Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
Indonesia sedang berada dalam perjalanan besar menuju negara yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera. Menurut saya, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membawa semangat penting untuk melanjutkan pembangunan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi rakyat, sumber daya manusia, ketahanan nasional, dan masa depan generasi muda. Prabowo dan Gibran hadir dari dua generasi yang berbeda. Presiden Prabowo membawa pengalaman panjang dalam kepemimpinan dan pengabdian kepada negara, sedangkan Wakil Presiden Gibran membawa semangat generasi muda yang dekat dengan perkembangan teknologi, kewirausahaan, inovasi, dan perubahan zaman. Perpaduan pengalaman dan semangat generasi baru tersebut menurut saya merupakan modal penting dalam menghadapi tantangan Indonesia ke depan.
Ekonomi Rakyat Menjadi Kekuatan Indonesia
Salah satu hal yang menurut saya patut mendapatkan perhatian adalah keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi rakyat. Presiden Prabowo pada Agustus 2026 kembali menegaskan bahwa ekonomi desa, koperasi, dan UMKM merupakan kekuatan penting perekonomian nasional. Pemerintah juga menempatkan penguatan ekonomi kerakyatan sebagai bagian dari arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Sebagai orang yang pernah mengabdi selama 31 tahun di dunia perbankan dan sekarang juga berkecimpung dalam kegiatan UMKM, saya melihat langsung bahwa usaha kecil mempunyai peranan luar biasa dalam kehidupan masyarakat. Di balik sebuah warung kecil, usaha rumahan, bengkel, pedagang pasar, petani, nelayan, ataupun usaha keluarga, terdapat sumber penghidupan bagi jutaan keluarga Indonesia.
Karena itu, ketika pemerintah memperkuat UMKM dan ekonomi rakyat, sebenarnya pemerintah sedang memperkuat fondasi ekonomi bangsa. UMKM membutuhkan akses modal yang sehat, pasar yang lebih luas, kemudahan perizinan, teknologi, pendampingan, serta kesempatan untuk terus berkembang. Pemerintah juga menegaskan bahwa investasi dan pertumbuhan ekonomi harus bermuara pada kesejahteraan dan penciptaan lapangan pekerjaan. Dalam pidato kenegaraan Agustus 2026, Presiden menyampaikan bahwa realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.010 triliun, dengan jutaan lapangan kerja tercipta.
Menurut saya, arah seperti inilah yang perlu terus dijaga: pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama pertumbuhan kesejahteraan masyarakat.
Gibran dan Ruang Besar bagi Generasi Muda
Kehadiran Gibran sebagai Wakil Presiden juga menjadi simbol bahwa generasi muda mempunyai ruang yang besar dalam pembangunan Indonesia. Generasi muda hari ini hidup di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat. Mereka menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial, ekonomi digital, industri kreatif, perubahan dunia kerja, hingga persaingan global. Wakil Presiden Gibran dalam berbagai kesempatan pada 2026 menekankan pentingnya penguatan karakter, kewirausahaan, keterampilan, dan kemampuan generasi muda dalam menghadapi bonus demografi. Ia juga mendorong digitalisasi pendidikan dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas serta membuka peluang ekonomi baru. Menurut saya, anak muda Indonesia jangan hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga harus didorong menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Mereka harus berani berwirausaha, menguasai teknologi, meningkatkan pendidikan dan keterampilan, serta mempunyai keberanian membangun sesuatu dari bawah. Apabila generasi muda kita kuat, produktif, kreatif, dan mempunyai karakter yang baik, masa depan Indonesia juga akan semakin kuat.
Pembangunan Harus Sampai ke Daerah
Indonesia bukan hanya Jakarta. Indonesia adalah ribuan pulau, desa, kelurahan, kabupaten, dan kota dengan potensi serta tantangannya masing-masing. Karena itu, pembangunan nasional harus semakin terasa sampai ke daerah. Pemerintah pusat membutuhkan dukungan pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa agar setiap program dapat benar-benar memberikan manfaat. Sebagai Anggota DPRD Kota Depok, menurut saya semangat pembangunan nasional juga harus kita terjemahkan di tingkat daerah. Ketika pemerintah pusat berbicara mengenai UMKM, daerah harus membantu UMKM berkembang. Ketika pemerintah berbicara mengenai investasi, daerah harus memberikan pelayanan perizinan yang baik. Ketika pemerintah memperkuat pendidikan dan teknologi, pemerintah daerah juga harus mempersiapkan generasi mudanya.
Pembangunan nasional akan semakin kuat apabila pusat dan daerah bergerak dalam satu tujuan yang sama: meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Persatuan Menjadi Modal Terbesar
Tantangan dunia semakin kompleks. Persaingan ekonomi, perubahan teknologi, persoalan pangan dan energi, hingga ketidakpastian geopolitik membutuhkan bangsa yang kuat dan bersatu. Karena itu, setelah seluruh proses politik dan pemilu selesai, menurut saya energi bangsa sebaiknya semakin diarahkan kepada kerja bersama. Perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi, tetapi kepentingan bangsa harus tetap berada di atas kepentingan kelompok. Pemerintah juga telah menempatkan swasembada pangan dan energi sebagai bagian penting dari strategi transformasi bangsa, dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Saya percaya Indonesia mempunyai modal yang sangat besar. Kita mempunyai sumber daya alam, sumber daya manusia, generasi muda, pelaku UMKM, petani, nelayan, pekerja, pengusaha, akademisi, serta masyarakat yang mempunyai semangat kerja keras. Semua kekuatan tersebut harus disatukan.
Optimis Bersama Prabowo–Gibran
Menurut saya, bangsa yang besar membutuhkan optimisme. Kita tentu memahami bahwa membangun negara sebesar Indonesia tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan proses, konsistensi, kerja keras, serta kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat. Kepemimpinan Prabowo–Gibran mempunyai kesempatan besar untuk membawa Indonesia semakin kuat secara ekonomi, semakin mandiri, semakin maju dalam teknologi, serta semakin sejahtera masyarakatnya. Program yang berpihak kepada rakyat perlu kita dukung. Penguatan UMKM perlu kita dorong. Pembangunan sumber daya manusia perlu kita percepat. Generasi muda perlu diberikan ruang. Pembangunan desa dan daerah harus terus bergerak. Pada akhirnya, tujuan pembangunan bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan. Presiden Prabowo sendiri menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia. Saya percaya, dengan kepemimpinan yang kuat, kerja keras pemerintah, dukungan masyarakat, dan persatuan seluruh elemen bangsa, Indonesia mempunyai peluang besar untuk melangkah menuju masa depan yang lebih maju.
Mari kita jaga optimisme, persatuan, dan semangat membangun. Karena keberhasilan pemerintahan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat pada akhirnya merupakan keberhasilan Indonesia bersama.
