampilan berbicara, tetapi juga cerminan cara berpikir, karakter, dan kemampuan menghargai sesama. Jangan merasa bahwa pendidikan tinggi, pengalaman panjang, atau jabatan yang dimiliki membuat kita tidak perlu lagi belajar. Perkembangan zaman menuntut setiap orang untuk terus meningkatkan kemampuan, termasuk dalam berkomunikasi. Jangan hanya menjadi orang yang memiliki banyak pengetahuan, tetapi jadilah pribadi yang mampu menyampaikan pengetahuan tersebut dengan bijaksana, membangun kepercayaan, dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Karena kemampuan dapat membuka peluang, komunikasi yang baik dapat memperluas kesempatan, dan integritas akan menjaga kepercayaan yang telah dibangun.(BN)
