Oleh: Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Mahasiswa Program Doktor Hukum (Hukum Bisnis) Universitas Kristen Indonesia | Purnabakti BRI 31 Tahun | Pelaku UMKM
Ketika melihat seseorang yang sudah berusia 60 tahun ke atas masih bekerja setiap hari, terkadang muncul pertanyaan bukankah seharusnya pada usia tersebut seseorang sudah menikmati masa tua? Namun menurut saya, alasan seseorang tetap bekerja di usia senja tidak selalu sederhana. Ada perjuangan, tanggung jawab, dan kebutuhan hidup yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain.
Kebutuhan Hidup Tidak Berhenti Karena Usia
Usia boleh bertambah, tetapi kebutuhan sehari-hari tetap berjalan. Makanan, tempat tinggal, kesehatan, obat-obatan, biaya keluarga, dan berbagai kebutuhan lainnya tetap harus dipenuhi. Karena itu, tidak sedikit orang yang tetap bekerja meskipun tubuh mereka tidak lagi sekuat ketika masih muda. Kita mungkin melihat seseorang yang sudah lanjut usia masih berjualan, mengemudi, berdagang, bekerja di pasar, menjaga toko, atau melakukan pekerjaan lainnya. Jangan terburu-buru menilai bahwa mereka tidak menikmati hidup. Bisa jadi pekerjaan tersebut merupakan cara mereka bertahan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ingin Tetap Mandiri
Ada juga orang yang tetap bekerja karena ingin memiliki penghasilan sendiri. Menurut saya, keinginan untuk tetap mandiri merupakan sesuatu yang patut dihargai. Sebagian orang tua tidak ingin seluruh kebutuhan hidupnya bergantung kepada anak atau keluarganya. Selama masih diberikan kesehatan dan kemampuan untuk bekerja, mereka memilih berusaha dengan tenaga sendiri. Mungkin penghasilan yang diperoleh tidak besar, tetapi bagi mereka ada kebanggaan karena masih mampu memenuhi sebagian kebutuhan tanpa selalu meminta bantuan orang lain.
Bekerja Bukan Hanya Tentang Uang
Bekerja juga tidak selalu semata-mata mengenai penghasilan. Bagi sebagian orang, pekerjaan membuat mereka tetap aktif, mempunyai rutinitas, bertemu dengan orang lain, dan merasa masih memiliki peran dalam kehidupan. Setelah puluhan tahun terbiasa bekerja, berhenti secara total juga tidak selalu mudah. Ada orang yang justru merasa lebih bahagia ketika tetap mempunyai aktivitas. Karena itu, selama kondisi kesehatan memungkinkan dan pekerjaan yang dilakukan tidak membahayakan, tetap produktif di usia lanjut dapat menjadi bagian dari cara seseorang menikmati kehidupannya.
Jangan Hanya Melihat Usianya
Kita mungkin hanya melihat rambut yang sudah memutih, langkah yang tidak lagi secepat dahulu, wajah yang mulai menua, dan tubuh yang terlihat lebih mudah lelah. Tetapi kita tidak pernah benar-benar mengetahui perjuangan yang ada di balik kehidupan seseorang. Kita tidak mengetahui berapa banyak kebutuhan yang masih harus dipenuhi. Kita juga tidak mengetahui apakah masih ada keluarga yang menjadi tanggung jawabnya atau persoalan kehidupan lain yang sedang dihadapinya. Menurut saya, jangan terlalu cepat menilai kehidupan seseorang hanya dari apa yang terlihat di permukaan. Di balik seseorang yang masih bekerja ketika usianya tidak lagi muda, mungkin terdapat cerita panjang tentang tanggung jawab, keluarga, harga diri, kemandirian, dan perjuangan untuk tetap berdiri.
Menghargai Mereka yang Masih Berjuang
Ketika bertemu orang yang sudah lanjut usia tetapi masih bekerja, hal sederhana yang dapat kita lakukan adalah menghargainya. Tidak perlu memandang dengan rasa kasihan berlebihan. Perlakukan mereka dengan hormat. Jika mereka berdagang, jangan merendahkan usahanya. Jika mereka memberikan pelayanan, hargai pekerjaannya. Jika kita mempunyai kemampuan untuk membantu, bantulah dengan cara yang tetap menjaga martabat mereka. Sebab setiap orang mempunyai perjalanan hidup yang berbeda. Ada yang memasuki usia tua dengan kondisi ekonomi yang cukup. Ada yang masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Ada pula yang bekerja karena memang tidak ingin berhenti berkarya.
Penutup
Menurut saya, bertambahnya usia tidak selalu berarti seseorang harus berhenti menjalani kehidupan secara produktif. Selama masih mempunyai kesehatan, kemampuan, dan semangat, tidak ada salahnya seseorang terus berkarya. Namun masyarakat juga perlu memiliki kepedulian terhadap mereka yang masih harus bekerja keras di usia lanjut karena keadaan ekonomi.
Usia boleh bertambah, tetapi semangat hidup tidak harus berhenti.
Kita mungkin tidak mengetahui seluruh cerita kehidupan seseorang. Karena itu, jangan mudah menghakimi. Belajarlah menghargai setiap perjuangan, sekecil apa pun pekerjaan yang dilakukan.
Sebab di balik langkah yang mulai melambat, mungkin masih ada tanggung jawab besar yang sedang diperjuangkan. Dan di balik tubuh yang mulai menua, masih ada semangat untuk tetap hidup dengan mandiri dan bermartabat. (BN)
