Depok – Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah mengubah wajah dunia kerja secara signifikan. Di era digital saat ini, perusahaan tidak hanya mencari tenaga kerja yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik, tetapi juga individu yang mampu beradaptasi dengan teknologi, memiliki keterampilan digital, dan siap menghadapi perubahan yang terjadi dengan cepat. Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, generasi muda dituntut untuk memiliki nilai tambah agar mampu bersaing di pasar kerja yang terus berkembang. Kondisi ini menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H., yang mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan keterampilan digital sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Menurut Binton, perkembangan teknologi tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang besar yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri dan membuka kesempatan kerja yang lebih luas. “Persaingan kerja saat ini semakin ketat. Tidak cukup hanya mengandalkan ijazah atau gelar pendidikan. Generasi muda harus memiliki keterampilan tambahan, terutama di bidang digital, agar mampu bersaing dan menjawab kebutuhan dunia kerja modern,” ujar Binton.
Ia menjelaskan bahwa transformasi digital telah merambah hampir seluruh sektor, mulai dari perdagangan, pendidikan, kesehatan, industri kreatif, hingga pelayanan publik. Akibatnya, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki kemampuan digital juga terus meningkat. “Perusahaan saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi, memahami dunia digital, dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat. Ini adalah tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda Indonesia,” katanya.
Binton menilai keterampilan digital tidak hanya terbatas pada kemampuan menggunakan komputer atau media sosial. Lebih dari itu, generasi muda perlu memahami berbagai kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman, seperti pemasaran digital, desain grafis, pengelolaan konten digital, analisis data, pemrograman, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga keamanan siber. Menurutnya, kemampuan-kemampuan tersebut akan menjadi modal penting untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri. “Anak-anak muda harus mulai membiasakan diri belajar hal-hal baru yang berkaitan dengan teknologi. Saat ini banyak platform pembelajaran yang dapat diakses secara gratis maupun berbayar untuk meningkatkan kompetensi digital,” jelasnya.
Selain meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan, Binton juga menilai keterampilan digital dapat membuka kesempatan berwirausaha yang lebih luas. Dengan memanfaatkan internet dan berbagai platform digital, seseorang dapat membangun bisnis tanpa harus memiliki modal yang sangat besar. “Era digital memberikan kesempatan yang luar biasa. Banyak anak muda yang berhasil membangun usaha melalui media sosial, marketplace, maupun platform digital lainnya. Ini menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi sarana untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru,” ungkapnya.
Sebagai wakil rakyat, Binton mendorong pemerintah untuk terus memperluas akses pelatihan keterampilan digital bagi generasi muda, khususnya bagi mereka yang baru lulus sekolah maupun perguruan tinggi. Menurutnya, pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri akan membantu mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja yang selama ini masih menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengangguran. “Kita perlu memperbanyak program pelatihan berbasis kebutuhan industri. Dengan begitu, generasi muda memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia kerja saat ini,” katanya.
Binton juga mengingatkan pentingnya membangun karakter, etos kerja, dan kemampuan komunikasi yang baik sebagai pelengkap keterampilan teknis. Menurutnya, perusahaan saat ini tidak hanya mencari tenaga kerja yang cerdas secara akademik, tetapi juga individu yang mampu bekerja sama, berpikir kreatif, dan memiliki integritas. “Soft skill tetap penting. Kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, berpikir kritis, dan memiliki sikap profesional adalah faktor yang sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam dunia kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk memanfaatkan masa muda sebagai waktu terbaik untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Menurutnya, persaingan global akan semakin terbuka sehingga generasi muda Indonesia harus mampu meningkatkan daya saingnya. “Jangan pernah berhenti belajar. Dunia terus berubah dan teknologi terus berkembang. Siapa yang mampu beradaptasi akan memiliki peluang yang lebih besar untuk sukses,” tegas Binton.
Di akhir keterangannya, Binton menyampaikan optimismenya terhadap kemampuan generasi muda Indonesia. Ia meyakini bahwa dengan dukungan pendidikan yang baik, kemauan belajar yang tinggi, serta penguasaan teknologi digital, generasi muda Indonesia mampu menjadi motor penggerak pembangunan bangsa di masa depan. “Indonesia memiliki generasi muda yang kreatif, inovatif, dan penuh potensi. Saya mengajak seluruh anak muda untuk terus meningkatkan keterampilan digital, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global. Masa depan bangsa ada di tangan generasi muda yang siap bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tutup Binton.
