Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Dalam kehidupan, seseorang sering dinilai berkelas karena kekayaan, pendidikan, jabatan, atau penampilannya. Padahal menurut saya, kualitas seseorang yang sesungguhnya terlihat dari cara berpikir, mengendalikan emosi, menghargai orang lain, serta menjaga integritas dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi pribadi berkelas bukan tentang bagaimana membuat orang lain terkesan, melainkan bagaimana membangun karakter yang layak dihormati dan dipercaya.
Ketenangan dan Pengendalian Diri Mencerminkan Kedewasaan
Tidak semua kritik harus dibalas, tidak setiap perbedaan harus diperdebatkan, dan tidak semua persoalan membutuhkan reaksi emosional. Kemampuan menjaga ketenangan, memilih waktu untuk berbicara, serta mengendalikan emosi merupakan tanda kedewasaan dan kecerdasan emosional. Menurut saya, orang yang benar-benar kuat bukanlah orang yang paling keras berbicara, tetapi yang mampu menjaga sikap ketika menghadapi tekanan.
Menghargai Orang Lain Adalah Cerminan Kebesaran Jiwa
Kekayaan, pendidikan, dan jabatan tidak memberikan hak kepada seseorang untuk merendahkan orang lain. Pribadi yang berkelas terlihat dari kesantunan, kemampuan menghargai perbedaan, menepati janji, menjaga waktu, serta memperlakukan setiap orang dengan hormat. Menurut saya, semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memberikan keteladanan.
Integritas Lebih Penting daripada Pengakuan Sosial
Penampilan dapat menciptakan kesan pertama, tetapi karakter menentukan kepercayaan jangka panjang. Kejujuran, tanggung jawab, konsistensi, dan kesesuaian antara perkataan dengan tindakan merupakan fondasi integritas. Jangan mengubah prinsip hanya demi mendapatkan pujian atau penerimaan dari orang lain. Menurut saya, kualitas seseorang justru diuji ketika ia tetap melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang memperhatikan.
Pesan untuk Masyarakat
Mari membangun kualitas diri melalui kebiasaan sederhana menjaga ucapan, mengendalikan emosi, menghargai waktu, menepati janji, menghormati sesama, dan mempertahankan integritas. Jangan terlalu sibuk membangun penampilan agar terlihat hebat, tetapi lupa membangun karakter agar benar-benar berkualitas. Tidak perlu menjadi kaya untuk berkelas, tidak perlu memiliki jabatan untuk dihormati, dan tidak perlu merendahkan orang lain untuk menunjukkan kelebihan.
Menurut saya, semakin tinggi pendidikan, seharusnya semakin bijaksana pemikiran seseorang. Semakin besar kekuasaan, semakin besar tanggung jawabnya. Dan semakin tinggi keberhasilan, semakin penting kerendahan hati. Pada akhirnya, kelas seseorang bukan ditentukan oleh seberapa banyak harta, gelar, atau jabatan yang dimiliki, tetapi oleh bagaimana ia membawa diri, menghormati orang lain, menjaga kepercayaan, dan mempertahankan integritas. Karena manusia yang benar-benar berkelas tidak perlu menunjukkan bahwa dirinya lebih tinggi daripada orang lain. Sikap, karakter, dan perbuatannya akan berbicara dengan sendirinya.(BN)
