Depok – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), kembali menjadi perhatian publik saat menghadiri peluncuran Kurikulum Nyaah Ka Indung di Kabupaten Garut. Dalam pidatonya, KDM menyoroti berbagai potensi yang dimiliki Garut sekaligus mengajak pemerintah daerah untuk terus berbenah dalam meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Dalam video yang beredar di media sosial, KDM menyampaikan bahwa Garut merupakan daerah yang memiliki beragam potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam, budaya, maupun pariwisata. Ia juga menyinggung berbagai persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat, termasuk infrastruktur dan pelayanan publik yang perlu terus ditingkatkan.
KDM menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, peluncuran Kurikulum Nyaah Ka Indung diharapkan menjadi langkah konkret untuk menanamkan nilai-nilai penghormatan kepada orang tua, kepedulian sosial, serta budaya gotong royong sejak usia dini. Program tersebut mendapat perhatian luas karena dinilai menghadirkan pendekatan pendidikan karakter yang dekat dengan nilai-nilai budaya masyarakat Sunda dan kearifan lokal Jawa Barat.
Menanggapi hal tersebut, Binton Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H., selaku Anggota DPRD Kota Depok dan Ketua DPD PSI Kota Depok, menilai bahwa pendidikan karakter harus menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan nasional. “Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang sangat cepat, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada aspek akademik. Nilai-nilai moral, etika, rasa hormat kepada orang tua, dan kepedulian terhadap sesama juga harus ditanamkan sejak dini,” ujar Binton.
Menurutnya, gagasan yang mendorong anak-anak untuk lebih menghargai peran ibu dan keluarga merupakan langkah positif dalam memperkuat fondasi karakter generasi muda. “Kita sering berbicara tentang kualitas sumber daya manusia, tetapi kualitas itu tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual. Karakter, integritas, dan rasa tanggung jawab juga menjadi faktor yang sangat penting dalam membentuk masa depan bangsa,” katanya.
Binton menambahkan bahwa berbagai daerah di Indonesia dapat mengambil pelajaran dari program-program pendidikan karakter yang berakar pada budaya lokal selama tetap sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan. “Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Ketika nilai-nilai budaya yang baik dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan, maka kita tidak hanya mencetak generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian sosial dan rasa hormat terhadap keluarga serta lingkungan sekitarnya,” tambahnya. Ia berharap inovasi di bidang pendidikan terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Peluncuran Kurikulum Nyaah Ka Indung di Garut pun menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan karakter kembali mendapat ruang dalam upaya membentuk generasi muda yang berakhlak, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap keluarga maupun masyarakat.
