Depok – Anggota DPRD Kota Depok Komisi A sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Nadapdap., S.Sos., S.H., M.M., M.H., menilai pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih tegas dalam menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli) maupun tindakan premanisme yang mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan (ormas). Menurut Binton, investor akan memilih negara yang mampu memberikan kepastian hukum, keamanan, kemudahan perizinan, serta biaya usaha yang jelas. Apabila masih terdapat praktik pungli atau intimidasi terhadap pelaku usaha, maka daya saing Indonesia akan semakin tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga. “Investasi merupakan salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Karena itu, pemerintah harus memastikan tidak ada ruang bagi praktik pungli, pemerasan, maupun aksi premanisme yang menghambat dunia usaha. Semua pihak harus tunduk pada hukum, tanpa terkecuali,” ujar Binton.
Ia menegaskan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan pada dasarnya dilindungi oleh undang-undang dan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa. Namun, apabila ada oknum yang menyalahgunakan nama organisasi untuk melakukan intimidasi atau meminta sejumlah uang kepada pelaku usaha, maka tindakan tersebut harus ditindak secara hukum dan tidak boleh digeneralisasi kepada seluruh ormas. “Jangan sampai ulah segelintir oknum mencoreng nama baik organisasi kemasyarakatan yang selama ini berkontribusi positif bagi masyarakat. Penegakan hukum harus menyasar pelaku, bukan memberikan stigma kepada seluruh organisasi,” katanya. Binton juga mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat reformasi birokrasi, menyederhanakan proses perizinan, memperkuat pengawasan terhadap praktik pungli, serta menjamin keamanan bagi seluruh investor, baik domestik maupun asing. “Jika Indonesia mampu memberikan kepastian hukum, birokrasi yang efisien, dan keamanan yang terjamin, saya yakin investasi akan terus tumbuh dan memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional maupun daerah,” tambahnya.
Belakangan ini muncul perbincangan mengenai kecenderungan sebagian investor yang disebut lebih memilih menanamkan modal di Vietnam dibandingkan Indonesia. Sejumlah kalangan menilai keputusan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kemudahan berusaha, efisiensi birokrasi, kepastian regulasi, kualitas infrastruktur, hingga persepsi terhadap biaya tambahan yang muncul akibat praktik pungutan liar dan gangguan keamanan terhadap aktivitas usaha. Pengamat ekonomi menyebut bahwa dalam persaingan menarik investasi global, setiap negara berlomba-lomba memberikan kemudahan dan kepastian bagi pelaku usaha. Vietnam dinilai berhasil menarik banyak investasi manufaktur dalam beberapa tahun terakhir melalui reformasi birokrasi, pengembangan kawasan industri, serta penyederhanaan proses investasi. Sementara itu, Indonesia tetap memiliki sejumlah keunggulan, seperti besarnya pasar domestik, ketersediaan sumber daya alam, bonus demografi, serta posisi strategis di kawasan Asia Tenggara. Namun, berbagai pihak menilai keunggulan tersebut perlu didukung oleh tata kelola pemerintahan yang semakin baik, penegakan hukum yang konsisten, dan pemberantasan praktik-praktik yang dapat menghambat kegiatan usaha. Para pelaku usaha berharap pemerintah terus memperkuat koordinasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan instansi terkait guna memastikan seluruh aktivitas investasi berjalan dengan aman, transparan, dan bebas dari praktik yang merugikan dunia usaha. Dengan demikian, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan menjadi tujuan investasi yang semakin menarik di tingkat regional maupun global.
Peluang investasi yang paling menjanjikan di Kota Depok antara lain:
- Rumah sakit dan layanan kesehatan, seiring pertumbuhan penduduk.
- Pendidikan, termasuk sekolah, kursus, dan pusat pelatihan karena Depok dikenal sebagai kota pendidikan.
- Properti dan kawasan komersial, terutama di koridor yang berkembang.
- UMKM berbasis digital, kuliner, dan ekonomi kreatif.
- Pusat logistik dan pergudangan skala perkotaan.
- Pariwisata perkotaan dan sport tourism, yang mulai masuk dalam perencanaan pembangunan jangka panjang kota.
- Teknologi informasi (IT), startup, dan pusat inovasi yang didukung keberadaan perguruan tinggi.
Dengan letaknya yang berbatasan langsung dengan Jakarta, didukung jaringan tol, transportasi massal, serta keberadaan kampus-kampus besar, Depok memiliki potensi menjadi salah satu pusat investasi jasa, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi digital yang kompetitif di kawasan metropolitan Jabodetabek. Kita berharap investasi di Kota Depok di tahun 2026 dan memberikan dampak investasi yang positif.
