Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 Tahun Pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Pendidikan tinggi merupakan investasi penting bagi masa depan. Banyak orang tua berjuang agar anak-anaknya dapat menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi dengan harapan memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Namun, kenyataannya tidak sedikit lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan, bahkan mereka yang memiliki prestasi akademik tinggi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ijazah dan nilai akademik saja belum cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja.
Dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang yang memiliki pengetahuan, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, bekerja sama, beradaptasi, serta menyelesaikan persoalan secara nyata. Gelar akademik menjadi bukti pendidikan, sedangkan keterampilan dan karakter menjadi bekal penting untuk membangun karier. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pentingnya personal branding. Para lulusan perguruan tinggi harus mampu memperkenalkan kemampuan, pengalaman, dan keunggulan dirinya secara profesional. Bukan sekadar menunjukkan ijazah atau kumpulan sertifikat, tetapi juga karya, portofolio, dan kontribusi yang dapat diberikan.
Sertifikat pelatihan tentu bermanfaat, tetapi akan lebih bernilai apabila pengetahuan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan. Jangan hanya mengumpulkan sertifikat, tetapi bangun kemampuan yang dapat dibuktikan melalui hasil kerja. Perguruan tinggi juga perlu terus menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa tidak cukup hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga harus dibekali kreativitas, keterampilan teknologi, jiwa kewirausahaan, serta keberanian menciptakan peluang usaha.
Di sisi lain, pemerintah dan dunia usaha memiliki tanggung jawab untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas pelatihan, mendukung investasi, serta memperkuat UMKM agar mampu berkembang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Bagi generasi muda, jangan berkecil hati apabila setelah lulus belum langsung memperoleh pekerjaan. Terus belajar, tingkatkan keterampilan, bangun jaringan, dan jangan takut memulai dari peluang kecil. Kesuksesan tidak selalu dimulai dari jabatan tinggi, tetapi sering kali tumbuh melalui proses, pengalaman, dan ketekunan.
Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang gelar yang melekat pada nama, tetapi tentang bagaimana ilmu, kemampuan, dan karakter dapat memberikan manfaat. Ijazah membuktikan bahwa seseorang telah menyelesaikan pendidikan, tetapi kompetensi, integritas, dan karya nyata membuktikan kemampuannya menghadapi kehidupan.
Indonesia membutuhkan generasi yang bukan hanya memiliki gelar sarjana, tetapi juga mampu bekerja, berinovasi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.(BN)
