DEPOK – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir kembali menjadi perhatian publik. Kondisi tersebut memunculkan berbagai kekhawatiran, mulai dari potensi kenaikan harga barang impor hingga dampaknya terhadap dunia usaha dan daya beli masyarakat. Namun di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, Anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H., mengajak masyarakat untuk tetap optimistis terhadap ketahanan ekonomi Indonesia.
Menurut Binton, pelemahan rupiah saat ini tidak bisa dilepaskan dari berbagai faktor eksternal, seperti ketidakpastian ekonomi global, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, hingga tensi geopolitik yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan dunia. Meski demikian, ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang cukup kuat. “Memang kita harus mencermati perkembangan nilai tukar rupiah secara serius. Namun masyarakat tidak perlu panik. Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang jauh lebih baik dibandingkan masa-masa krisis di masa lalu. Kita memiliki pasar domestik yang besar, sektor UMKM yang kuat, serta potensi sumber daya yang sangat besar,” ujar Binton
Binton menjelaskan bahwa pelemahan rupiah memang dapat memberikan dampak terhadap sektor-sektor yang bergantung pada impor, terutama bahan baku industri dan barang konsumsi tertentu. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga dapat membuka peluang bagi peningkatan ekspor nasional apabila dimanfaatkan dengan baik. “Setiap tantangan pasti memiliki peluang. Ketika rupiah melemah, produk-produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar internasional. Yang penting adalah bagaimana pemerintah dan pelaku usaha mampu memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing,” katanya.
Sebagai legislator yang aktif mendorong pengembangan ekonomi daerah, Binton menekankan pentingnya penguatan sektor ekonomi riil sebagai benteng menghadapi gejolak ekonomi global. Ia menilai sektor UMKM, industri kreatif, perdagangan lokal, dan sektor jasa harus terus diperkuat agar mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, keberhasilan Indonesia melewati berbagai tantangan ekonomi selama ini tidak terlepas dari peran besar para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang terus bergerak menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.
“UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Ketika terjadi tekanan ekonomi global, UMKM tetap mampu bertahan dan menyerap tenaga kerja. Karena itu dukungan terhadap UMKM harus terus diperkuat melalui akses permodalan, pelatihan, digitalisasi usaha, dan perluasan pasar,” tegasnya. Binton juga mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar. “Kita harus memberikan dukungan terhadap langkah-langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Kepercayaan investor, stabilitas harga, dan pertumbuhan ekonomi harus terus dijaga agar Indonesia tetap mampu bersaing di tengah ketidakpastian global,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua DPD PSI Kota Depok tersebut mengajak masyarakat untuk semakin mencintai produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perekonomian nasional. Ia meyakini bahwa meningkatnya konsumsi produk lokal akan memperkuat industri nasional sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. “Setiap kali kita membeli produk lokal, sesungguhnya kita sedang membantu perekonomian bangsa. Kita membantu UMKM berkembang, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Ini adalah langkah sederhana tetapi memiliki dampak yang besar,” kata Binton.
Di tengah berbagai tantangan global, Binton menegaskan bahwa optimisme harus tetap menjadi modal utama bangsa Indonesia. Dengan sumber daya alam yang melimpah, bonus demografi, serta semangat gotong royong yang menjadi karakter bangsa, ia yakin Indonesia mampu menghadapi berbagai tekanan ekonomi yang terjadi saat ini. “Saya optimistis ekonomi Indonesia akan tetap tangguh. Tantangan pasti ada, tetapi bangsa ini sudah berkali-kali membuktikan kemampuannya menghadapi krisis. Dengan kerja keras, inovasi, dan kebijakan yang tepat, Indonesia akan terus tumbuh dan berkembang menjadi negara yang semakin kuat secara ekonomi,” pungkas Binton Nadapdap.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah, optimisme dan penguatan sektor ekonomi produktif tetap menjadi kunci dalam menjaga stabilitas serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.
