Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok Komisi A dan Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Kehadiran Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia memberikan warna baru dalam perjalanan kepemimpinan nasional. Gibran menjadi salah satu contoh bahwa generasi muda memiliki kesempatan untuk mengambil tanggung jawab besar dan berkontribusi langsung bagi bangsa dan negara. Gibran bersama Presiden Prabowo Subianto resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2024–2029 pada 20 Oktober 2024. Pelantikan tersebut bukan hanya menjadi bagian dari proses pergantian kepemimpinan nasional, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi tampilnya generasi muda dalam pemerintahan.
Menurut saya, kepemimpinan anak muda bukan hanya ditentukan oleh usia. Kepemimpinan harus terlihat dari keberanian mengambil tanggung jawab, kemampuan mendengarkan masyarakat, kemauan belajar, serta kesungguhan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa. Gibran memiliki kesempatan besar untuk membuktikan bahwa pemimpin muda dapat bekerja secara serius, tenang, dan berorientasi pada hasil.
Sebagai Wakil Presiden, dirinya juga memiliki posisi strategis untuk menjembatani aspirasi generasi muda dengan kebijakan pemerintah. Perhatian Gibran terhadap perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, ekonomi digital, kewirausahaan, dan inovasi patut diapresiasi. Pada Januari 2026, Gibran mengajak mahasiswa untuk menguasai kecerdasan buatan, blockchain, robotika, coding, serta kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah. Dorongan tersebut penting agar anak muda Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta dan pelaku utama dalam transformasi digital.
Gibran juga pernah menerima komunitas anak muda yang bergerak dalam bidang kecerdasan buatan dan mendorong pemanfaatan teknologi untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan industri kreatif. Selain teknologi, kepemimpinan generasi muda juga harus mampu mendorong tumbuhnya kewirausahaan dan menciptakan lapangan pekerjaan. Gibran telah mengajak anak muda untuk terlibat dalam organisasi kewirausahaan serta mengembangkan usaha dari tingkat UMKM. Langkah tersebut menunjukkan bahwa masa depan generasi muda tidak hanya bergantung pada tersedianya pekerjaan, tetapi juga pada keberanian menciptakan peluang ekonomi baru. Pada Juli 2026, Gibran juga menerima Junior Chamber International Indonesia, sebuah organisasi pengembangan kepemimpinan anak muda, dan mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin muda Indonesia yang mampu bersaing di tingkat dunia.
Saya mengapresiasi perhatian tersebut. Namun, harapan masyarakat terhadap Gibran tentu sangat besar. Karena itu, semangat kepemimpinan muda harus terus dibuktikan melalui kerja nyata, keberanian turun ke masyarakat, keterbukaan menerima kritik, serta konsistensi mengawal program yang memberikan manfaat langsung kepada rakyat. Pemimpin muda harus hadir di tengah perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai kesederhanaan, gotong royong, kejujuran, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil. Teknologi boleh semakin maju, tetapi kepemimpinan tetap harus memiliki hati dan kepedulian.
Gibran mempunyai kesempatan untuk menjadi jembatan antara pengalaman para pemimpin senior dan gagasan baru dari generasi muda. Kolaborasi antargenerasi sangat penting karena pembangunan Indonesia tidak dapat dilakukan hanya oleh satu kelompok usia. Generasi senior memiliki pengalaman, kebijaksanaan, dan pemahaman panjang mengenai perjalanan bangsa. Sementara itu, generasi muda membawa energi, kreativitas, keberanian mencoba hal baru, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi.
Indonesia membutuhkan keduanya.
Semoga Gibran terus menggunakan kesempatan dan tanggung jawab besar tersebut untuk menghadirkan kerja nyata. Keberhasilannya bukan hanya menjadi keberhasilan pribadi, tetapi juga dapat membuka kepercayaan yang lebih besar kepada jutaan anak muda Indonesia. Sudah saatnya generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Anak muda harus berani belajar, bekerja, berinovasi, dan mengambil bagian dalam menentukan masa depan Indonesia. Kehadiran Gibran sebagai Wakil Presiden harus menjadi penyemangat bahwa anak muda juga mampu memimpin, selama memiliki kemampuan, integritas, kerja keras, serta komitmen untuk mengabdi kepada rakyat dan negara.
