Depok – Anggota DPRD Kota Depok Komisi A sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Nadapdap., S.Sos., S.H., M.M., M.H., menyatakan bahwa meningkatnya perhatian terhadap kasus HIV di Kota Depok harus menjadi momentum bagi pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat untuk memperkuat edukasi serta upaya pencegahan secara berkelanjutan. Menurut Binton, HIV merupakan persoalan kesehatan masyarakat yang harus ditangani secara serius melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Ia menilai edukasi yang tepat sasaran sangat penting agar masyarakat memahami cara penularan HIV, pentingnya perilaku hidup sehat, serta tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV. “Upaya pencegahan harus menjadi prioritas. Pemerintah Kota Depok perlu memperluas sosialisasi di sekolah, kampus, lingkungan masyarakat, hingga komunitas-komunitas yang berisiko. Edukasi yang benar akan meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan angka penularan HIV,” ujar Binton.
Ia juga mengajak para orang tua untuk memperkuat pengawasan dan komunikasi dengan anak-anaknya mengenai pergaulan, kesehatan reproduksi, serta pentingnya menjaga nilai-nilai moral dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. “Peran keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter generasi muda. Sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sangat diperlukan agar generasi muda terhindar dari berbagai perilaku yang berisiko terhadap kesehatan,” katanya.
Binton juga mendorong Dinas Kesehatan Kota Depok untuk terus memperluas layanan konseling, tes HIV secara sukarela, serta akses pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, penanganan HIV harus dilakukan secara komprehensif agar target penurunan kasus dan eliminasi HIV dapat tercapai. “Kita harus mendukung upaya pencegahan, memperkuat edukasi, dan memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah. Di sisi lain, kita juga harus menghindari stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV karena mereka memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan,” tegasnya. Sementara itu, data dan program yang dipublikasikan oleh Dinas Kesehatan Kota Depok menunjukkan bahwa HIV masih menjadi salah satu isu kesehatan yang memerlukan perhatian berkelanjutan. Pemerintah Kota Depok terus menyediakan data pemantauan kasus serta layanan penanggulangan HIV melalui fasilitas kesehatan di berbagai wilayah.
Dalam beberapa waktu terakhir, Dinas Kesehatan Kota Depok bersama berbagai komunitas dan organisasi juga meningkatkan kolaborasi melalui edukasi, perluasan layanan tes HIV, pendampingan, serta penguatan layanan pengobatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari target menekan penularan HIV dan mendukung upaya eliminasi AIDS pada 2030. Berbagai kalangan berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dapat semakin diperkuat sehingga upaya pencegahan HIV di Kota Depok berjalan lebih efektif. Edukasi yang berkesinambungan, deteksi dini, akses pengobatan yang mudah, serta penghapusan stigma dinilai menjadi kunci dalam menekan angka penularan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
