Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok Komisi A dan Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan perusahaan besar, masuknya investasi, atau meningkatnya pembangunan di kota-kota utama. Perekonomian nasional juga sangat bergantung pada kehidupan jutaan pedagang kecil, petani, nelayan, pengemudi transportasi, pekerja informal, koperasi, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Ketika ekonomi rakyat bergerak, pasar menjadi ramai, produksi meningkat, lapangan pekerjaan terbuka, dan daya beli masyarakat ikut menguat. Oleh karena itu, kebangkitan ekonomi rakyat harus menjadi bagian utama dalam perjalanan Indonesia menuju negara yang semakin mandiri dan sejahtera. Menurut saya, pembangunan ekonomi harus dimulai dari bawah. Masyarakat tidak cukup hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi perlu diberikan kesempatan, keterampilan, akses permodalan, pendampingan, dan pasar agar dapat berkembang secara mandiri.
UMKM merupakan salah satu kekuatan terbesar dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Usaha kuliner, warung sembako, kerajinan, jasa, perdagangan, pertanian, perikanan, hingga industri rumahan telah menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, pelaku UMKM tetap berusaha mempertahankan usahanya. Mereka membuka toko sejak pagi, memproduksi barang dalam jumlah terbatas, mencari pelanggan melalui media sosial, serta menghadapi persaingan dengan modal dan tenaga yang dimiliki. Semangat tersebut patut diapresiasi dan harus mendapatkan dukungan nyata. Pelaku usaha kecil membutuhkan pembiayaan yang mudah, murah, dan tidak memberatkan. Banyak usaha sebenarnya memiliki potensi berkembang, tetapi terhambat karena keterbatasan modal, jaminan, pengetahuan administrasi, dan akses terhadap lembaga keuangan. Program pembiayaan harus disertai pendampingan agar modal benar-benar digunakan untuk meningkatkan produksi, memperluas pemasaran, memperbaiki kemasan, membeli peralatan, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Selain modal, pelaku UMKM juga membutuhkan pasar. Produk masyarakat harus memperoleh ruang di pusat perbelanjaan, kawasan wisata, hotel, restoran, kantor pemerintahan, sekolah, dan berbagai kegiatan nasional maupun daerah. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat perlu membangun kebiasaan membeli serta menggunakan produk lokal. Setiap rupiah yang dibelanjakan untuk produk UMKM dapat membantu mempertahankan usaha, membayar pekerja, dan menghidupi keluarga. Koperasi juga memiliki peran penting dalam membangkitkan ekonomi rakyat. Koperasi dapat menjadi tempat masyarakat menghimpun kekuatan, memperoleh kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau, memasarkan hasil produksi, serta meningkatkan posisi tawar petani, nelayan, dan pedagang kecil.
Namun, koperasi harus dikelola secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Pengurus harus memahami manajemen, pembukuan, teknologi, dan kebutuhan anggotanya. Koperasi tidak boleh hanya aktif ketika dibentuk, tetapi harus benar-benar menjalankan kegiatan usaha yang memberikan manfaat. Kebangkitan ekonomi rakyat juga harus dimulai dari desa dan kelurahan. Setiap wilayah mempunyai potensi yang berbeda, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, pariwisata, kerajinan, hingga ekonomi kreatif. Potensi tersebut perlu dipetakan dan dikembangkan sesuai karakter wilayah. Jangan sampai produk dari suatu daerah dijual sebagai bahan mentah dengan harga rendah, sementara keuntungan terbesar justru dinikmati pihak lain setelah produk tersebut diolah dan dipasarkan.
Petani harus didukung agar tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga mampu mengolah, mengemas, dan menjual produknya dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Nelayan memerlukan fasilitas penyimpanan dingin, distribusi yang baik, dan kepastian pasar. Pengrajin membutuhkan desain, teknologi produksi, dan promosi digital. Perkembangan teknologi memberikan peluang besar bagi ekonomi rakyat. Melalui telepon genggam dan internet, pelaku usaha dapat memasarkan produknya kepada konsumen dari berbagai daerah tanpa harus memiliki toko besar. Namun, transformasi digital tidak boleh meninggalkan masyarakat yang belum memahami teknologi. Pelatihan mengenai pemasaran digital, pembayaran elektronik, keamanan transaksi, fotografi produk, dan pengelolaan keuangan harus diperluas hingga tingkat kelurahan dan desa.
