Depok – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian publik karena berpotensi memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari biaya transportasi, distribusi barang, hingga harga kebutuhan pokok. Di tengah kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Depok Komisi A sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H., mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi rakyat agar dampak kenaikan BBM tidak semakin membebani masyarakat. Menurut Binton, setiap kebijakan yang berkaitan dengan energi harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, pekerja informal, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Kita memahami bahwa pemerintah memiliki berbagai pertimbangan dalam menentukan kebijakan energi. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan stabilitas ekonomi rakyat tetap terjaga. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru menambah beban masyarakat yang saat ini masih berjuang menghadapi berbagai tantangan ekonomi,” ujar Binton.
Ia menilai kenaikan BBM berpotensi memicu efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi. Biaya transportasi dan distribusi yang meningkat dapat berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa, yang pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat. “Kita harus mewaspadai dampak lanjutan dari kenaikan BBM. Ketika biaya distribusi naik, harga barang ikut naik. Jika kondisi ini tidak diantisipasi dengan baik, masyarakat kecil akan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya,” katanya. Binton juga menyoroti kondisi para pelaku UMKM yang selama ini menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional. Menurutnya, banyak pelaku usaha kecil yang masih berupaya bangkit dan mengembangkan usahanya di tengah persaingan yang semakin ketat. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Mereka menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi di tingkat bawah. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus agar pelaku UMKM tidak mengalami tekanan yang terlalu berat akibat meningkatnya biaya operasional,” ungkapnya. Lebih lanjut, Binton mendorong adanya langkah-langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat, seperti memperkuat program bantuan yang tepat sasaran, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha kecil. “Kebijakan ekonomi harus berorientasi pada perlindungan masyarakat. Stabilitas harga, ketersediaan kebutuhan pokok, dan dukungan terhadap sektor usaha rakyat harus menjadi prioritas agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Binton juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap optimistis menghadapi dinamika ekonomi yang terjadi. Menurutnya, tantangan ekonomi dapat dihadapi apabila pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat mampu bekerja sama menjaga stabilitas dan produktivitas. “Kita harus menghadapi situasi ini dengan semangat gotong royong dan kebersamaan. Pemerintah perlu mendengar aspirasi masyarakat, sementara masyarakat juga harus terus produktif dan beradaptasi dengan perubahan yang ada. Dengan kolaborasi yang baik, saya yakin kita dapat menjaga ketahanan ekonomi rakyat,” ujarnya. Sebagai wakil rakyat, Binton menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan berbagai aspirasi masyarakat terkait dampak kebijakan ekonomi, termasuk persoalan kenaikan BBM yang saat ini menjadi perhatian luas. “Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah kebijakan adalah sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya. Karena itu, stabilitas ekonomi rakyat harus menjadi prioritas utama agar pembangunan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Binton Nadapdap.
