Depok – Fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan masih menjadi perhatian masyarakat. Perubahan harga yang terjadi dari waktu ke waktu dinilai dapat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan pokok. Menanggapi hal tersebut, Binton Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H., Anggota DPRD Kota Depok Komisi A sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, menegaskan bahwa menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat harus menjadi salah satu fokus pemerintah agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata. “Harga pangan yang stabil sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan pengawasan terhadap rantai perdagangan agar masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang wajar,” ujar Binton. Binton yang juga merupakan Mahasiswa Program Doktor (S3) Hukum Bisnis Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengatakan bahwa daya beli masyarakat merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, ketika daya beli melemah, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh rumah tangga, tetapi juga oleh pelaku UMKM, pedagang pasar, dan sektor usaha lainnya. “Ketika masyarakat mengurangi konsumsi karena harga kebutuhan pokok meningkat, maka aktivitas ekonomi ikut melambat. Oleh karena itu, menjaga daya beli masyarakat merupakan bagian penting dari upaya memperkuat perekonomian nasional,” katanya.
Menurut Binton, pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas harga melalui pengawasan distribusi, peningkatan produksi, serta pelaksanaan operasi pasar ketika diperlukan sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain itu, ia menilai program pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan masyarakat harus berjalan seiring dengan kebijakan pengendalian inflasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas. “Upaya menjaga daya beli tidak cukup hanya dengan mengendalikan harga. Pemerintah juga perlu memperkuat kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas UMKM, dan menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelasnya. Sebagai Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Binton juga mendorong agar pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan bahan pangan, memperbaiki tata kelola distribusi, serta memastikan pelayanan publik berjalan efektif.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, distributor, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga serta menghindari gejolak yang dapat membebani masyarakat. “Stabilitas pangan bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kebijakan yang diambil harus cepat, tepat sasaran, dan mampu memberikan rasa tenang kepada masyarakat,” ujarnya. Binton berharap berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, memperkuat sektor pertanian, meningkatkan efisiensi distribusi, dan mendukung UMKM dapat terus dioptimalkan agar perekonomian nasional semakin kuat dan inklusif. “Keberhasilan pembangunan ekonomi harus diukur dari sejauh mana masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak. Menjaga daya beli berarti menjaga kesejahteraan rakyat. Saya optimistis, melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, stabilitas harga pangan dapat terus dijaga sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Binton.
