Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Penetua Gereja | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah lebih dari 30 tahun pengabdian sebagai Pelayan Nasabah | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” — Filipi 4:6
Kekhawatiran adalah bagian dari kehidupan manusia. Kita khawatir tentang pekerjaan, usaha, kesehatan, keluarga, pendidikan anak, ekonomi, bahkan tentang sesuatu yang sebenarnya belum terjadi. Menurut saya, masalah sering kali menjadi terasa lebih berat ketika kita terus memikirkannya sendirian tanpa menyerahkannya kepada Tuhan. Firman Tuhan dalam Filipi 4:6 mengingatkan kita untuk membawa setiap persoalan dalam doa. Berdoa bukan berarti masalah langsung hilang, tetapi doa membuat hati kita kembali menyadari bahwa ada Tuhan yang jauh lebih besar daripada persoalan yang sedang kita hadapi.
Lebih dari 30 tahun saya mengabdi di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai pelayan nasabah di Depok. Saya bertemu dengan ribuan masyarakat dengan berbagai persoalan kehidupan. Ada yang sedang membangun usaha, mengalami kesulitan ekonomi, menghadapi kegagalan, lalu berusaha bangkit kembali. Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa kesulitan hari ini tidak selalu menentukan masa depan seseorang. Karena itu, ketika hidup sedang berat, jangan hanya memelihara kekhawatiran. Berdoalah, tetapi tetaplah berusaha. Kalau usaha sedang sulit, evaluasi dan perbaiki. Kalau hubungan dengan keluarga bermasalah, belajarlah berkomunikasi dan meminta maaf. Kalau pernah salah mengambil keputusan, jangan takut mengakuinya dan memulai kembali.
Dalam perjalanan hidup saya, pelayanan juga menjadi bagian penting. Ketika bekerja di Bank BRI, saya belajar menjadi pelayan nasabah. Ketika dipercaya menjadi penetua gereja, saya belajar melayani Tuhan dan sesama. Dan ketika masyarakat memberikan kepercayaan kepada saya menjadi Anggota DPRD Kota Depok, saya kembali belajar menjadi pelayan masyarakat. Di mana pun kita berada, hidup seharusnya membawa manfaat bagi orang lain. Jangan pula membiarkan masalah membuat hati kita menjadi keras. Walaupun kita sedang mempunyai pergumulan, kita masih dapat menjadi berkat. Kita bisa memberikan perhatian, semangat, informasi, kesempatan, doa, atau pertolongan kepada orang lain sesuai kemampuan kita. Terkadang Tuhan belum langsung mengubah keadaan, tetapi Tuhan terlebih dahulu memberikan ketenangan, kekuatan, dan kebijaksanaan agar kita mampu melewati keadaan tersebut. Karena itu, jangan habiskan hari ini hanya untuk mengkhawatirkan hari esok.
Berdoalah ketika hati gelisah. Bersyukurlah untuk apa yang masih kita miliki. Tetaplah bekerja, tetaplah berbuat baik, dan percayalah bahwa Tuhan sanggup memberikan kekuatan untuk menghadapi setiap persoalan. Kekhawatiran tidak menyelesaikan hari esok, tetapi iman memberi kita kekuatan untuk menjalani hari ini.(BN)
