Depok – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin mengubah cara dunia bekerja. Berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, keuangan, kesehatan, pendidikan, hingga media dan pelayanan publik kini memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan. Di sisi lain, perubahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru bagi sumber daya manusia (SDM) agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Menanggapi fenomena tersebut, Binton Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H., Anggota DPRD Kota Depok Komisi A sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, menilai bahwa Indonesia harus mempersiapkan SDM yang memiliki kompetensi digital, kemampuan berpikir kritis, dan semangat inovasi agar mampu bersaing di era transformasi teknologi. “Artificial Intelligence bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi harus dipahami dan dimanfaatkan. Teknologi akan terus berkembang, sehingga yang dibutuhkan adalah kesiapan sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dan menciptakan nilai tambah di tengah perubahan tersebut,” ujar Binton.
Binton yang juga merupakan Mahasiswa Program Doktor (S3) Hukum Bisnis Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengatakan bahwa AI telah menjadi bagian dari transformasi ekonomi global. Menurutnya, negara yang mampu membangun SDM unggul akan memiliki daya saing yang lebih kuat dalam menghadapi persaingan internasional. “Perubahan teknologi memang akan menggeser sebagian jenis pekerjaan, tetapi di saat yang sama juga membuka peluang profesi dan bidang usaha baru. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” katanya. Menurut Binton, pemerintah perlu memperkuat kebijakan pendidikan, pelatihan vokasi, serta program peningkatan keterampilan (reskilling dan upskilling) agar tenaga kerja Indonesia mampu mengikuti perkembangan industri berbasis teknologi. Ia juga menilai dunia pendidikan harus semakin dekat dengan kebutuhan dunia usaha. Kurikulum perlu terus diperbarui agar tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan digital, analisis data, komunikasi, serta etika dalam memanfaatkan teknologi. “Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri menjadi sangat penting. Dunia kerja berubah sangat cepat, sehingga sistem pendidikan juga harus mampu mengikuti perkembangan tersebut,” jelasnya. Sebagai Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Binton melihat Kota Depok memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi digital karena didukung banyak perguruan tinggi, komunitas teknologi, dan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan inovasi.
Menurutnya, pemerintah daerah dapat memperkuat ekosistem digital melalui peningkatan literasi teknologi, dukungan terhadap UMKM berbasis digital, pengembangan wirausaha muda, serta pelayanan publik yang memanfaatkan teknologi secara efektif. “Depok memiliki modal sumber daya manusia yang sangat besar. Jika potensi ini didukung dengan pelatihan, akses teknologi, dan kolaborasi yang baik, saya optimistis Depok dapat melahirkan lebih banyak talenta digital yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya. Binton juga mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap mengedepankan etika, perlindungan data pribadi, serta kepastian hukum. Menurutnya, perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas tanpa mengabaikan aspek keamanan dan keadilan. “Teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bukan menciptakan kesenjangan baru. Karena itu, pengembangan AI harus disertai regulasi yang adaptif, peningkatan kualitas SDM, dan tata kelola yang bertanggung jawab,” tegasnya. Di akhir pernyataannya, Binton mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta inovasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. “Era AI adalah era kompetisi berbasis pengetahuan dan inovasi. Generasi muda Indonesia harus berani belajar, meningkatkan keterampilan, dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang baru. Dengan SDM yang unggul dan adaptif, saya yakin Indonesia mampu menjadi pemain penting dalam ekonomi digital global,” pungkas Binton.
