Depok – Peristiwa kebakaran yang melanda salah satu situs dan bangunan warisan budaya Batak di kawasan Danau Toba menjadi perhatian masyarakat luas. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan pada bangunan bersejarah yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas budaya dan sejarah masyarakat Batak. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga memunculkan kekhawatiran akan hilangnya jejak sejarah yang telah diwariskan secara turun-temurun. Warisan budaya Batak, termasuk rumah adat, situs bersejarah, dan berbagai peninggalan leluhur, merupakan aset budaya yang memiliki nilai penting bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang. Sejumlah kawasan warisan budaya Batak di Sumatera Utara selama ini dikenal sebagai simbol identitas, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat Batak yang harus dijaga keberadaannya. Masyarakat dan pegiat budaya berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat segera melakukan langkah-langkah pemulihan serta memperkuat sistem perlindungan terhadap situs-situs budaya agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Menanggapi peristiwa tersebut, Binton Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H., selaku Anggota DPRD Kota Depok dan Ketua DPD PSI Kota Depok, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa salah satu warisan budaya Batak tersebut. “Kebakaran ini bukan hanya kehilangan sebuah bangunan, tetapi juga kehilangan bagian dari sejarah, identitas, dan perjalanan panjang budaya Batak. Warisan leluhur memiliki nilai yang tidak dapat diukur hanya dengan materi karena di dalamnya tersimpan sejarah dan jati diri suatu bangsa,” ujar Binton. Sebagai putra Batak, Binton menilai pelestarian situs budaya harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, masyarakat adat, maupun generasi muda. “Kita harus menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat bahwa perlindungan terhadap situs budaya tidak boleh dianggap sepele. Perlu ada sistem pengamanan yang lebih baik, pendataan yang lengkap, serta upaya konservasi yang berkelanjutan agar warisan budaya tetap terjaga,” katanya.
Menurut Binton, Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya. Oleh karena itu, setiap peninggalan sejarah dan budaya memiliki peran penting dalam memperkuat identitas nasional. “Budaya adalah akar bangsa. Ketika satu warisan budaya hilang, maka kita kehilangan sebagian dari memori kolektif bangsa. Karena itu, pemulihan dan pelestarian harus menjadi prioritas,” tegasnya. Ia juga mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk melakukan evaluasi terhadap sistem perlindungan situs-situs budaya di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran dan bencana lainnya. “Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi musibah. Upaya pencegahan harus lebih diutamakan agar situs-situs bersejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat tetap lestari untuk anak cucu kita,” tambahnya. Binton berharap proses pemulihan dapat segera dilakukan dan seluruh elemen masyarakat turut berpartisipasi dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya yang menjadi bagian dari kekayaan Indonesia. “Warisan budaya bukan hanya milik satu daerah atau satu suku, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya,” tutup Binton.
