Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Menurut saya, politik seharusnya tidak hanya hadir menjelang pemilu, tetapi hadir setiap hari ketika masyarakat membutuhkan perhatian, pelayanan, solusi, dan keberpihakan. Inilah tantangan yang harus terus dijawab oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). PSI harus tumbuh bukan hanya sebagai partai yang dikenal, tetapi juga dirasakan kehadirannya. Masyarakat semakin kritis dan tidak cukup hanya melihat slogan, baliho, atau kegiatan seremonial. Masyarakat ingin melihat apa yang benar-benar dilakukan sebuah partai untuk kehidupan mereka. Nilai antikorupsi, toleransi, budaya politik yang lebih baik, keterbukaan, dan keberpihakan kepada masyarakat harus diwujudkan dalam kerja nyata di tengah rakyat. Ketika UMKM membutuhkan pendampingan, PSI harus hadir. Ketika masyarakat menghadapi persoalan pelayanan publik, PSI harus mendengar. Ketika anak muda membutuhkan ruang berpartisipasi, PSI harus membuka pintu. Ketika masyarakat kecil membutuhkan keadilan dan kepastian hukum, kader PSI harus berani memperjuangkannya.
PSI Harus Dekat dengan Rakyat
Partai politik tidak boleh hanya bergerak dari kantor. Kader harus turun ke tengah masyarakat, mendengar persoalan warga, berdiskusi dengan pelaku UMKM, anak muda, tokoh masyarakat, perempuan, pekerja, dan berbagai kelompok lainnya. Semakin dekat sebuah partai dengan masyarakat, semakin baik pula partai tersebut memahami persoalan yang sebenarnya terjadi. Karena itu, struktur partai hingga tingkat bawah harus benar-benar hidup. Struktur bukan sekadar dibentuk untuk kepentingan pemilu, tetapi harus menjadi jaringan komunikasi, pelayanan, dan penyerapan aspirasi masyarakat.
Politik Harus Memberikan Solusi
Menurut saya, masyarakat tidak membutuhkan politik yang terus dipenuhi pertengkaran. Masyarakat membutuhkan politik yang menghasilkan solusi. Persoalan lapangan kerja, UMKM, pendidikan, sampah, perizinan usaha, pelayanan pemerintah, infrastruktur, kepastian hukum, dan kesejahteraan harus menjadi bagian dari perjuangan politik. Di Kota Depok, PSI harus mampu menjadi salah satu kekuatan yang aktif menyerap dan memperjuangkan aspirasi warga. Kritik tetap diperlukan, tetapi kritik harus disertai gagasan dan solusi yang dapat dilaksanakan.
Anak Muda Jangan Hanya Menjadi Penonton
PSI juga memiliki tanggung jawab membuka ruang politik yang lebih luas bagi generasi muda. Anak muda jangan hanya menjadi penonton, pembuat konten, atau penggembira dalam politik. Mereka harus diberi kesempatan belajar memimpin, memahami pemerintahan dan hukum, mengembangkan kemampuan berorganisasi, serta ikut menentukan arah pembangunan. Kita membutuhkan generasi politik baru yang tidak hanya pintar berbicara, tetapi juga memiliki integritas, kompetensi, keberanian, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Kepercayaan Dibangun dengan Konsistensi
Menurut saya, membesarkan PSI membutuhkan proses panjang. Tidak ada jalan pintas untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Kepercayaan dibangun melalui konsistensi: hari ini bekerja, besok bekerja, dan terus bekerja sekalipun tidak sedang menghadapi pemilu. Kader harus menjaga perilaku, pengurus harus menjalankan organisasi dengan baik, anggota legislatif harus memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan struktur harus terus bergerak. Semua itu harus dapat dirasakan langsung oleh rakyat. Pemilu memang penting, tetapi tujuan politik tidak boleh berhenti pada suara dan kursi. Kursi adalah alat perjuangan, sedangkan tujuan akhirnya adalah memperjuangkan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Karena itu, saya berharap PSI terus tumbuh menjadi partai yang terbuka, modern, bekerja secara terukur, menjaga toleransi, memperjuangkan pemerintahan yang bersih, serta berani berdiri bersama masyarakat. Menurut saya, masa depan PSI tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak orang mengenal PSI, tetapi oleh seberapa banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari kehadiran PSI.
Politik bukan hanya tentang siapa yang menang dalam pemilu, tetapi tentang siapa yang tetap hadir, mendengar, bekerja, dan berjuang bersama rakyat. PSI harus hadir, PSI harus bekerja, dan PSI harus membuktikan bahwa politik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
