Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk | Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor (S3) Hukum – Konsentrasi Hukum Bisnis, Universitas Kristen Indonesia
Ada pesan kehidupan yang menurut saya sangat penting dari video ini: jangan pernah menggantungkan harga diri kepada jabatan. Jabatan dapat datang dan pergi. Kekuasaan juga memiliki batas waktu. Hari ini seseorang mungkin memiliki posisi, kewenangan, banyak orang di sekelilingnya, bahkan mempunyai kemampuan untuk menentukan sesuatu. Tetapi suatu saat semua itu dapat berakhir. Karena itu, yang harus kita bangun sejak sebelum mempunyai jabatan adalah karakter dan harga diri. Salah satu ujian seseorang justru terlihat ketika ia mulai mempunyai kekuasaan. Sebelum mempunyai jabatan, mungkin kita mudah menyapa orang, tersenyum, bersalaman, mendengarkan, dan menghargai siapa pun. Namun setelah posisi meningkat, jangan sampai sikap itu ikut berubah.
Menurut saya, semakin tinggi kedudukan seseorang, seharusnya semakin besar pula kemampuannya untuk menghargai orang lain. Jangan sampai karena mempunyai jabatan kita menjadi sulit ditemui, enggan menyapa, merasa paling penting, atau memandang rendah mereka yang berada di bawah.
Jabatan seharusnya memperbesar manfaat kita kepada orang lain, bukan memperbesar ego kita.
Dalam video tersebut juga terdapat pesan mengenai pentingnya senyum, sapa, salam, dan kesabaran. Kelihatannya sederhana, tetapi justru hal-hal seperti inilah yang membangun hubungan dengan manusia. Orang mungkin lupa apa jabatan kita. Mereka mungkin lupa apa yang pernah kita katakan. Tetapi mereka sering kali mengingat bagaimana kita memperlakukan mereka. Menyapa orang tidak membuat martabat kita turun. Tersenyum tidak membuat kewibawaan kita hilang. Memberikan salam tidak membuat posisi kita menjadi rendah. Dan yang lebih sulit adalah bersabar ketika dikritik, dihina, diremehkan, atau disalahkan. Tidak semua kritik harus dibalas dengan kemarahan. Tidak semua serangan harus dijawab dengan serangan. Kadang-kadang kemampuan tersenyum dan tetap tenang justru menunjukkan bahwa seseorang memiliki kekuatan yang lebih besar dalam dirinya.
Banyak orang ingin segera menjadi besar, mendapatkan jabatan, mempunyai pengaruh, dan mempunyai kekuasaan. Tidak ada yang salah dengan cita-cita tersebut. Tetapi sebelum mempunyai kekuasaan yang besar, seseorang harus mempunyai karakter yang kuat. Karena kekuasaan tanpa karakter justru berbahaya. Ketika seseorang belum mempunyai apa-apa, masa itulah kesempatan terbaik untuk belajar disiplin, menghormati orang, bekerja keras, menerima kritik, membangun jaringan, menepati janji, dan menjaga kepercayaan. Jangan malu apabila hari ini kita masih berada di bawah. Jangan merasa kecil apabila perjuangan kita masih panjang. Yang terpenting adalah terus belajar dan mempersiapkan diri. Karena seseorang yang hari ini belum diperhitungkan, suatu saat dapat berada pada posisi yang sangat menentukan.
Menurut saya, kekuasaan bukan hanya memberikan kewenangan. Kekuasaan juga merupakan ujian. Ketika seseorang mempunyai power, akan terlihat apakah ia tetap mampu menghormati orang lain atau justru berubah. Apakah ia tetap mau mendengarkan? Apakah ia tetap mengenal orang-orang yang pernah berjalan bersamanya? Apakah ia menggunakan kewenangan untuk melayani atau untuk menunjukkan kekuasaan? Di sinilah kualitas seorang pemimpin diuji. Pemimpin yang kuat bukan orang yang membuat semua orang takut kepadanya. Pemimpin yang kuat adalah orang yang mempunyai kewenangan besar tetapi tetap mampu mengendalikan dirinya.
Perjalanan hidup dapat mengubah posisi seseorang dengan sangat cepat. Hari ini mungkin kita sedang berjuang dari bawah. Besok mungkin masyarakat memberikan kepercayaan yang jauh lebih besar. Karena itu, ketika suatu hari kita menjadi lebih kuat, lebih berhasil, lebih kaya, atau mempunyai jabatan lebih tinggi, jangan pernah melupakan bagaimana rasanya berada di bawah. Tetaplah menghargai orang kecil, tetaplah mau menyapa, tetaplah mau mendengar, dan tetaplah sabar menghadapi kritik. Jangan pernah merasa bahwa kekuasaan membuat kita lebih tinggi sebagai manusia dibandingkan orang lain. Pada akhirnya, jabatan hanya sementara, tetapi karakter akan selalu melekat pada nama seseorang. Maka menurut saya, sebelum mengejar jabatan, bangunlah harga diri. Sebelum mengejar kekuasaan, bangunlah karakter. Dan ketika suatu hari dipercaya berada di atas, jangan lupa tetap menjadi manusia yang rendah hati.
Karena semakin tinggi posisi kita, seharusnya semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menghormati dan melayani sesama.
