Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Politik sering dipandang sebagai jalan menuju jabatan dan kekuasaan. Namun menurut saya, politik seharusnya terlebih dahulu dipahami sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat. Jabatan politik mempunyai batas waktu, sementara kepercayaan masyarakat dibangun melalui proses panjang. Karena itu, siapa pun yang memilih masuk ke dunia politik harus siap bekerja, mendengar, melayani, dan mempertanggungjawabkan setiap amanah yang diberikan.
Jabatan adalah Amanah
Jabatan bukanlah tujuan akhir. Jabatan merupakan kesempatan untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat. Ketika seseorang memperoleh kepercayaan menjadi wakil rakyat, pemimpin daerah, pengurus partai, atau menduduki posisi publik lainnya, tanggung jawabnya justru semakin besar. Menurut saya, semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar pula kewajibannya untuk menjaga integritas dan memberikan manfaat. Masyarakat tidak hanya melihat apa yang disampaikan dalam pidato, tetapi juga memperhatikan sikap, konsistensi, keputusan, dan hasil pekerjaan yang dilakukan. Politik akan mempunyai nilai ketika kekuasaan digunakan untuk memperbaiki pelayanan, membuka kesempatan, membantu masyarakat menghadapi persoalan, dan memperjuangkan kepentingan bersama.
Politik Harus Dekat dengan Persoalan Rakyat
Persoalan masyarakat tidak selalu berbicara tentang isu besar. Bagi sebagian warga, persoalan yang paling penting mungkin adalah sulitnya mendapatkan pekerjaan, mengembangkan usaha, memperoleh pelayanan administrasi, mengurus perizinan, mendapatkan pendidikan yang baik, atau memperjuangkan haknya. Karena itu, menurut saya, politisi harus mempunyai kemampuan untuk mendengar. Turun ke masyarakat bukan hanya kegiatan seremonial. Bertemu warga harus menjadi kesempatan untuk mengetahui persoalan nyata yang mereka hadapi. Ketika masyarakat menyampaikan keluhan, tugas seorang wakil rakyat bukan sekadar mendengarkan. Aspirasi tersebut harus dipahami, dikawal, dan apabila memungkinkan diperjuangkan melalui jalur pemerintahan maupun kebijakan yang tersedia.
Politik Membutuhkan Integritas
Dalam perjalanan politik, tekanan dan kepentingan dapat datang dari berbagai arah. Karena itu, integritas menjadi sangat penting. Integritas berarti adanya kesesuaian antara perkataan dan tindakan. Apa yang dijanjikan harus diupayakan. Apa yang disampaikan kepada masyarakat harus dapat dipertanggungjawabkan. Menurut saya, kepercayaan tidak lahir dari pencitraan, tetapi dari konsistensi. Seseorang mungkin dapat membangun popularitas dalam waktu singkat, tetapi kepercayaan membutuhkan waktu yang panjang. Sekali kepercayaan hilang, untuk mendapatkannya kembali tidaklah mudah. Karena itu, politisi harus menjaga sikap, transparansi, tanggung jawab, dan keberanian untuk mengatakan yang benar sesuai keyakinan serta kepentingan masyarakat.
Perbedaan Tidak Boleh Menghilangkan Persatuan
Politik selalu menghadirkan perbedaan pilihan, pandangan, gagasan, dan kepentingan. Hal tersebut merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun menurut saya, perbedaan politik tidak boleh membuat kita kehilangan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Kita dapat berbeda partai. Kita dapat mempunyai pandangan berbeda mengenai suatu kebijakan. Kita juga dapat berbeda pilihan dalam pemilu. Tetapi setelah perdebatan selesai, kepentingan masyarakat harus kembali menjadi perhatian bersama. Kritik juga diperlukan dalam kehidupan politik, tetapi kritik sebaiknya disampaikan dengan argumentasi, data, dan solusi. Demikian pula dukungan terhadap suatu kebijakan seharusnya tetap disertai sikap kritis agar kepentingan masyarakat tetap terjaga.
Partai Politik Harus Membangun Kader
Menurut saya, kualitas politik juga sangat bergantung pada kualitas kader yang dipersiapkan oleh partai politik. Partai tidak cukup hanya mencari orang ketika membutuhkan calon dalam pemilu. Kader harus dibentuk sejak awal melalui pendidikan politik, pemahaman tentang pemerintahan, hukum, pelayanan publik, kepemimpinan, serta etika. Politik membutuhkan orang-orang yang tidak hanya mampu berbicara, tetapi juga mampu bekerja. Kader perlu belajar mendengar masyarakat, memahami persoalan daerah, membangun komunikasi, bekerja dalam tim, serta mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi warga. Semakin baik proses kaderisasi, semakin besar pula peluang lahirnya pemimpin yang berkualitas.
Generasi Muda Harus Berani Terlibat
Politik masa depan juga membutuhkan keterlibatan generasi muda. Anak muda membawa gagasan baru, kreativitas, kemampuan memanfaatkan teknologi, serta cara pandang yang berbeda dalam melihat persoalan. Namun keterlibatan generasi muda seharusnya tidak berhenti pada media sosial. Menurut saya, anak muda harus berani belajar organisasi, memahami pemerintahan, mempelajari hukum, terlibat dalam kegiatan masyarakat, dan membangun kemampuan kepemimpinan. Tidak semua orang harus menjadi politisi. Namun masyarakat yang memahami politik akan lebih mampu mengawasi kebijakan dan menyampaikan aspirasinya dengan baik. Politik yang sehat membutuhkan warga yang aktif sekaligus pemimpin yang mau mendengar.
Kerja Nyata adalah Bahasa Politik yang Paling Mudah Dipahami
Masyarakat mungkin tidak selalu mengikuti seluruh perdebatan politik. Namun masyarakat dapat merasakan apakah kehidupan sehari-hari mereka menjadi lebih mudah atau tidak. Karena itu, politik harus mempunyai hasil yang dapat dirasakan. Pelayanan publik yang lebih baik, UMKM yang semakin berkembang, kesempatan kerja, lingkungan yang tertata, pendidikan yang semakin berkualitas, serta penyelesaian berbagai persoalan masyarakat merupakan contoh hal-hal yang lebih dekat dengan kehidupan warga. Menurut saya, kerja nyata adalah bahasa politik yang paling mudah dipahami masyarakat.
Pada akhirnya, jabatan dapat berakhir. Masa kepengurusan dapat selesai. Pemilu akan datang dan pergi. Tetapi rekam jejak akan tetap menjadi bagian dari perjalanan seseorang. Karena itu, saya percaya bahwa siapa pun yang memilih jalan politik harus selalu mengingat satu hal: jangan menjadikan masyarakat hanya sebagai sumber suara. Jadikan masyarakat sebagai alasan utama mengapa kita bekerja.
Politik harus kembali kepada semangat pengabdian. Kekuasaan harus digunakan untuk memberikan manfaat. Perbedaan harus dikelola dengan kedewasaan. Dan kepercayaan rakyat harus dijaga melalui integritas serta kerja nyata.
Karena jabatan boleh berganti, tetapi nama baik, pengabdian, dan kepercayaan masyarakat adalah warisan yang jauh lebih berharga.
