Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Video ini menyampaikan sebuah pesan sederhana tetapi sangat menarik: salah satu kemampuan yang membuat seseorang mampu bertahan dalam berbagai keadaan adalah kemampuan menjual. Bahkan disampaikan bahwa orang yang jago jualan tidak mudah miskin karena mempunyai kemampuan untuk survive di mana pun berada.
Menurut saya, pesan ini penting terutama bagi generasi muda, pencari kerja, pelaku UMKM, maupun siapa saja yang sedang berusaha memperbaiki kondisi ekonominya. Kita boleh kehilangan pekerjaan, modal bisa berkurang, usaha bisa mengalami penurunan, tetapi selama kita mempunyai keterampilan, keberanian, jaringan, dan kemampuan menjual, selalu ada kesempatan untuk memulai kembali.
Menjual Bukan Hanya Menawarkan Barang
Banyak orang menganggap kemampuan menjual hanya dibutuhkan oleh salesman atau pedagang. Padahal hampir semua orang membutuhkan kemampuan tersebut. Pelaku UMKM harus mampu menjual produknya. Seorang profesional harus mampu menjelaskan kompetensinya. Pengusaha harus mampu meyakinkan calon pelanggan dan mitra. Bahkan seseorang yang sedang mencari pekerjaan harus mampu menunjukkan mengapa kemampuan dan pengalamannya layak dipertimbangkan.
Karena itu, menjual bukan sekadar meminta orang membeli. Menjual adalah kemampuan memahami kebutuhan orang lain, menawarkan solusi, membangun kepercayaan, berkomunikasi dengan baik, dan memberikan nilai. Produk yang bagus belum tentu laku apabila tidak dipasarkan dengan baik. Sebaliknya, kemampuan komunikasi dan pemasaran yang baik dapat membuat produk sederhana menemukan pasarnya.
Skill Bisa Dibawa ke Mana Pun
Menurut saya, inilah hal penting dari pesan video tersebut. Uang dapat habis dan jabatan dapat berakhir, tetapi kemampuan yang sudah melekat pada diri seseorang dapat dibawa ke mana pun ia pergi. Setelah menjalani lebih dari 31 tahun pengabdian di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, saya melihat bahwa pengalaman berhadapan dengan masyarakat mengajarkan satu hal penting: kemampuan berkomunikasi, membangun hubungan, memahami kebutuhan orang, serta mendapatkan kepercayaan merupakan modal yang sangat berharga. Dalam dunia usaha pun demikian. Seorang pedagang yang memahami cara menjual tidak harus selalu bergantung pada satu produk. Hari ini mungkin menjual makanan, besok pakaian, jasa, produk digital, atau produk lainnya. Barang yang dijual dapat berubah, tetapi kemampuan menjual tetap dapat digunakan.
Jangan Malu Memulai dari Jualan
Masih ada sebagian orang yang merasa gengsi ketika harus berjualan. Menurut saya, pola pikir seperti ini harus ditinggalkan. Tidak ada yang rendah dari sebuah usaha yang dilakukan secara halal dan sungguh-sungguh. Banyak perusahaan besar bermula dari kegiatan menjual dalam skala kecil. Banyak pengusaha juga memulai perjalanan mereka dengan menawarkan produk dari satu orang kepada orang lainnya. Daripada hanya menunggu kesempatan datang, lebih baik belajar menciptakan kesempatan. Kalau mempunyai produk, jual. Kalau mempunyai keahlian, tawarkan jasa. Kalau mempunyai jaringan, bangun hubungan. Kalau belum mempunyai usaha besar, mulailah dari sesuatu yang kecil tetapi nyata. Yang terpenting adalah kejujuran, kualitas, pelayanan, dan konsistensi.
UMKM Jangan Hanya Bisa Membuat Produk
Pesan ini juga sangat relevan bagi UMKM. Banyak pelaku usaha mempunyai produk bagus, tetapi kesulitan berkembang karena kemampuan pemasarannya masih terbatas. UMKM jangan hanya belajar membuat barang. Pelaku UMKM juga harus belajar jualan, pemasaran digital, pelayanan pelanggan, membangun merek, membuat konten, mengelola media sosial, melakukan negosiasi, serta menjaga pelanggan agar kembali membeli. Pada era digital, pasar tidak lagi terbatas oleh lingkungan sekitar. Melalui media sosial dan marketplace, produk dari usaha rumahan dapat dikenal konsumen dari berbagai daerah. Namun teknologi hanyalah alat. Pada akhirnya kita tetap harus mempunyai kemampuan meyakinkan masyarakat bahwa produk yang ditawarkan memang memberikan manfaat.
Mentalitas Bertahan Harus Dibangun
Menurut saya, kemampuan menjual juga membentuk mentalitas penting, yaitu mentalitas untuk tidak mudah menyerah ketika keadaan berubah. Orang yang terbiasa berjualan juga terbiasa menghadapi penolakan. Dari sepuluh orang yang ditawarkan mungkin hanya satu atau dua yang membeli. Namun dari proses tersebut seseorang belajar memperbaiki cara berbicara, memahami konsumen, mengevaluasi produk, dan mencoba kembali. Mental seperti inilah yang diperlukan dalam kehidupan dan dunia usaha. Kita tidak pernah mengetahui bagaimana kondisi ekonomi beberapa tahun ke depan. Teknologi berubah, jenis pekerjaan berubah, kebutuhan masyarakat berubah, dan persaingan semakin besar. Karena itu, jangan hanya mengandalkan jabatan atau satu sumber pendapatan. Bangun kemampuan yang membuat kita tetap produktif dalam berbagai situasi.
Belajarlah Menjual, Tetapi Tetap Jaga Kejujuran
Kemampuan menjual yang baik bukan berarti menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang. Penjualan harus tetap dibangun di atas kejujuran. Jangan menjanjikan sesuatu yang tidak bisa diberikan. Jangan menipu kualitas produk. Jangan menyembunyikan kekurangan yang seharusnya diketahui konsumen. Jangan memperoleh keuntungan dengan merugikan orang lain. Menurut saya, penjual terbaik bukan orang yang berhasil membuat konsumen membeli satu kali, melainkan orang yang mampu membuat konsumen percaya dan kembali membeli karena merasa puas. Kepercayaan jauh lebih mahal daripada sebuah transaksi. Karena itu, pesan dari video ini layak menjadi pengingat bagi kita semua: jangan hanya mengejar pekerjaan, tetapi bangunlah keterampilan. Jangan hanya berharap mendapatkan penghasilan, tetapi pelajari bagaimana menciptakan penghasilan. Salah satu kemampuan yang sangat berharga adalah kemampuan menjual. Produk dapat berganti, tempat bekerja dapat berubah, usaha dapat naik dan turun, tetapi orang yang mempunyai kemampuan, keberanian, integritas, dan kemauan untuk terus belajar akan selalu mempunyai peluang untuk bangkit dan bertahan.