Anak muda juga harus mengambil bagian dalam kebangkitan ekonomi rakyat. Generasi muda memiliki kreativitas, kemampuan menggunakan teknologi, serta keberanian menciptakan model usaha baru. Anak muda tidak harus selalu memulai usaha dengan modal besar. Usaha dapat dimulai dari kemampuan yang dimiliki, seperti desain, kuliner, jasa digital, fotografi, percetakan, perdagangan daring, kerajinan, pertanian modern, dan berbagai bidang lainnya. Menurut saya, semangat kewirausahaan perlu dibangun sejak sekolah dan perguruan tinggi. Pendidikan tidak hanya mempersiapkan generasi muda untuk mencari pekerjaan, tetapi juga harus membentuk keberanian menciptakan pekerjaan. Kebangkitan ekonomi rakyat tidak berarti menempatkan usaha kecil berhadapan dengan perusahaan besar. Keduanya harus tumbuh dalam hubungan yang saling menguatkan. Perusahaan besar dapat melibatkan UMKM dalam rantai pasok, distribusi, penyediaan bahan baku, dan kegiatan produksi.
Kemitraan tersebut harus dijalankan secara adil agar UMKM tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi benar-benar memperoleh kesempatan untuk berkembang dan naik kelas. Pembangunan infrastruktur juga harus memberikan manfaat langsung bagi ekonomi rakyat. Jalan, pasar, pelabuhan, terminal, jaringan internet, listrik, dan transportasi harus membantu memperlancar distribusi barang serta menurunkan biaya usaha. Infrastruktur yang baik akan kehilangan sebagian maknanya apabila masyarakat sekitar hanya menjadi penonton. Karena itu, pembangunan harus diikuti dengan pemberdayaan, pelatihan tenaga kerja, dan pengembangan usaha lokal. Di tengah upaya membangkitkan ekonomi rakyat, perlindungan konsumen dan kepastian hukum juga harus diperkuat. Pelaku usaha membutuhkan aturan yang mudah dipahami, perizinan yang sederhana, serta pelayanan yang tidak berbelit-belit.
Pada saat yang sama, pelaku usaha juga harus menjaga kualitas produk, kejujuran, kebersihan, keamanan, dan kepercayaan konsumen. Usaha yang tumbuh dengan integritas akan lebih mampu bertahan dalam jangka panjang. Indonesia akan semakin kuat apabila pertumbuhan ekonomi dirasakan oleh masyarakat luas. Keberhasilan pembangunan tidak hanya terlihat dari angka statistik, tetapi juga dari meningkatnya penghasilan keluarga, terbukanya lapangan pekerjaan, ramainya pasar, berkembangnya UMKM, dan bertambahnya masyarakat yang mampu hidup mandiri.
Menurut saya, membangkitkan ekonomi rakyat merupakan pekerjaan bersama. Pemerintah menyediakan kebijakan, infrastruktur, pembiayaan, dan kepastian hukum. Dunia usaha membuka kemitraan dan pasar. Lembaga pendidikan menyiapkan pengetahuan dan keterampilan. Masyarakat mendukung dengan menggunakan produk lokal. Ketika seluruh kekuatan tersebut bergerak bersama, ekonomi tidak hanya tumbuh di atas kertas, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat. Ekonomi rakyat yang bangkit akan memperkuat ketahanan keluarga, mengurangi pengangguran, memperluas kesempatan usaha, dan meningkatkan kemandirian bangsa. Dari warung kecil, pasar tradisional, koperasi, sawah, laut, bengkel, hingga usaha digital, terdapat kekuatan besar yang menentukan masa depan Indonesia. Mari memberikan ruang kepada rakyat untuk tumbuh, bekerja, berusaha, dan menciptakan kesejahteraan. Sebab ketika ekonomi rakyat bangkit, Indonesia akan semakin kuat.
