Dalam demokrasi, perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar. Seorang warga yang mengkritik pemerintah tidak otomatis berarti membenci pemerintah. Mahasiswa yang menyampaikan kritik tidak berarti melawan negara. Media yang mengawasi kekuasaan juga bukan musuh pemerintah. Sebaliknya, kritik merupakan salah satu mekanisme penting agar kekuasaan tetap berjalan dalam koridor kepentingan publik. Pemimpin yang matang tidak melihat setiap kritik sebagai ancaman terhadap kewibawaannya. Ia justru mampu membedakan antara kritik yang membangun, informasi yang perlu diperiksa, dan serangan yang memang tidak berdasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *