Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Dunia terus bergerak. Teknologi berkembang, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin banyak digunakan, pola kerja berubah, kebutuhan konsumen berubah, dan cara menjalankan usaha juga terus berkembang. Menurut saya, kita tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Kita harus terus belajar, memahami perkembangan, dan berani menyesuaikan diri tanpa kehilangan nilai serta integritas.
Perubahan Tidak Bisa Dihindari
Banyak hal yang dahulu dianggap modern sekarang sudah menjadi sesuatu yang biasa. Cara berkomunikasi, berbelanja, bekerja, mencari informasi, hingga menjalankan usaha berubah sangat cepat. Menolak seluruh perubahan tidak akan membuat perubahan berhenti. Karena itu, yang perlu dilakukan adalah memahami mana perkembangan yang dapat membantu kehidupan dan pekerjaan kita. Kemampuan beradaptasi bukan berarti mengikuti semua tren, tetapi mengetahui perubahan mana yang penting dan bagaimana memanfaatkannya secara tepat.
Jangan Takut dengan Teknologi
Perkembangan AI sering menimbulkan kekhawatiran karena dianggap dapat menggantikan pekerjaan manusia. Namun menurut saya, teknologi seharusnya terlebih dahulu dilihat sebagai alat. AI dapat membantu mencari informasi, mengolah data, membuat pekerjaan lebih cepat, meningkatkan pelayanan, hingga membantu pelaku usaha memahami pasar. Yang menjadi tantangan bukan hanya hadirnya teknologi baru, tetapi apakah kita mau meningkatkan kemampuan agar dapat menggunakannya dengan baik.
UMKM Harus Berani Berinovasi
Bagi pelaku UMKM, kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting. Produk yang dahulu laris belum tentu selamanya diminati. Cara pemasaran yang dahulu berhasil belum tentu memberikan hasil yang sama hari ini. Pelaku usaha harus terus memperhatikan pelanggan, kualitas produk, kemasan, pelayanan, pemasaran digital, pembayaran elektronik, dan perkembangan teknologi. Menurut saya, UMKM yang bertahan bukan selalu yang paling besar, tetapi yang mampu membaca perubahan dan terus memperbaiki diri.
Jangan Hanya Mengikuti, Pahami Ekosistemnya
Kita tidak cukup hanya mengikuti perubahan dari permukaan. Kita harus memahami apa yang terjadi di belakangnya. Ketika menggunakan media sosial, pahami bagaimana membangun hubungan dengan pelanggan. Ketika menggunakan AI, pahami manfaat dan keterbatasannya. Ketika masuk ke marketplace, pahami biaya, persaingan, dan karakter konsumennya. Semakin memahami ekosistem sebuah perubahan, semakin baik pula keputusan yang dapat kita ambil.
Pengalaman Tetap Sangat Berharga
Teknologi baru bukan berarti pengalaman lama tidak berguna. Justru pengalaman dapat menjadi fondasi untuk menggunakan teknologi dengan lebih bijaksana. Orang yang mempunyai pengalaman panjang memahami manusia, pelayanan, risiko, tanggung jawab, dan pentingnya kepercayaan. Ketika pengalaman tersebut dipadukan dengan pengetahuan baru, hasilnya dapat menjadi kekuatan yang besar. Pengalaman dan inovasi tidak harus dipertentangkan. Keduanya harus berjalan bersama.
Belajar Tidak Mengenal Usia
Menurut saya, salah satu sikap terpenting menghadapi perubahan adalah tidak pernah merasa selesai belajar. Tidak ada usia yang terlalu tua untuk memahami teknologi baru dan tidak ada jabatan yang terlalu tinggi untuk menerima pengetahuan baru. Dunia terus berubah, sehingga kemampuan kita juga harus terus berkembang. Orang yang terus belajar akan mempunyai lebih banyak pilihan ketika keadaan berubah.
Adaptasi Tetap Harus Memiliki Nilai
Beradaptasi bukan berarti meninggalkan prinsip. Dalam menggunakan teknologi, menjalankan usaha, maupun membangun karier, kejujuran, tanggung jawab, etika, dan integritas harus tetap dijaga. Jangan karena ingin cepat mengikuti perkembangan kemudian mengabaikan keamanan data, kepercayaan pelanggan, atau hak orang lain. Kemajuan yang baik adalah kemajuan yang membuat pekerjaan lebih efektif tanpa kehilangan nilai kemanusiaan.
Pada akhirnya, perubahan akan terus datang, baik kita siap maupun tidak. Karena itu, jangan terlalu takut dengan perkembangan zaman. Teruslah belajar, tingkatkan kemampuan, pahami teknologi, berani berinovasi, dan tetap jaga integritas.
Tidak beradaptasi membuat kita mudah tertinggal. Tetapi ketika pengalaman dipadukan dengan kemauan belajar dan keberanian berinovasi, perubahan bukan lagi sesuatu yang harus ditakuti,perubahan dapat menjadi kesempatan untuk tumbuh dan maju.
