Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Kesehatan merupakan salah satu anugerah terbesar dalam kehidupan, tetapi sering kali baru benar-benar kita sadari nilainya ketika tubuh mulai mengalami gangguan. Ketika masih sehat, kita dapat bekerja, beraktivitas, bertemu keluarga, menjalankan usaha, dan melakukan berbagai hal dengan lebih leluasa. Menurut saya, jangan menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan. Menjaga kesehatan seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika tubuh sudah memberikan tanda-tanda masalah.
Tubuh Juga Membutuhkan Perhatian
Kesibukan sering membuat kita lupa bahwa tubuh mempunyai batas kemampuan. Kita mengejar pekerjaan, target, penghasilan, dan berbagai tanggung jawab, tetapi terkadang mengabaikan waktu istirahat, pola makan, olahraga, dan kesehatan pikiran. Padahal, apabila kesehatan terganggu, banyak aktivitas yang sebelumnya terasa mudah dapat menjadi sangat berat. Karena itu, kita perlu belajar mendengarkan tubuh. Istirahatlah ketika memang membutuhkan istirahat, jaga pola makan, tetap bergerak dan berolahraga sesuai kemampuan, serta jangan mengabaikan keluhan kesehatan yang terus berulang.
Pola Hidup Lebih Penting daripada Solusi Instan
Saat ini tersedia begitu banyak produk, suplemen, minuman kesehatan, maupun berbagai metode yang menawarkan manfaat bagi tubuh. Semua informasi tersebut perlu kita sikapi dengan bijaksana. Menurut saya, tidak ada satu produk yang dapat menggantikan pola hidup sehat secara keseluruhan. Kesehatan tetap harus dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, seperti makanan yang baik, tidur cukup, aktivitas fisik, menjaga berat badan, mengelola stres, serta pemeriksaan kesehatan. Apabila memilih mengonsumsi produk kesehatan atau herbal, masyarakat juga perlu memperhatikan komposisi, aturan penggunaan, legalitas dan izin edar, serta menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Jangan Mudah Percaya Semua Informasi Kesehatan
Di era media sosial, informasi kesehatan dapat menyebar dengan sangat cepat. Ada informasi yang bermanfaat, tetapi ada pula informasi yang belum tentu mempunyai dasar yang cukup. Karena itu, masyarakat harus menjadi konsumen informasi yang cerdas. Jangan hanya karena sebuah produk viral kemudian kita langsung mempercayai seluruh klaim yang disampaikan. Terutama apabila seseorang mempunyai penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan produk tambahan. Menjaga kesehatan bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi memahami apa yang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh kita.
Kesehatan Adalah Investasi Jangka Panjang
Ketika kita menjaga kesehatan hari ini, manfaatnya mungkin tidak langsung terlihat. Namun kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten merupakan investasi untuk masa depan. Semakin bertambah usia, tubuh tentu mengalami perubahan. Karena itu, menurut saya, persiapan menuju usia lanjut yang sehat harus dimulai ketika kita masih berada dalam usia produktif. Kita bekerja keras untuk mempersiapkan rumah, tabungan, pendidikan anak, maupun masa depan keluarga. Tetapi jangan lupa mempersiapkan satu hal yang sangat penting: tubuh yang tetap sehat untuk menikmati semua hasil perjuangan tersebut. Harta dapat dicari kembali. Jabatan dapat berganti. Kesempatan dapat datang kembali. Tetapi kesehatan yang telah mengalami kerusakan terkadang membutuhkan waktu yang panjang untuk dipulihkan. Karena itu, sayangi tubuh kita sejak sekarang. Jangan menunggu sakit untuk berubah. Mulailah dari kebiasaan sederhana, lakukan secara konsisten, dan jadikan kesehatan sebagai salah satu prioritas dalam kehidupan. Sebab pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang berapa lama kita menjalani usia, tetapi bagaimana kita dapat menjalani usia tersebut dengan sehat, mandiri, produktif, dan tetap bermanfaat bagi keluarga serta orang-orang di sekitar kita.
