Depok – Anggota DPRD Kota Depok Komisi A sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H., dan juga mahasiswa Doktor S3 Hukum Bisnis Universitas Kristen Indonesia menilai kunjungan Perdana Menteri India ke Indonesia yang disambut Presiden Prabowo Subianto merupakan momentum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara, sekaligus membuka peluang besar bagi peningkatan devisa negara melalui sektor pariwisata, investasi, perdagangan, dan ekonomi kreatif. Menurut Binton, Indonesia dan India memiliki hubungan sejarah yang sangat erat, terutama melalui warisan peradaban Hindu dan Buddha yang masih terjaga hingga saat ini di Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Kedua situs budaya tersebut berpotensi menjadi pusat kegiatan keagamaan, budaya, dan spiritual berskala internasional. “Apabila kerja sama Indonesia dan India terus diperkuat, maka akan semakin banyak wisatawan asal India yang datang ke Indonesia. Hal ini akan meningkatkan penerimaan devisa negara, memperkuat sektor pariwisata nasional, serta memberikan manfaat ekonomi yang langsung dirasakan oleh masyarakat di sekitar destinasi wisata,” ujar Binton. Ia juga berharap pemerintah pusat mampu memanfaatkan momentum diplomatik tersebut untuk menyelenggarakan lebih banyak agenda internasional bertema budaya dan keagamaan di Borobudur maupun Prambanan sehingga Indonesia semakin dikenal sebagai pusat wisata religi dan budaya dunia.
Kedatangan wisatawan mancanegara, khususnya dari India, lanjut Binton, akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Hotel, restoran, transportasi, pemandu wisata, pelaku ekonomi kreatif, hingga pelaku UMKM akan memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambut kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan strategis kedua negara di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, kebudayaan, hingga pariwisata. Hubungan Indonesia dan India selama ini dikenal memiliki kedekatan historis yang telah terjalin selama berabad-abad. Jejak peradaban Hindu dan Buddha menjadi salah satu bukti kuat hubungan budaya kedua bangsa yang masih dapat disaksikan melalui keberadaan Candi Borobudur di Jawa Tengah dan Candi Prambanan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua situs warisan dunia tersebut memiliki nilai sejarah, budaya, sekaligus spiritual yang sangat tinggi bagi masyarakat internasional, khususnya umat Buddha dan Hindu. Potensi tersebut dinilai mampu menarik semakin banyak wisatawan asal India untuk berkunjung ke Indonesia.
Peningkatan jumlah wisatawan India diperkirakan akan memberikan kontribusi positif terhadap penerimaan devisa negara melalui belanja wisata, akomodasi, transportasi, kuliner, hingga produk-produk ekonomi kreatif dan kerajinan lokal. Selain meningkatkan devisa, geliat kunjungan wisatawan juga diyakini mampu mempercepat pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan Borobudur dan Prambanan. Para pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar memasarkan produk batik, kerajinan tangan, kuliner tradisional, suvenir, jasa transportasi lokal, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Efek ekonomi tersebut tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha di kawasan wisata, tetapi juga akan mendorong peningkatan lapangan pekerjaan, memperkuat ekonomi masyarakat desa wisata, serta meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pariwisata. Para pengamat menilai bahwa apabila kerja sama Indonesia dan India terus berkembang, kedua negara dapat membangun kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan wisata budaya, penyelenggaraan festival internasional, forum keagamaan, pertukaran pendidikan, hingga promosi investasi di sektor pariwisata. Momentum kunjungan Perdana Menteri India ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia–India yang lebih erat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan religi terkemuka di dunia dengan Candi Borobudur dan Candi Prambanan sebagai ikon warisan peradaban dunia.
