Depok – Euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa dampak positif terhadap perekonomian daerah. Berbagai kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di sejumlah wilayah terbukti meningkatkan omzet pedagang kaki lima, warung makan, kedai kopi, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kondisi ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat yang menilai kegiatan olahraga berskala internasional dapat menjadi pengungkit ekonomi lokal. Menanggapi fenomena tersebut, Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H., Anggota DPRD Kota Depok Komisi A, Ketua DPD PSI Kota Depok, mahasiswa Program Doktor (S3) Hukum Bisnis Universitas Kristen Indonesia, serta mantan pekerja Bank BUMN dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, menilai momentum seperti Piala Dunia harus dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Menurut Binton, antusiasme masyarakat terhadap suatu peristiwa besar dapat menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk menciptakan ruang ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil. “Kita melihat bagaimana warung kopi, pedagang makanan, pelaku UMKM, hingga jasa parkir memperoleh manfaat dari ramainya kegiatan nonton bareng. Ini menunjukkan bahwa sebuah event tidak hanya menghasilkan hiburan, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi yang nyata di tengah masyarakat,” ujar Binton. Binton mengatakan pemerintah tidak boleh melihat penyelenggaraan event hanya sebagai kegiatan seremonial. Setiap kegiatan yang mampu mengumpulkan masyarakat dalam jumlah besar seharusnya dirancang agar memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Menurutnya, pemerintah daerah dapat menyiapkan area khusus bagi UMKM, menyediakan fasilitas pendukung, serta melibatkan komunitas lokal sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan penyelenggara acara, tetapi juga masyarakat sekitar. “Kegiatan olahraga, festival budaya, konser musik, bazar kuliner, hingga perayaan hari besar nasional bisa menjadi motor penggerak ekonomi apabila dirancang dengan melibatkan UMKM sejak tahap perencanaan,” katanya. Binton menjelaskan bahwa kegiatan publik memiliki multiplier effect atau efek berganda terhadap perekonomian. Ketika masyarakat berkumpul dalam satu lokasi, permintaan terhadap makanan, minuman, transportasi, parkir, hingga produk kreatif meningkat. Perputaran uang tersebut kemudian memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Fenomena serupa juga diakui pemerintah pusat. Menteri UMKM menyebut kegiatan nobar Piala Dunia telah meningkatkan penjualan produk UMKM dan aktivitas usaha di berbagai daerah. Sejumlah pemerintah daerah bahkan menggelar nobar sebagai bagian dari strategi menggerakkan ekonomi lokal. Binton menilai Kota Depok memiliki potensi besar untuk mengembangkan konsep event ekonomi kreatif karena didukung jumlah penduduk yang besar, banyaknya komunitas anak muda, serta tingginya aktivitas UMKM. Ia mendorong Pemerintah Kota Depok agar lebih rutin menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan masyarakat luas. “Kita tidak harus menunggu Piala Dunia. Depok bisa memiliki kalender event sendiri, mulai dari festival UMKM, festival kuliner, kompetisi olahraga, hingga kegiatan seni budaya yang dilaksanakan secara berkala. Yang penting, masyarakat datang dan pelaku usaha memperoleh manfaat ekonomi,” ujarnya. Menurut Binton, keberhasilan sebuah event tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi dengan dunia usaha, komunitas, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, serta media.
Ia menilai kolaborasi tersebut akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat sekaligus membuka peluang promosi bagi produk-produk lokal. Selain meningkatkan pendapatan UMKM, kegiatan publik juga mampu memperkuat interaksi sosial, mempererat kebersamaan warga, serta menciptakan ruang positif bagi generasi muda.
Untuk memaksimalkan manfaat ekonomi dari setiap event, Binton mengusulkan beberapa langkah strategis:
- Menyusun kalender event tahunan yang konsisten di setiap daerah.
- Mewajibkan keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan pemerintah.
- Menyediakan area usaha yang tertata, aman, dan nyaman.
- Melakukan promosi digital agar jangkauan pengunjung semakin luas.
- Melibatkan komunitas kreatif dan generasi muda sebagai penyelenggara.
- Melakukan evaluasi dampak ekonomi setiap kegiatan sebagai dasar penyusunan kebijakan berikutnya.
Binton menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak selalu harus melalui proyek besar. Kegiatan yang mampu menarik masyarakat berkumpul secara positif juga dapat menjadi instrumen pembangunan apabila dikelola dengan baik. “Ke depan, pemerintah perlu memperbanyak event yang mampu menghidupkan ekonomi lokal. Ketika masyarakat menikmati hiburan, UMKM memperoleh penghasilan, lapangan kerja bertambah, dan roda ekonomi bergerak, maka manfaatnya dirasakan secara langsung oleh rakyat. Inilah bentuk pembangunan yang sederhana, tetapi berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. Pernyataan Menteri UMKM mengenai dampak ekonomi kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026, didukung berbagai kegiatan nobar yang digelar pemerintah daerah sebagai penggerak ekonomi lokal.
